Anda stres dan depresi? Bisa jadi karena Anda kesepian

Kesepian tidak selalu karena sendirian. Kesepian, bisa jadi merasa sepi meski di tengah keramaian. Merasa sepi seperti ini jelas banyak dampaknya, dan sudah pasti buruk bagi kesehatan lahir juga batin,

1,870 views   |   16 shares
  • Setiap orang pernah merasa kesepian dalam hidupnya, tetapi kesepian kronis ternyata menyebabkan risiko kesehatan yang serius. Baru-baru ini, sebuah penelitian mengungkapkan, kesepian dan isolasi sosial menimbulkan ancaman kesehatan yang setaraf dengan obesitas.

  • Menurut ilmuwan neuro-social dari University of Chicago, John Cacioppo, efek isolasi sosial atau penolakan, sama nyatanya dengan rasa haus, lapar dan sakit. "Sebagai makhluk sosial, berada pada batas terjauh dari kehidupan sosial adalah posisi yang berbahaya," kata Cacioppo. Karena itulah, mereka yang sering merasa kesepian memiliki kecenderungan mengalami depresi yang akut. Apalagi jika ia semakin jarang bersosialisasi dengan orang lain.

  • Cacioppo menyatakan, sesungguhnya kesepian mengubah ekspresi gen atau "ekspresi apa yang gen tunjukan atau tidak, untuk membantu tubuh waspada akan serangan". Namun, hal ini juga meningkatkan stres dan penuaan pada tubuh. Penelitian pada hewan telah membuktikan bahwa isolasi sosial meningkatkan tingkat dopamine, yakni neurotransmitter yang mendorong perilaku impulsif.

  • Sebetulnya apa sih kesepian itu? Sebab ternyata, merasa sepi tidak selalu diidentikkan dengan keberadaan seorang diri, lho. Contohnya, banyak orang yang merasa kesepian meski berada di antara ratusan penonton yang memadati pertandingan sepakbola. Nadine Kaslow, PhD, ABPP, seorang professor dari Emory University School of Medicine, mengatakan, hal ini merupakan sebuah kesadaran menyakitkan saat seorang individu merasa tidak terhubung dengan baik pada individu lain, dan kebutuhan-kebutuhannya tidak terpenuhi.

  • Jadi, perasaan kesepian dapat terjadi melalui pengalaman penolakan, dan perasaan bersalah manakala kita merasa tidak mampu mengaktualisasikan potensi-potensi yang dimilikinya. Selain itu, kesepian dapat terjadi pada sebuah pengalaman-pengalaman yang mengandung tragedi, penyakit atau kematian; serta dihubungkan dengan perasaan berbeda dari anggota masyarakat lain atau perasaan salah sangka dan terpisah dari orang lain, tanpa ada rasa saling memiliki; selain itu, seringkali dihubungkan dengan hubungan yang putus dan pengalaman berpisah. Kehilangan seseorang yang dicintai atau perselisihan dalam rumah tangga juga dapat memicu perasaan terisolasi.

  • Advertisement
  • Psikoterapis di Beverly Hills, Fran Walfish mengatakan, kehidupan rumah tangga memiliki kontribusi besar untuk keadaan psikologi seseorang. Orang yang tidak siap secara mental menghadapi perceraian, akan kehilangan rasa percaya diri dan akhirnya depresi. Hal ini dilatarbelakangi, karena muncul perasaan tidak berguna dalam hidupnya.

  • Menurut penelitian dari National Sleep Foundation, orang yang merasa depresi karena perceraian akan berpeluang besar mengalami insomnia atau susah tidur. Kesulitan tidur nyenyak ini akan membuat kesehatan seseorang lambat laun memburuk. Sesungguhnya, stres akut dan depresi ditambah kondisi kesehatan memburuk, bukanlah perpaduan yang menarik, ya kan?

  • Meskipun demikian, para ahli juga menjelaskan bahwa kesepian bisa jadi hal yang biasa. "Banyak orang mengalami kesepian ketika jaringan sosialnya berubah, seperti ketika masuk ke universitas atau pindah ke kota baru," kata Harry Reis, professor psikologi di University of Rochester, dalam buku Stop Being Lonely. Akan tetapi, ada perbedaan antara "keadaan" dan "bahaya" kronis kesepian.

  • "Banyak pasien kami mengalami kesepian situasional yang kemudian menjadi kronis. Mereka sudah tidak mampu kembali normal setelah mengalami kehilangan, pindah ke lingkungan baru ataupun pensiun," kata Richard S. Schwartz, MD seorang psikiater yang menjadi bagian penulis buku The Lonely America: Drifting Apart in Twenty-First Century. "Salah satu cara yang menyebabkan kesepian situasional menjadi kronis adalah rasa malu yang kita rasakan karena kesepian itu sendiri, perasaan ini menjadikan seseorang merasa seperti pecundang."

  • Jadi intinya, seseorang yang merasa kesepian mempersepsikan kondisi mereka lebih buruk dari yang sesungguhnya, lebih banyak mengalami masalah kesehatan, dan merasa kurang puas dengan hidup. Sebagian besar gejala dan masalah yang berhubungan dengan kesepian, jelas berhubungan dengan depresi.

  • Hal ini disebabkan oleh adanya perasaan tidak dicintai dan tidak diinginkan, mempunyai opini yang rendah terhadap diri mereka (percaya diri rendah, pemalu, menyalahkan diri sendiri), tidak pandai bersosialisasi, mempunyai keinginan yang kuat untuk menghindari kontak dengan orang lain, percaya bahwa ada sesuatu yang salah dengan dirinya, serta seringkali menimbulkan rasa marah.

  • Jika ada orang di sekitar kita yang terlihat dengan ciri-ciri kesepian tadi, ingatlah, untuk memberikan perhatian lebih. Bisa dengan mengajaknya mencari bantuan dari psikolog. Atau mengajaknya melakukan sesuatu yang santai, seperti berjalan-jalan dan bercengkrama. Namun ingat untuk jaga keadaan emosi pada level terendah, ya. Jangan pernah mengesampingkan apa yang sedang ia alami, sadarlah bahwa kita harus berusaha lebih keras untuk mendapatkan respons positif darinya.

  • Advertisement
  • Aksi sederhana seperti interaksi sosial dapat membuat perubahan besar. Jadi, setelah ini cukup katakan "Halo" - kepada tetanggamu ketika lewat di depan rumahnya, kepada saudara yang sudah lama tidak saling menghubungi, atau rekan kerja yang jarang sekali kamu ajak bicara.

  • "Jika seseorang yang kesepian dapat berteman dengan lebih banyak orang, rasa kesepian akan mulai menghilang," kata Jaqueline Olds, MD, tim penulis buku The Lonely America. "Segala jenis hal buruk dapat teratasi jika kamu memiliki teman untuk menghadapinya bersama," pungkas Jaqueline.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Anda stres dan depresi? Bisa jadi karena Anda kesepian

Kesepian tidak selalu karena sendirian. Kesepian, bisa jadi merasa sepi meski di tengah keramaian. Merasa sepi seperti ini jelas banyak dampaknya, dan sudah pasti buruk bagi kesehatan lahir juga batin,
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr