Beberapa alasan hendaknya Anda tidak terjebak pada masa lalu

Masa lalu adalah alasan mengapa kita seperti ini, sekarang. Namun tidak akan ada baiknya jika terus tenggelam di dalamnya, sebab Anda tak akan bisa menghentikan waktu. Pelajaran berharga dari masa lalu, agar lebih baik di masa depan.

489 views   |   5 shares
  • Tidak dapat dipungkiri, bahwa masa lalu memang besar sekali pengaruhnya terhadap kehidupan masa sekarang dan masa mendatang. Ingatan manusia bisa menyimpan banyak kenangan dengan sangat detail mulai dari ketika kanak-kanak hingga dewasa. Namun terkadang kita juga bisa sangat pelupa dan tak bisa mengingat hal-hal biasa yang terjadi di kehidupan sehari-hari seperti di mana kita menaruh kunci.

  • Sigmund Freud, penemu teori perkembangan psikoanalisis, dalam The Standard Edition of the Complete Psychological Works of Sigmund Freud, secara ekstrim mengatakan bahwa setiap masalah disebabkan oleh pengalaman masa lalu. Setiap pengalaman masa lalu, baik pengalaman yang positif maupun negatif, seolah-olah seperti menjadi batu penjuru dan penentu kehidupan yang dihidupi saat ini dan masa mendatang.

  • Memang, apa yang dikatakan oleh Freud tersebut ada benarnya. Tidak mungkin seseorang bermasalah terjadi dengan begitu saja tanpa ada penyebabnya. Namun adalah suatu tindakan bodoh dan menipu diri sendiri kalau masa lalu dijadikan alasan untuk tidak mau berubah. Masa lalu hanya salah satu penyebab kondisi saat ini tapi bukan penentu.

  • Setiap pengalaman yang ditekan di bawah alam sadar biasanya akan muncul secara sadar berwujud mekanisme pertahanan diri. Semakin kita berusaha menutup-nutupi masa lalu kita yang suram, pahit, dan menyakitkan, semakin kita tidak akan bertumbuh secara sehat, baik secara psikologis maupun secara rohani. Hal ini biasanya juga akan diikuti oleh pertumbuhan fisik yang tidak sehat dan tidak normal pula.

  • Bagaimana dengan pengalaman negatif? Mengapa ini juga sulit untuk dilupakan? Contoh kecil, ketika kita secara tidak sengaja menyenggol panci panas di dapur, kita akan lebih berhati-hati lagi ketika memasak di lain kesempatan. Namun, tentu saja ada manfaatnya bila kita bisa melupakan rasa sakit, misalnya bagi mereka yang punya kondisi kronis yang disebabkan oleh diabetes.

  • Karena itu, yang penting untuk diingat adalah; kesalahan adalah bagian dari kehidupan. Kita semua pernah membuat kesalahan pada beberapa kesempatan. Beberapa kesalahan besar kadang mengubah arah dan tujuan hidup kita, dan beberapa kesalahan kecil terkadang meninggalkan pelajaran tertentu untuk introspeksi diri. Namun, kesalahan terbesar seseorang kadang-kadang menghentikan langkah hidupnya dan terus berpikir tentang kesalahan masa lalu.

  • Hidup terus berjalan seiring dengan perubahan. Setiap orang tentu pernah merasakan saat-saat dirinya jatuh, tapi bukanlah suatu alasan bagi kita untuk berhenti menjalani hidup. Kita harus menghentikan diri dari keterpautan akan masa lalu. Karena hal ini hanya akan:

  • Advertisement
  • 1. Menghambat langkah

  • . Semuanya sudah terjadi, Anda sudah mengalaminya. Berpikir tentang hal itu berulang-ulang hanya akan membuat Anda semakin tertekan dan pesimis melanjutkan hidup. Tidak ada gunanya memikirkan hal-hal yang sudah berlalu.

  • 2. Pandangan negatif akan memengaruhi saat ini dan masa depan

  • . Pandangan negatif datang dari kenangan kesalahan di masa lalu. Ini akan memengaruhi suasana hati dan keadaan pikiran saat ini. Ini akan menurunkan efisiensi dan memengaruhi minat Anda pada segala sesuatu yang berhubungan dengan masa kini dan masa depan.

  • 3. Pelajaran untuk belajar

  • . Kesalahan yang Anda buat harus memberikan Anda pelajaran yang berharga. Inilah momen yang telah membuat Anda menyadari kesalahan Anda. Jadi, ambil hikmah pelajaran tersebut dengan tenang dan melanjutkan hidup, pastikan bahwa Anda tidak mengulangi kesalahan yang sama.

  • Sebuah artikel di Huffington Post pernah menuliskan bahwa otak sesungguhnya diprogram untuk melupakan masa balita. Penelitian terbaru menemukan bahwa anak-anak menyimpan ingatan sejak masih sangat kecil, namun kemudian mereka melupakannya untuk melancarkan mekanisme kerja otak lebih lanjut. Salah satu penjelasan mengenai hal ini adalah ketika seseorang tumbuh dewasa, otak mereka berkembang dan menghapus ingatan saat masa kecil.

  • Jadi begitulah seharusnya kita semua menjalani kehidupan. Kita tumbuh dan berkembang. Kita harus fokus pada apa yang harus dilakukan selanjutnya dan bagaimana untuk menjaga kehidupan maju daripada melihat ke belakang terus. Apalagi jika kini kita telah menjadi orangtua.

  • Psikolog dari klinik psikologi Rainbow Castle, Devi Raissa M.Psi pernah menuliskan bahwa menjadi orangtua memang tidak ada sekolahnya. Jadi tidak perlu terfokus pada kesalahan yang pernah dilakukan. Setiap manusia pasti melakukan kesalahan. Apalagi jika di masa kecilnya, kita pernah mendapatkan pola asuh yang kurang tepat.

  • Tentu akan sulit mengubah hal tersebut yang sudah terekam di dalam otak secara tak sadar. Namun kita harus selalu mampu memaafkan diri sendiri. Setelah itu melangkah lagi ke depan. Tidak usah merasakan rasa bersalah yang berkepanjangan. Karena akan memengaruhi hubungan orang tua dan anak. Ingatlah bahwa anak belajar dari kita. Mereka meniru kita. Biarkan mereka belajar bahwa masalah bisa diatasi dan manusia harus selalu mampu untuk memperbaiki kesalahannya

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Beberapa alasan hendaknya Anda tidak terjebak pada masa lalu

Masa lalu adalah alasan mengapa kita seperti ini, sekarang. Namun tidak akan ada baiknya jika terus tenggelam di dalamnya, sebab Anda tak akan bisa menghentikan waktu. Pelajaran berharga dari masa lalu, agar lebih baik di masa depan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr