Dampingi Si Kecil belajar berjalan dengan cara yang aman

Dengan 6 cara ini, Anda dapat mendampingi Si Kecil belajar berjalan tanpa rasa was-was

530 views   |   10 shares
  • Menjelang perayaan pertama ulang tahunnya, salah satu milestoneyang paling Anda tunggu dari Si Kecil adalah langkah perdananya. Berjalan tanpa berpegangan dengan percaya diri. Milestone ini secara teoritis dicapai pada rentang usia 12-18 bulan. Namun, beberapa bayi dapat melakukannya sejak usia 9-10 bulan.

  • Umumnya bayi dengan bobot badan berlebih atau yang terlahir prematur, akan mulai berjalan sedikit lebih lama dari teman sebayanya. Atau, jika bayi Anda dapat tengkurap dan merangkak sedikit terlambat, maka ia pun akan mulai berjalan dengan sedikit meleset dari waktu sebenarnya pula.

  • Jika anak Anda telah lewat dari umur 12 bulan, namun belum juga mampu berjalan sendiri, tenanglah dahulu. Hindari memaksa atau memintanya berjalan dengan buru-buru. Anak perlu siap secara fisik dan mental untuk mencapai milestone ini. Selain otot-otot yang siap dan terkoordinasi baik, ia pun perlu percaya diri dan nyaman untuk mencoba serta melakukannya terus-menerus.

  • Sementara itu, Anda dapat membantu persiapannya. Sediakan kondisi yang aman untuk eksplorasinya. Dampingi ia dalam proses belajarnya dan bantu dengan stimulasi yang tepat. Dengan 6 cara ini, Anda dapat mengajari Si Kecil berjalan tanpa rasa was-was.

  • 1. Mengamankan 'medan laga'

  • Sebelum memulai eksplorasinya, pastikan sekitar rumah Anda memiliki risiko kecil bagi anak. Jauhkan kabel-kabel dan tutup stop kontak listrik. Singkirkan tumpukan kardus atau koran yang menggunung. Lindungi pinggiran meja bersudut tajam dengan penutup khusus. Anda juga dapat menggelar mat empuk atau bantal kursi untuk menjadi bantalan anak kala ia terjatuh.

  • 2. Merangkaklah sebelum berjalan

  • Tahukah Anda, otot-otot yang paling diperlukan untuk membuat Si Kecil siap berjalan, bukanlah otot-otot kaki. Ia memerlukan penopang tubuh yang kokoh terlebih dahulu. Jadi, fokuskan penguatan otot-otot anak pada bagian punggungnya. Inilah mengapa anak dianjurkan untuk mendapatkan porsi dan waktu yang cukup untuk menguasai merangkak dengan benar terlebih dahulu. Merangkak akan melatih berbagai aspek yang diperlukan anak sebelum ia siap berjalan. Sebut saja kekuatan otot, keseimbangan, koordinasi, pemahaman spasial, hingga kepercayaan diri. Tak perlu terburu-buru untuk segera mengajaknya berjalan jika anak belum dapat merangkak benar dan lincah.

  • Advertisement
  • 3. Lepaskan alas kaki

  • Tahan dulu godaan untuk memakaikan sepatu jalan atau kaus kaki spesial untuk Si Kecil. Biarkan ia bertelanjang kaki saat mempelajari langkah-langkah pertamanya. Anda pun dapat mengatur posisi telapak kakinya supaya menjejak dengan tepat. Jika lantai Anda terasa dingin, lapisi dengan mattipis yang tidak licin. Beberapa bayi memulai denganberjinjit, biarkan dahulu dan koreksi perlahan. Apabila ia masih terus berjinjit, disertai kelemahan dalam motorik dan koordinasi, segeralah berkonsultasi dengan dokter anak. Ada beberapa kondisi yang dapat mengindikasikan hal ini seperti kelainan otot tendon achilles atau cerebral palsy ringan, dimana rentan terjadi hambatan tumbuh kembang lainnya.

  • 4. Belajar sambil bermain

  • Ikutlah terlibat dalam proses berjalan anak melalui permainan-permainan sederhana, namun seru. Beberapa permainan yang dapat Anda lakukan di antaranya :

    • "Ikuti gerakanku": minta anak menirukan gerakan-gerakan sederhana yang Anda lakukan seperti menepuk kepala, menirukan posisi dan suara hewan berjalan, duduk dan menggerakkan kaki seperti gerakan gunting.

    • Duduk di atas bola besar : dudukkan anak di exercise ball tanpa membiarkan kakinya menjejak lantai, sambil Anda menopang hanya di bagian pinggulnya.

    • Basket mini : minta anak memasukkan bola kecil dari atas sofa ke dalam keranjang, yang terletak pada jarak tertentu dari sofa (Anda dapat mengatur jaraknya sesuai kemampuan anak, menambah jaraknya sedikit demi sedikit).

  • 5. Tak selalu butuh baby walker

  • Penggunaan baby walker marak di kalangan orang tua untuk membantu anak belajar berjalan. Babycenter tidak menganjurkan penggunaan walker ini sebagai media utama pembelajaran kemampuan berjalan karena alasan keamanan. Namun, Anda dapat menggunakan mainan yang perlu didorong dan ditarik saat kemampuan berjalannya sudah mulai terlihat. Push and pull toys dapat Anda gunakan (dalam pengawasan) untuk membangun kepercayaan dirinya. Selain itu, fitur musik dalam mainan akan menambah ketertarikannya untuk terus melangkah.

  • Advertisement
  • 6. Memantau, bukan memaksakan

  • Lepaskan beban dan tekanan dari pundak Anda. Setiap anak memiliki keistimewaan tersendiri. Hindari membandingkan tumbuh kembangnya secara kasat mata. Ada baiknya Anda berkonsultasi rutin dengan dokter anak dan melengkapi grafik tumbuh kembang secara rutin. Pantauan akan terlaksana optimal dengan informasi yang diperbaharui dan teramati dengan seksama.

  • Satu catatan penting, saat Si Kecil mulai berjalan, bukan berarti Anda otomatis terbebas dari menggendongnya. Mengingat staminanya yang masih terbatas, sediakan stroller ringan atau baby carrier yang aman serta sesuai dengan bobot badannya guna membopongnya kala ia merasa lelah melangkah.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Dampingi Si Kecil belajar berjalan dengan cara yang aman

Dengan 6 cara ini, Anda dapat mendampingi Si Kecil belajar berjalan tanpa rasa was-was
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr