10 metode tepat untuk mendisiplinkan balita Anda

Apakah perlu disiplin diterapkan pada anak-anak balita atau menunggu waktu sudah agak besar? Disiplin sejak dini bisa saja diterapkan. Berikut ini merupakan tipsnya bagi Anda.

335 views   |   1 shares
  • Seringkali orang tua merasa kebingungan mencari cara mendisiplinkan anak yang masih balita. Bagaimana sebaiknya, apakah perlu menerapkan disiplin pada anak sejak mereka kecil atau perlu menunggu waktu sudah agak besar?

  • Tahukah Anda, sebenarnya disiplin sudah dapat diterapkan sejak anak masih bayi. Beberapa kebiasaan yang teratur dapat melatih kedisiplinan bagi anak. Berikut 10 metode yang dapat Anda terapkan:

    1. Membuat jadwal teratur setiap hari. Misalnya dengan bangun, sarapan, mandi pagi, tidur siang dan jadwal lainnya dilakukan secara teratur setiap hari. Menanamkan keteraturan sejak dini secara tidak langsung membangun kebiasaan anak dan membentuk jam biologisnya. Mereka dituntut disiplin untuk mengikuti ritme yang telah Anda tata sehingga nantinya secara otomatis mereka akan terbiasa melakukannya tanpa harus diperintah terlebih dahulu. Tapi tentunya Anda perlu membangun kebiasaan ini dengan sabar dan bertahap.

    2. Beritahu anak konsekuensi dari setiap perbuatannya dan jangan pernah bosan mengingatkan mereka konsekuensi tersebut. Nantinya mereka akan memahami sebab akibat dari perbuatannya dan urung melanggar hal-hal yang berakibat tidak baik.

    3. Berikan teladan baik pada anak lewat contoh-contoh disiplin. Memberi disiplin lewat contoh dinilai jauh lebih efektif karena sebagian besar tingkah laku balita mengimitasi keadaan di sekitarnya. Ketika menginginkan balita untuk disiplin makan di meja makan, alangkah baiknya jika semua orang dalam keluarga Anda makan di meja makan. Jika balita melihat salah satu dari keluarga Anda makan di kasur misalnya, maka pelajaran disiplin tersebut bisa rusak.

    4. Untuk mendisiplinkan balita diperlukan komitmen antara orang tua dan seisi rumah tersebut. Jangan sampai, kemauan ibu berbeda dengan ayah. Disiplin dari ibu namun dimanjakan oleh kakek nenek. Hal ini dapat membuat balita kebingungan harus meneladani yang mana?

    5. Kompromi berlaku saat balita sudah dapat diajak berkomunikasi dan mengerti tentang suatu keadaan. Misalnya kompromi jika sudah selesai makan, mendapat waktu bermain selama beberapa waktu atau kompromi lain yang tentunya menguntungkan kedua belah pihak. Di sisi lain balita Anda akan termotivasi untuk disiplin melakukan suatu hal karena kompromi tersebut.

    6. Tidak stres dan jadwal yang tepat. Dalam menerapkan disiplin sebaiknya dalam kondisi yang tidak stres dan pilihlah jadwal yang tepat. Misalnya tidaklah cocok jika baru pindah rumah, langsung menerapkan disiplin untuk anak Anda. Bisa jadi Anda dan anak sama-sama stres.

    7. Jangan terlalu ketat pada hal-hal yang tidak prinsipil. Untuk hal-hal yang bukan prinsip, disiplin masih bisa dibicarakan dan dikompromikan antara orang tua dan anak. Misalnya kesukaan anak membawa selimut lusuh saat bepergian, yang mungkin membuat Anda merasa risih. Coba diskusikan dan berkompromi mendiskusikan dengan anak apakah selimut bisa ditukar dengan misalnya boneka atau hal lain yang ia sukai.

    8. Konsisten. Diperlukan komitmen oleh orang tua untuk menerapkan aturan secara konsisten agar mereka tidak kebingungan. Inkonsistensi menerapkan aturan dapat membuat balita kehilangan kepercayaan pada Anda dan tidak mau mengikuti pola disiplin Anda.

    9. Time out. Time out kadang diperlukan untuk menjelaskan pada balita konsekuensi dari perbuatan yang telah ia lakukan. Alih-alih memarahi balita yang ujung-ujungnya belum tentu membuat balita paham, 'time out' menerapkan balita untuk duduk sejenak pada kursi time out dan Anda bertugas untuk menemaninya dan menjelaskan pada balita di mana kesalahannya.

    10. Disiplin pada balita sebaiknya didasari oleh alasan yang jelas. Pada balita yang sudah bisa berpikir matang, mereka bisa bertanya apa sebenarnya manfaat dari Anda menyuruhnya disiplin. Jelaskan alasannya agar anak mengerti dan tidak terpaksa dalam menjalankan disiplin.

  • Advertisement
  • Tips di atas bisa sedikit banyak membantu bagaimana menerapkan disiplin pada anak balita. Sebenarnya secara garis besar menerapkan disiplin pada balita sama dengan disiplin pada orang dewasa, cuma cara penyampaiannya saja yang sedikit berbeda. Jangan lelah dan bersabarlah untuk menjelaskan pada anak, jikalau mereka sering lupa mengikuti aturan.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Nuria adalah lulusan Teknik Elektro UGM. Nuria mengawali karir sebagai praktisi bidang IT di salah satu perusahaan swasta, Menulis adalah salah satu kegemaran saya untuk mengekspresikan dan sharing tentang hal-hal yang bermanfaat.

10 metode tepat untuk mendisiplinkan balita Anda

Apakah perlu disiplin diterapkan pada anak-anak balita atau menunggu waktu sudah agak besar? Disiplin sejak dini bisa saja diterapkan. Berikut ini merupakan tipsnya bagi Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr