'Hoader', si penumpuk ‘sampah’ di rumah. Apakah Anda termasuk di antaranya?

Seringkali Anda merasa sayang membuang sebuah barang atau benda, karena merasa nilai historisnya yang tingg. Namun kebanyakan barang-barang tersebut malah mengganggu dan mengancam kesehatan dan kesejahteraan orang di sekitar Anda.

542 views   |   8 shares
  • Pernahkah Anda menemukan seorang tetangga, kenalan, kerabat atau mungkin Anda sendiri, yang seringkali pulang membawa berbagai macam barang dan ditimbun di rumah? Mereka ini kerap terlihat berbelanja hingga barang-barang yang tidak berguna sekalipun, namun enggan membuang barang-barang yang lama.

  • Akibatnya, barang-barang di rumah semakin menggunung hingga seringkali si empunya rumah bahkan sulit bergerak di dalam rumahnya sendiri. Perilaku seperti ini dikenal dengan sebutan 'Hoader', penimbun barang yang seringkali dapat membahayakan kesehatan masyarakat, merusak keluarga, dan memengaruhi lingkungan sekitarnya.

  • Ingin tahu bedanya gaya hidup 'rumah berantakan' dan ' Penumpuk' ?

  • Para ahli jiwa biasanya menarik garis antara gaya hidup rumah berantakan dan penumpukan. "Perbedaannya adalah saat bagaimana kemampuan seseorang untuk berfungsi." kata DR. Tolin, seorang psikiater yang ahli menangani 'Penumpuk'. Kebanyakan orang mungkin memperoleh hal-hal yang tidak mereka butuhkan, tetapi jika hal semacam itu tidak sampai menyebabkan ketidakmampuan untuk berfungsi secara memadai, maka belum dapat digolongkan sebagai penumpukan. Jika mereka tidak lagi mampu untuk memasak makanan dan tidak dapat hidup dengan aman di rumah mereka sendiri, jika mereka (dan apa yang mereka lakukan) menjadi ancaman bagi orang lain, di situlah seseorang dianggap melewati batas dan dapat digolongkan sebagai hoader.

  • Apakah Anda termasuk di antaranya?

  • Tanyakan pada diri sendiri bila Anda melakukan hal-hal di bawah, seperti yang telah dijabarkan oleh Psikolog pengamat perilaku hoader, Michael Tompkins, PhD.Apakah Anda 'menimbun' benda atau barang dengan berbagai alasan berikut ini?

  • 1. Anda memiliki ikatan emosional yang kuat dengan benda-benda yang dilihat orang lain sebagai sepele -atau bahkan sampah. Anda akan merasa sangat kehilangan jika disuruh harus membuang barang-barang tersebut.

  • 2. Anda berpendapat barang-barang yang Anda kumpulkan memiliki nilai seni yang tinggi, sedangkan orang lain tidak.

  • 3. Berpikir barang-barang itu nantinya akan berguna, padahal sampai bertahun-tahun Anda tidak menggunakan barang tersebut.

  • Berdasarkan penelitian, seseorang dengan kecenderungan hoader memiliki pola pikir yang cenderung berbeda. Kemampuan otak untuk menimbang pilihan dan berpikir rasional tidak berfungsi dengan semestinya, akibatnya prioritas Anda berbeda dari orang kebanyakan.

  • Advertisement
  • Bagaimana mengatasi gaya hidup 'Hoader' ?

  • DR. Tolin

  • danTompkins menyarankan pendekatan yang disebut terapi perilaku kognitif (CBT). Perawatan ini mengajarkan orang untuk melihat benda-benda di sekitar mereka dalam perspektif yang tepat hingga dapat mengubah perilaku mereka.

  • Ini beberapa hal yang disarankan bagi Anda penderita 'Penumpuk' untuk mengubah perilaku Anda:

  • 1. Buatlah penilaian lebih rasional saat memutuskan apakah sebuah benda tersebut layak disimpan atau tidak.

  • 2. Belajarlah bagaimana membuat keputusan yang cepat, apakah dibuang atau disimpan.

  • 3. Buanglah barang-barang yang telah diputuskan tidak berguna.

  • Apakah risiko sebagai 'Penumpuk'?

  • Jika kegiatan menumpuk terus dibiarkan berlangsung, maka perlu dilakukan pengamatan bagaimana cara mengurangi risiko bahaya untuk Anda sendiri dan lingkungan. Orang-orang di sekitar, dapat membantu hoaderdengan menuntun mereka untuk berubah dan membuat target menciptakan lingkungan bersih. Hindari mengolok dan mengejek, karena tidak akan mengubah perilaku hoader. Tetapkan secara bersama-sama tujuan yang harus dicapai, dan selalu ingatkan mereka jikalau kegiatan menumpuk mulai dilakukan lagi.

Bantu kami menyebarkan

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

'Hoader', si penumpuk ‘sampah’ di rumah. Apakah Anda termasuk di antaranya?

Seringkali Anda merasa sayang membuang sebuah barang atau benda, karena merasa nilai historisnya yang tingg. Namun kebanyakan barang-barang tersebut malah mengganggu dan mengancam kesehatan dan kesejahteraan orang di sekitar Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr