Vegetarian VS pola hidup sehat

Menjadi vegetarian adalah pilihan, dan tidak ada salahnya. Namun, benarkah menjalani pola makan tanpa unsur hewani sama sekali merupakan jalan untuk hidup sehat yang sebenarnya?

410 views   |   4 shares
  • Vegetarian, seperti kita ketahui bersama, adalah pola makan yang berkomitmen untuk tidak mengonsumsi segala produk yang berasal dari hewan. Alasannya pun beragam, ada kepercayaan yang dianut, dan ada juga yang berawal dari kesadaran orang-orang untuk melestarikan binatang dan tidak menjadikan mereka bahan konsumsi. Namun kini, banyak juga orang yang memilih menjadi vegetarian karena ingin menjalani hidup sehat dan senantiasa ramping.

  • Ya memang, dengan menjalani program diet vegetarian yang tepat berarti Anda akan lebih banyak mengonsumsi buah, sayuran, biji-bijian, dan menjauhi lemak jenuh yang berasal dari hewan. Dengan kondisi seperti itu, makanan yang masuk ke tubuh Anda adalah makanan penuh serat, vitamin, antioksidan, mineral, dan lain-lain. Berdasarkan riset yang dilakukan Academy of Nutrition and Dieteticspada 2009, pola makan nabati berhubungan dengan rendahnya tekanan darah dan kolesterol. Pola makan ini juga mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. Secara keseluruhan, pola makan ini mengurangi risiko kanker dan penyakit kronis lainnya.

  • Tapi benarkah menjadi vegetarian sudah pasti menjalani pola makan sehat?

  • Sebab, ada penelitian yang membuktikan bahwa para vegetarian dilaporkan menjadi sangat rentan terhadap penyakit dan terhambat pertumbuhannya karena kekurangan gizi seperti zat besi, vitamin B12, dan karbohidrat. Hal ini menyebabkan para dokter dan ahli gizi kemudian menyarankan agar mereka yang memutuskan menjadi vegetarian minimal berumur 18 tahun, karena sudah memiliki sistem pencernaan yang baik.

  • Dr. Michael Greger, nutrisi klinis dari Gaithersburg, Maryland mengatakan beberapa kasus mengenai vegetarian yang salah disebabkan salah dalam memilih panutan atau sumber informasi. Selain itu, ternyata pola makan vegetarian mensyaratkan perencanaan yang matang. Pola makan yang tidak terencana menyebabkan pelakunya berisiko kekurangan nutrisi. Makan nasi yang dicampur sayur ditambah es krim vegan tidak menyediakan cukup nutrisi. Hal ini disebabkan pola ini tidak menyediakan cukup protein, seperti yang terdapat dalam kacang-kacangan.

  • Advertisement
  • "Pola makan vegetarian yang sehat pada dasarnya terdiri atas sayur, buah, kacang, biji-bijian, dan padi-padian utuh," kata Dina Aronson, ahli gizi di Montclair, New Jersey, yang juga sudah lama menjadi vegetarian. Pola makan vegetarian yang tidak terencana akan menyebabkan kekurangan kalori dan nutrisi lainnya, terutama bila makanan yang dikonsumsi 100 persen mentah.

  • Kekurangan kalori dan nutrisi akan menyebabkan rasa lemas, pusing, tidak konsentrasi, dan metabolisme yang lambat. Karena itulah, harus dipikirkan dengan baik setiap makanan pengganti agar tidak sampai kekurangan gizi, ujar Aronson.

  • Namun, komentar berbeda datang dari Dr. Tan Shot Yen. Menurutnya, istilah vegetarian tidak pernah diajarkan di fakultas kedokteran mana pun. Begitu pula dengan berbagai fashion diets yang menyebar via media sosial. Memang benar pola makan berhubungan dengan kesehatan, katanya, tapi pola makan yang baik adalah yang sehat dan seimbang. Tidak ada hubungannya menjadi vegetarian dengan penyembuhan kista payudara, dan sebagainya.

  • Pada prinsipnya tubuh manusia itu membutuhkan karbohidrat, protein, dan lemak. Kebanyakan orang menganggap karbohidrat itu harus tepung, padahal karbohidrat adalah segala sesuatu yang tumbuh dan dapat dicerna menjadi gula. Sayur dan buah juga tumbuh dan dapat dicerna menjadi gula. Jadi konotasinya adalah karbohidrat, dan ekstra plus memiliki kandungan mineral, serat yang tinggi, vitamin, serta kaya antioksidan dan bersifat alkalin bukan acidic.

  • Pada kebanyakan sayuran dan buah-buahan sifatnya alkalin. Sedangkan pada semua tepung dan daging bersifat acidic. Salah satu alasan kenapa orang menjadi vegetarian itu, tambah Dr. Tan, karena mereka mau melepaskan acidic, sifat asam dari daging. "Tetapi mereka kejeblos dengan tepung," ungkapnya.

  • Penganut vegetarian, ungkapnya, bisa jatuh dalam pola makan tidak seimbang karena asupan tinggi karbohidrat dari gula hingga tepung. Orang yang mengonsumsi karbohidrat tepung dan gula berlebih biasanya menjadi gemuk. Bukan karena lemak tapi karena karbohidratnya cepat menjadi gula terus ditekan oleh insulin menjadi lemak. Dan obesitas terbukti secara ilmiah berhubungan dengan insiden penyakit kanker dan kista, seperti kista indung telur.

  • Advertisement
  • Jadi, menurutnya, daripada menjadi vegetarian, jika ingin sehat lebih baik berhenti mengonsumsi gula, terigu, nasi, dan pati. Sebagai ganti nasi, ia meresepkan: Satu ikat selada mentah atau dua cangkir brokoli setengah matang, 2 putih telur rebus, 2 tomat, 2 mentimun, setengah avokad, apel, atau pear. Dengan makanan ini, tak ada sisa gula yang tersimpan menjadi lemak. 'Menu' ini perlu dilengkapi lauk-pauk yang diolah dengan berbagai cara, asal tidak ditumis atau digoreng.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Vegetarian VS pola hidup sehat

Menjadi vegetarian adalah pilihan, dan tidak ada salahnya. Namun, benarkah menjalani pola makan tanpa unsur hewani sama sekali merupakan jalan untuk hidup sehat yang sebenarnya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr