Lulus ASI Eksklusif 6 bulan, kapan si kecil boleh minum susu tambahan?

ASI adalah makanan terpenting bagi bayi, dimulai dari eksklusif enam bulan pertama kemudian bersanding dengan MPASI hingga dua tahun usianya. Namun, jika ASI eksklusif sudah diberi, bisakah ia mulai meminum susu sapi?

366 views   |   3 shares
  • Sejumlah nutrisi penting untuk menunjang tumbuh kembang tubuh dan otak bayi diharapkan terpenuhi dari ASI. Nutrisi ini meliputi asam lemak esensial, protein, sejumlah vitaimin B-kompleks, beberapa mineral penting terutama kalsium, zat besi, yodium, dan seng. Secara alami, ASI sudah mengandung seluruh nutrisi penting tersebut.

  • Karena itu, ASI dianjurkan untuk diberi kepada anak hingga usia dua tahun. Lalu, kapan sebaiknya kita bisa memberinya susu sapi? Menurut buku Makanan Sehat Alami tulisan ahli gizi, Wied Harry Apriadji, ASI maupun susu sapi mengandung nutrisi penting bagi pertumbuhan. Namun, keunggulan nutrisi setiap jenis susu tersebut dikhususkan untuk mahluk pemiliknya. Bukan untuk mahluk lain lintas spesies. Jadi, klaim susu sapi baik untuk bayi dan balita manusia, sebagaimana selama ini gencar diiklankan, perlu disikapi secara kritis.

  • Ya, dibandingkan ASI, susu sapi lebih kaya protein. Alam memberikan kelebihan ini karena bayi sapi harus segera bisa mandiri setelah dilahirkan, mulai dari berdiri, berjalan, hingga berlari. Sebab sang induk tak mungkin merawat bayinya dengan periode waktu yang sama seperti manusia merawat bayinya hingga bisa berjalan sendiri. Nah, kandungan protein yang didapatkan dari ASI justru tepat bagi anak manusia karena sistem perncernaan bayi manusia masih sangat rentan. Kandungan laktabulmin susu sapi berupa ikatan beta, sehhingga menjadikan protein susu sapi sulit dicerna oleh sistem pencernaan bayi manusia.

  • Selain itu, susu sapi pun tidak memiliki kandungan enzim alami seperti yang dimiliki ASI. Adanya enzim alami dalam ASI ini memudahkan kerja sistem pencernaan bayi, yang memang belum dapat bekerja dengan sempurna. Berkat enzim ini, proses pencernaan ASI hanya menghasilkan sedikit sampah metabolisme, sehingga tugas ginjal membuang sampah hasil metabolisme ASI menjadi ringan

  • Ini tak hanya berlaku untuk bayi dibawah enam bulan saja, menurut Wied Harry, namun juga hingga usia bayi dua tahun. Nanti, setelah berusia dua tahun, tubuh anak secara alami tidak lagi memproduksi enzim cerna susu. Inilah sebabnya, balita, sebaiknya tidak perlu mengonsumsi susu sapi karena memberatkan fungsi organ cernanya. Untuk mencukupi nutrisi, anak bisa mendapatkannya dari beragam jenis makannan bergizi dengan porsi yang cukup.

  • Sementara menurut buku Health Wars, tulisan seorang peneliti kesehatan dari Inggris, Phillip Day, menuliskan bahwa setelah enam bulan, bayi harus mengenal makanan dan bukannya susu sapi. Tidak perlu khawatir kekurangan kalsium, sebab kebutuhan manusia terhadap kalsium tak perlu berlebihan. Dalam ASI, kadar kalsium sebanyak 34 miligram/100 gram. Sementara di dalam susu sapi ada 143 miligram/100 gram.

  • Advertisement
  • Kandungan protein dalam susu sapi, juga disinggung Day. Menurutnya kandungan protein yang dikenal sebagai kasein pada susu sapi 300 kali lebih tinggi ketimbang ASI. Kabar buruknya, penggumpalan kasein dalam saluran cerna manusia mudah terjadi, dan gumpalan besar, keras, padat ini sulit untuk dicerna. Akibat terberatnya bukan sekadar sembelit, namun juga gangguan penyerapan zat gizi lainnya yang penting.

  • Terbentuknya asal akibat susu sapi juga menyebabkan masalah metabolisme lebih lanjut karena tubuh manusia justru membutuhkan suasana basa agar dapat berfungsi dengan baik. Dari konvensi dunia; World Breastfeeding Week, Elizabeth Sterken, nutrisionis dari INFACT Canada/Amerika Utara menyatakan bahwa susu selain ASI menyebabkan; meningkatnya risiko asma, alergi, penurunan perkembangan kecerdasan, peningkatan risiko infeksi saluran napas atas, risiko diabetes, infeksi pencernaan dan penyakit kardiovaskular, serta masih banyak lagi.

  • Tambahan lainnya, susu komersial biasanya mengalami berbagai proses seperti pasteurisasi dan homogenisasi. Pasteurisasi, merusak semua enzim yang berharga. Sementara pankreas manusia tak selalu mampu menghasilkan enzim-enzim tersebut untuk mencerna susu. Akibatnya "pemaksaan" pankreas untuk bekerja keras berujung pada masalah diabetes dan banyak penyakit lain. Sementara homogenisasi biasanya membuang lemak susu yang membuat nilai sebuah susu sebenarnya sudah tidak ada lagi.

Baca, hidupkan, bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Lulus ASI Eksklusif 6 bulan, kapan si kecil boleh minum susu tambahan?

ASI adalah makanan terpenting bagi bayi, dimulai dari eksklusif enam bulan pertama kemudian bersanding dengan MPASI hingga dua tahun usianya. Namun, jika ASI eksklusif sudah diberi, bisakah ia mulai meminum susu sapi?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr