Saya Sudah Bekerja Selama Enam Bulan dan Saya Tidak Menyukainya; Haruskah Saya Berhenti?

Pernahkah Anda memulai suatu pekerjaan baru dan segera menyadari bahwa itu adalah sebuah keputusan yang salah?

2,629 views   |   shares
  • Pernahkah Anda memulai suatu pekerjaan baru dan segera menyadari bahwa itu adalah sebuah keputusan yang salah? Saya pernah. Suatu saat dalam perjalanan karir Anda, hal itu mungkin saja terjadi. Mungkin Anda telah mengambil keputusan dengan penuh pertimbangan bahkan dengan berdoa mengenai mencari pekerjaan dan meniti karir namun masih saja melakukan kesalahan. Lalu, bagaimana?

  • Bila pekerjaan tersebut mengharuskan Anda untuk melanggar standar moral pribadi, serta prinsip integritas, atau nilai-nilai lain yang Anda anut, barangkali Anda harus segera berhenti dan menerima risikonya. Ada hal lain yang lebih penting daripada uang.

  • Sebaliknya, jika hanya karena Anda tidak menyukai pekerjaannya, tidak betah karena sikap bos, atau merasa perjalanan menuju tempat Anda bekerja terlalu melelahkan, pertimbangkanlah gagasan-gagasan berikut saat Anda hendak melakukan transisi.

    1. Jangan berhenti sebelum mendapatkan pekerjaan yang baru. Ingatlah, tanggung jawab Anda bukan hanya terhadap diri Anda sendiri tetapi terhadap keluarga Anda.

    2. Tetaplah membina hubungan yang baik dengan perusahaan yang Anda tinggalkan (jika Anda mempertimbangkan untuk kembali). Adalah hal yang lazim bila seseorang kembali ke tempatnya bekerja semula dan berkarir dengan sukses.

    3. Hubungilah perusahaan-perusahaan yang Anda pernah mengajukan lamaran sebelum menerima pekerjaan Anda yang sekarang. Bila mereka terkesan dengan Anda, siapa tahu mereka mau mewawancarai Anda.

    4. Pastikan profil Anda di LinkedIn, Facebook, Google+ serta situs-situs media sosial lainnya telah diperbarui, agar bila seseorang mencari informasi mengenai Anda serta keterampilan yang Anda miliki, Anda akan dapat ditemukan dengan mudah.

    5. Tunjukkanlah profil terbaik Anda di internet. Berinteraksilah secara aktif dengan para sahabat dan kolega Anda, tetapi selalulah dengan sikap hormat. Para majikan secara cermat mengamati melalui media sosial untuk mencari tahu lebih banyak mengenai para calon karyawan mereka; tunjukkanlah kepribadian terbaik Anda.

    6. Tetaplah bersabar. Bila upaya Anda untuk mengubungi mantan majikan serta orang-orang yang Anda pertimbangkan sebelum menerima pekerjaan Anda yang sekarang, tidak berhasil menempatkan Anda pada posisi yang baru, Anda mungkin perlu tetap bersabar hingga Anda mencapai genap setahun pada pekerjaan itu—-sekadar untuk membangun daya tahan Anda melalui tantangannya.

    7. Lakukanlah secara diam-diam. Ketika Anda benar-benar siap untuk mencari pekerjaan baru, lakukanlah secara diam-diam. Sewaktu Anda berbicara dengan orang lain tentang pencarian Anda, mintalah mereka untuk merahasiakannya.

    8. Kembangkanlah jaringan Anda. Bila pekerjaan Anda memungkinkan Anda untuk keluar selama satu jam untuk makan siang, pastikan Anda memanfaatkannya setiap hari untuk berbicara kepada seseorang di luar perusahaan tersebut. Hubungilah teman-teman lama Anda. Cari tahu kabar terbaru dari mereka. Tawarkan bantuan. Beri tahu mereka bahwa Anda siap untuk peluang yang baru.

    9. Buatlah riwayat upaya Anda. JibberJobber adalah salah satu situs yang dapat Anda gunakan untuk membuat riwayat jaringan Anda, resume, wawancara, dll.

    10. Jangan putus asa. Ingatkan diri Anda bahwa semua orang yang pernah mencari pekerjaan, kerap kali mendengar kata “tidak.” Kata “tidak” bukan berarti Anda tidak layak untuk bekerja—buktinya Anda telah bekerja. Kata “tidak” bukan berarti Anda jelek, bodoh, atau berpendidikan rendah. Kata “tidak” biasanya berarti mereka tidak mempunyai lowongan. Tetaplah tegar dan teruslah mencari.

  • Advertisement
  • Bila Anda harus pergi bekerja setiap hari untuk pekerjaan yang tidak Anda sukai, ingatlah bahwa segala sesuatu dapat menjadi lebih buruk. Dapat saja terjadi bahwa Anda mencari pekerjaan saat Anda benar-benar tidak punya pekerjaan. Pekerjaan yang buruk sekali pun secara umum lebih baik daripada tidak punya pekerjaan—-sementara pekerjaan yang lebih cocok dan memuaskan mungkin sudah di ambang pintu.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Indah Wajarsari dari artikel asli “I've been at my job for six months and hate it; should I quit?” karya Devin Thorpe.

Baca, hidupkan, bagikan!

Devin Thorpe is the author of Your Mark On The World and is a Forbes Contributor.

Saya Sudah Bekerja Selama Enam Bulan dan Saya Tidak Menyukainya; Haruskah Saya Berhenti?

Pernahkah Anda memulai suatu pekerjaan baru dan segera menyadari bahwa itu adalah sebuah keputusan yang salah?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr