Sering bertengkar dengan calon sebelum naik pelaminan. Normalkah?

Jalan menuju sebuah pernikahan, tidak selalu mulus. Bahkan lebih sering, berbagai kejutan baru muncul di saat-saat memersiapkan langkah menuju ke pelaminan. Ini yang kerap membuat pasangan bertengkar. Bagaimana sih sebenarnya?

3,383 views   |   32 shares
  • Sedang sibuk mempersiapkan pernikahan? Selamat datang ke fase penuh 'pertikaian' dengan pasangan. Lho, kok? Ya, hal ini sangat wajar dan seringkali dialami pasangan yang siap melangkah ke jenjang selanjutnya. Dengan segala persiapan yang rumit, sifat asli masing-masing juga karakter keluarga pun baru muncul ke permukaan.

  • Kerap kali pertengkaran antar pasangan jadi tak terhindarkan. Banyak hal yang biasanya menjadi pemicunya. Biasanya karena khawatir akan kelancaran hari H, mulai merasakan takut akan perubahan status yang diiringi dengan tanggung jawab besar. Belum lagi mulai munculnya berbagai keraguan terhadap pasangan, yang tadinya tak terasa. Berbagai kesibukan keluarga besar saat persiapan dan kesibukan masing-masing serta harus membagi waktu untuk mempersiapkan acara dengan tanggung jawab kerjaan juga seringkali menjadi pemicu pertengkaran.

  • Menurut psikolog Anna Surti Ariani,beda pendapat sebelum pernikahan adalah hal yang wajar. Namun jika dilihat dari sisi lain, hal-hal semacam ini juga termasuk bentuk ujian yang akan membantu Anda untuk mengenal dirinya, mengenal diri Anda sendiri saat menghadapi pasangan, dan belajar menyelesaikan masalah bersama sampai tuntas. "Jika saat menghadapi masalah-masalah sepele saja Anda atau pasangan mudah terpancing, maka bisa jadi lebih parah lagi kelak ketika dalam menjalani pernikahan," tambahnya.

  • Pamela Paul, penulis buku The Starter Marriage and the Future of Matrimony, mengatakan bahwa dua tahun pertama pernikahan kerap dinyatakan dalam dua pendapat. Pertama, dianggap sebagai masa-masa terindah dan penuh cinta. Kedua, dianggap sebagai masa-masa terberat karena harus menghadapi transisi besar.

  • Nah, menurutnya, pasangan yang menikah terburu-buru, biasanya belum menuntaskan masa "jatuh cinta menggebu dan ingin segera memiliki". Mereka ini biasanya justru akan menghadapi masa "testing" di saat pernikahan telah berlangsung. Sementara yang telah berhasil melewati tes berat adaptasi dan saling mengenal di masa penjajakan sebelum menikah, biasanya akan memasuki gerbang pernikahan dengan lebih matang. Pertengkaran saat mempersiapkan pernikahan, adalah salah satu tes yang harus bisa terlewati dengan baik.

  • Advertisement
  • Kecocokan personality,cara pandang, visi misi, nilai-nilai, dan tujuan ke depan justru akan muncul dengan jelas sepanjang konflik terjadi, katanya. Inilah filter penting dalam menetapkan pilihan apakah Anda dan dia dapat melangkah ke jenjang pernikahan, dan menjadi sejoli yang dapat bekerja sama dengan baik?

  • Lagi pula, menurut Nina, ketika Anda telah memutuskan menikah, seharusnya Anda sudah yakin benar dengan si calon pasangan. Seleksi pasangan pun sebaiknya terjadi sebelum ada pembicaraan tentang pernikahan. Jika sebelum memutuskan menikah Anda berdua telah mempertimbangkan keselarasan, maka keributan selama persiapan pernikahan bukanlah halangan.

  • Namun jika sifat aslinya memang baru terlihat saat jelang pernikahan, maka saat ini adalah saat terpenting untuk menggali informasi tentang pasangan dari semua orang yang mengenalnya. Bisa dari keluarga besar, sahabat, teman, kolega di kantor, tetangga atau siapa pun.

  • Dalam buku Marital Conflict: Relations Among Behaviors, Outcomes, and Distress_ yang ditulis Paul Koren, Kathe Carlton dan David Shaw, dijelaskan juga hal serupa. Pertengkaran sebelum pernikahan, dalam buku ini, justru membuka jalan bagi setiap orang untuk menganalisis alasan terjadinya pertengkaran, dan proses belajar terbaik agar mampu melewati konflik tanpa membuat ikatan menjadi retak.

  • Hal ini bisa menjadi baik jika setelah pertengkaran, keduanya mampu mengeskalasi dan meregulasi berbagai emosi negatif. Kemudian jadi mampu memahami perspektif pasangan, meski Anda tidak setuju dengan hal itu. Selain itu, keduanya pun bisa belajar untuk memerlakukan pasangan tetap dengan respek meski berada dalam konflik. Serta tentu saja akan memperkuat bonding juga mengenal hubungan yang akan Anda lakukan seumur hidup, nantinya.

  • Banyak hal yang bisa terjadi dalam proses menjelang pernikahan. Dan ini adalah sesuatu yang amat alami. Maka, jika tes konflik sebelum menikah ini tak bisa dilewati dengan baik, setidaknya Anda takkan terjebak dalam hubungan seumur hidup dengan orang yang salah. Membangun kepercayaan saat menikah, merupakan hal yang penting. Konflik seperti ini akan menuntun langkah kecil Anda dalam melakukannya.

  • Advertisement
  • Jadi, dalam buku ini tertera bahwa, fase sebelum menikah ini memang harus menjadi tes terbesar sebelum benar-benar menikah. Kedua belah pihak harus menyamakan visi misi, tujuan, kepercayaan dan nilai-nilai yang akan dijalani berdua. Jadi, tak ada salahnya bertengkar sebelum menikah. Bahkan bisa jadi hal baik kok.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Sering bertengkar dengan calon sebelum naik pelaminan. Normalkah?

Jalan menuju sebuah pernikahan, tidak selalu mulus. Bahkan lebih sering, berbagai kejutan baru muncul di saat-saat memersiapkan langkah menuju ke pelaminan. Ini yang kerap membuat pasangan bertengkar. Bagaimana sih sebenarnya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr