Apakah anak Anda mengalami disleksia? Kenali tanda-tandanya

Anak penyandang disleksia sebetulnya bukan hal aneh, sebab sudah ditemukan sejak tahun 1896. Sayangnya, karena kesulitan membaca dan persepsi visual, mereka kerap dibilang bodoh. Padahal sebenarnya tidak sama sekali.

461 views   |   2 shares
  • Tahukah Anda bahwa Albert Einstein dan Presiden Amerika Serikat ke-43 George Walker Bush adalah penyandang disleksia. Apa sih sebenarnya disleksia?

  • Disleksia adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan dalam mengenali kata dan simbol. Penyandang disleksia tidak hanya mengalami kesulitan dalam membaca, tapi juga dalam hal mengeja, menulis, dan beberapa aspek bahasa yang lain.

  • Psikolog yang mendalami disleksia, Lisa Maria MPsi, menjelaskan bahwa secara lahiriah anak dengan gangguan disleksia tidak tampak berbeda dengan anak lain. Jika dilakukan tes Intelligence Quotient (IQ) pun, hasilnya akan normal, bahkan superior.

  • "Itulah mengapa disleksia sulit dikenali. Padahal di setiap sekolah yang saya teliti ada murid disleksia," kata Lisa. Penelitiannya pada 20 sekolah di Semarang, Jawa Tengah, menyebutkan, dalam setiap jenjang masing-masing sekolah terdapat sekurangnya satu anak disleksia. Persentasenya mencapai 5 hingga 15 persen dari seluruh siswa sekolah.

  • Menurut Ketua Umum Asosiasi Disleksia Indonesia, Kristiantini Dewi, penyebab disleksia adalah gangguan pada otak kiri, yang biasanya digunakan untuk membaca. Disleksia dibedakan menjadi dua, yaitu developmental dan acquired. Pada disleksia developmental, 70 persennya disebabkan oleh keturunan. "Juga disebabkan oleh kondisi saraf (neurologis) dan disandang seumur hidup," kata Kristiantini. Acquired dyslexia yang didapat karena gangguan perubahan cara otak kiri membaca. Penderita biasanya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan otak kiri.

  • Selain itu, disleksia juga memiliki berbagai ciri khas. Ada pengelompokan disleksia visual, disleksia auditori, dan disleksia visual-auditori.

  • Kemudian ada disleksia berdasarkan persepsi:

    • Persepsi pembalikan konsep, misalnya suatu kata dipersepsikan sebagai lawan katanya.

    • Persepsi disorientasi vertikal atau horizontal, di mana saat membaca, huruf atau kata seperti berpindah dari depan ke belakang atau atas ke bawah.

    • Persepsi teks terlihat terbalik seperti dalam cermin.

    • Persepsi kata dan huruf seperti hilang.

  • Dari keseluruhan itu dapat ditengarai gejala-gejala disleksia. Penyandang disleksia umumnya mengalami masalah dalam membaca, mengeja, dan menulis. Kesulitan membaca akan memengaruhi daya ingat, kecepatan memproses input, kemampuan pengaturan waktu, aspek koordinasi dan pengendalian gerak. Masalah lain yang menguntit pengidap disleksia adalah susah konsentrasi, daya ingat yang pendek, kesulitan mengurutkan huruf A-Z dan mengorganisasi, serta cenderung tak teratur.

  • Advertisement
  • Belum jelas apa yang menjadi penyebab disleksia. Gen diduga menjadi penyebab utama disleksia, di samping kemungkinan risiko disleksia akibat gangguan otak saat anak dikandung, dilahirkan, dan saat tumbuh kembang. Critchly dalam The Dyslexic Child menyebutkan riwayat keluarga dengan disleksia merupakan faktor risiko terpenting. Sebanyak 23-65 persen orangtua disleksia akan mempunyai anak disleksia.

  • Menurut Lisa, gejala disleksia sebetulnya sudah muncul saat anak berusia empat atau lima tahun. Pada usia pra-sekolah, pengidap disleksia biasanya kidal atau tak mahir jika cuma memakai satu tangan, bingung atau sering tertukar kanan dan kiri. Selain itu, mereka suka tergesa-gesa, miskin kosakata, atau kesulitan memilih terminologi atau nama yang tepat. Meskipun demikian, gejala ini tetap sulit sekali dikenali secara akurat. Baru ketika sudah belajar membaca atau usia sekolah dasar, gangguan disleksia akan memunculkan gejala-gejalanya.

  • Namun, yang patut dipahami adalah disleksia bukan karena si penyandang bodoh. Beberapa penyandang disleksia justru orang yang brilian. Menurut Dewan Pembina Asosiasi Disleksia Indonesia, Purboyo Solek, yang patut diketahui adalah Intelligence Quotient (IQ) si pengidap. Normal, di bawah rata-rata, atau justru superior. Selain tak sebanding dengan tingkat inteligensi, gangguan belajar tersebut juga tidak sebanding dengan motivasi anak. "Mereka biasanya justru unggul dalam motivasi untuk berkreasi," kata Lisa.

  • "Jangan labeli mereka sebagai anak bodoh," kata Purboyo. Pasalnya, jika diberi label sebagai anak bodoh, mereka tak bisa tampil sesuai dengan IQ-nya dan sia-sia. Lisa menyebut beberapa langkah penanganan terhadap disleksia:

    1. Menciptakan lingkungan agar anak harus merasa diterima.

    2. Menumbuhkan rasa percaya diri.

    3. Melakukan pendampingan secara intensif.

  • "Kadang orangtua dan lingkungan terlalu menuntut anak untuk mandiri. Padahal anak dengan disleksia butuh pendampingan khusus," kata Lisa. Namun jangan khawatir lho, penyandang disleksia juga punya sisi positif. Biasanya mereka memiliki kemampuan di bidang lain yang baik, bahkan melebihi rata-rata. "Otak pengidap disleksia membaca dengan cara yang tak sama dengan mereka yang tak mengidap disleksia," kata Kristiantini. Biasanya mereka memiliki keunggulan di bidang visual-spasial, kesadaran sosial, penyelesaian masalah, geometri, atau komputer.

  • Disleksia atau tidak, dia tetap anak kita. Dia tidak bisa memilih orangtuanya, begitupun kita, tak bisa memilih anak. Ketimbang memaksakan yang tak bisa dilakukannya, bukankah lebih baik jika kita mengembangkan potensi yang dimilikinya?

  • Advertisement
1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Apakah anak Anda mengalami disleksia? Kenali tanda-tandanya

Anak penyandang disleksia sebetulnya bukan hal aneh, sebab sudah ditemukan sejak tahun 1896. Sayangnya, karena kesulitan membaca dan persepsi visual, mereka kerap dibilang bodoh. Padahal sebenarnya tidak sama sekali.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr