5 dampak yang tidak Anda sadari jika terlalu sering mengancam anak

Ancaman tidak akan pernah bisa menumbuhkan respek di dalam hati anak. Sebaliknya, dalam jangka panjang hubungan orangtua dan anak menjadi renggang dan tidak lagi harmonis.

1,741 views   |   34 shares
  • Beberapa waktu yang lalu saat saya dan suami sedang berbelanja, tiba-tiba kami melihat sebuah pemandangan yang miris menurut saya. Seorang ibu nampak kesal kepada buah hatinya usia sekitar 5 tahun, tiba-tiba memukul anak kecil itu sembari mengacungkan jari telunjuk ke arahnya. Si anak tampak tidak memahami maksud ibunya, ia terus saja meronta dan membuat orang-orang di sekeliling melihat ke arah mereka.

  • Sebagai seorang ibu juga, saya ingin memprotes perilaku ibu tersebut. Namun suami saya buru-buru melarang untuk ikut campur urusan orang lain. Sayang sekali, padahal saya tahu (dan berusaha menjelaskan kepada suami) bahwa melakukan ancaman dalam bentuk apapun akan dapat memberikan efek traumatis yang bertahan lama.

  • Saya yakin sebagai orangtua yang baik dan penuh kasih, Anda akan setuju dengan saya. Ancaman kepada anak kecil adalah bentuk dari kegagalan pola asuh orangtua. Melalui artikel ini saya ingin mengajak kepada para orangtua di manapun Anda berada, hentikan kebiasaan mengancam kepada anak-anak.

  • Mungkin di antara Anda ada yang bertanya mengapa hal ini tidak boleh dilakukan? Ketika Anda menyadari dampak serius yang ditimbulkan dari kebiasaan mengancam, maka Anda akan berpikir dua kali sebelum melakukannya.

  • 1. Membuat anak makin berani melawan

  • Ketika orangtua berharap bisa menanamkan kepatuhan melalui ancaman, maka sejatinya orangtua telah mengajarkan kepada anak bagaimana cara melawan. Ancaman bukanlah cara terbaik untuk membuat anak jera. Anak-anak butuh diberi penjelasan melalui teguran yang mendidik.

  • 2. Menghilangkan kecerdasan anak

  • Anak-anak yang kerap menerima perlakuan semacam ini tidak akan mampu mengembangkan kecerdasan mereka. Sebab apapun yang akan mereka lakukan selalu dibayang-bayangi ketakutan kepada orangtua.

  • 3. Hubungan antara orangtua dan anak menjadi tidak sehat

  • Orangtua sebagai pihak yang seharusnya dekat dengan anak, dapat berbalik menjadi satu-satunya orang yang paling dibenci. Ancaman tidak akan pernah bisa menumbuhkan respek di dalam hati anak. Sebaliknya, dalam jangka panjang hubungan orangtua dan anak menjadi renggang dan tidak harmonis lagi.

  • 4. Membuat anak tumbuh menjadi penakut

  • Rasa percaya diri anak tumbuh melalui kasih serta dukungan dari orangtua. Namun, ketika orangtua memberikan ancaman dengan tujuan mengendalikan perilaku, maka anak-anak dengan sendirinya akan tumbuh menjadi pribadi penakut.

  • Advertisement
  • 5. Membuat anak mudah berpikir negatif

  • Karena kerap mendapatkan ancaman anak-anak akan kesulitan untuk berpikir secara positif. Sebaliknya, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang paranoid dan selalu menaruh curiga kepada orang lain. Anak-anak dengan kondisi demikian pada akhirnya akan kesulitan untuk berbaur dan menjadi bagian dalam masyarakat luas.

  • Lalu, bagaimana sebaiknya Anda sebagai orang tua menyikapi anak yang tidak menurut?

  • 1. Tunjukkan kesalahan anak melalui cara persuasif dengan memberikan penjelasan dan teladan.

  • 2. Perbaiki sikap Anda dan gunakan tutur bahasa yang baik saat menasihati mereka.

  • 3. Ingat selalu perilaku positif anak ketimbang selalu mengungkit kesalahannya.

  • 4. Alih-alih mengancam, coba berikan pujian secara tulus kepada anak. Contoh: alih-alih mengatakan "Awas kalau sampai terlambat, ibu akan menghukummu," sebaiknya ganti dengan "Ibu akan sangat bangga jika kamu bisa pulang tepat waktu."

  • 5. Jadilah role model tanpa memberikan predikat nakal pada anak.

  • 6. Bersikaplah lembut kepada anak.

  • 7. Tunjukkan konsistensi.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Saya adalah seorang karyawan di salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia. Saya juga saat ini sedang menempuh kuliah untuk mengejar gelar sarjana saya. Untuk mengisi waktu luang saya memanfaatkannya dengan menulis dan membaca.

5 dampak yang tidak Anda sadari jika terlalu sering mengancam anak

Ancaman tidak akan pernah bisa menumbuhkan respek di dalam hati anak. Sebaliknya, dalam jangka panjang hubungan orangtua dan anak menjadi renggang dan tidak lagi harmonis.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr