Ketika orang lain menghakimi cara pengasuhan kita

Gaya parenting apa yang Anda terapkan pada anak Anda? Lalu, bagaimana sikap Anda ketika orang lain "mengadili" cara Anda parenting?

324 views   |   7 shares
  • Parenting atau yang sering kita sebut dengan pola asuh adalah cara pengasuhan yang dilakukan masing-masing orangtua terhadap anaknya mulai dari si anak lahir sampai ia tumbuh dewasa. Parenting merupakan proses di mana setiap orangtua mengasuh, mendidik, membimbing, mengajar dan mendukung perkembangan anak baik secara fisik maupun mental dengan tujuan untuk menghasilkan anak yang baik sesuai harapan setiap orangtua.

  • Orangtua sangat berpengaruh dalam hal parenting. Sebenarnya semua anggota keluarga lainnya juga bisa ikut serta dalam proses parenting anak, tetapi karena orangtua yang memiliki hubungan paling dekat dengan anak, maka proses parenting adalah tugas dan tanggung jawab setiap orangtua.

  • Secara garis besar, semua orangtua di dunia ini mengharapkan yang terbaik bagi anak mereka. Tidak ada orangtua yang menginginkan anaknya menjadi anak yang nakal, anak yang sakit-sakitan, anak yang kuper atau anak yang pembangkang. Tetapi, pola asuh atau cara mendidik yang diberikan masing-masing orangtua tidaklah sama meskipun tujuannya sama.

  • Banyak hal yang membuat parenting setiap orangtua berbeda satu sama lain. Faktor sosial ekonomi, lingkungan, perkembangan zaman, pendidikan orangtua, kepribadian orangtua, atau faktor turunan yang berlaku dalam keluarga. Perbedaan-perbedaan tersebut menjadi faktor mengapa gaya parenting setiap orangtua berbeda.

  • Dampak dari pola asuh yang Anda terapkan akan terlihat dari kehidupan anak sehari-hari. Di situlah orang lain dapat menilai atau menebak pola pengasuhan Anda. Gaya parenting apa yang Anda terapkan pada anak Anda? Lalu, bagaimana sikap Anda ketika orang lain "mengadili" cara Anda parenting?

  • "Sudah pasti hal tersebut akan terjadi. Tidak perlu jauh-jauh, terkadang mertua saya sendiri yang sedikit komplain dengan cara parenting saya. Mungkin bukan mengadili tetapi lebih kepada memberi masukan. Namanya juga orangtua, bagaimana pun saya harus menghormati pendapatnya. Bagi mertua saya, katanya saya terlalu keras mendidik anak saya, padahal saya hanya mengajarkan kedisiplinan kepada anak saya. Sebagai contoh, ketika Revo (anak saya) selesai bermain, saya mengharuskan dia untuk membereskan mainannya sendiri. Meskipun usianya masih 4 tahun, dari kecil saya mengajarkan hal tersebut. Agar dia belajar tanggung jawab terhadap mainannya. Nah, saat mertua saya melihat saya memerintah Revo untuk membereskan mainannya segitu banyaknya sendiri, saya lalu ditegur, katanya kasihan Revo masih kecil, jangan disuruh-suruh gitu. Lalu saya jelaskan bahwa semuanya untuk kebaikan Revo kelak." (Meilani, 31 tahun, Kediri)

  • Advertisement
  • "Dulu, aku lahir, tumbuh dan besar dalam lingkungan keluarga yang bisa dibilang keras. Pola asuh yang diterapkan adalah pola asuh otoriter. Ayah, ibu adalah orang yang sangat-sangat disiplin. Banyak peraturan yang dibuat oleh mereka. Salah sedikit, dihukum. Bantah sedikit, dimarahi. Mau pergi sama teman, tidak boleh kecuali urusan yang berhubungan dengan sekolah. Akhirnya aku tumbuh menjadi anak yang kaku, penakut, dan kurang percaya diri. Kehidupan sosialku menjadi hambar. Sampai akhirnya aku dewasa dan menikah, kehidupanku mulai berubah. Aku sadar bisa sukses dan berhasil juga karena campur tangan dan doa orangtua. Tetapi, aku tidak mau mengulang cara parenting atau gaya pengasuhan orangtuaku terhadap anak-anakku. Meskipun kadang ayah atau ibuku protes terhadap caraku mendidik anak-anakku, aku iya-iya saja dan menjelaskan bahwa beginilah cara aku mendidik anak-anak. Aku harus bisa konsisten terhadap keputusan yang aku ambil dalam menerapkan cara aku parenting." (Bobby, 35 tahun, Kediri)

  • Dalam hal ini, Anda sebagai orangtua bisa belajar dari pengalaman diri Anda sendiri. Anda tidak boleh egois terhadap ambisi Anda sendiri. Pikirkan juga apa yang menjadi keinginan anak. Komunikasi dua arah sangat penting Anda lakukan. Dengarkan juga apa yang menjadi uneg-uneg anak, jangan keinginan Anda saja yang mau didengarkan anak. Buat anak juga merasa nyaman dengan pola asuh yang Anda berikan. Agar dalam menjalani hari-hari, Anda tidak tertekan. Anda wajib tegas tetapi tidak perlu keras. Meskipun ada aturan yang Anda buat, anak-anak juga berhak mendapatkan kebebasan dalam berkreasi namun tetap dalam pengawasan Anda. Bagaimana dengan cara parenting Anda?

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Ketika orang lain menghakimi cara pengasuhan kita

Gaya parenting apa yang Anda terapkan pada anak Anda? Lalu, bagaimana sikap Anda ketika orang lain "mengadili" cara Anda parenting?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr