Ambisi versus Kebahagiaan

Tidak ada salahnya memiliki ambisi, asalkan Anda tidak mengorbankan hal-hal yang lebih penting. Jika karena ambisi Anda mengorbankan waktu Anda bersama keluarga, dapat dipastikan Anda akan mencapai ambisi Anda namun kehilangan kebahagiaan.

878 views   |   1 shares
  • Pernahkah Anda berpikir, "Bila aku mempunyai gaji satu milyar rupiah aku akan bahagia"? Ambisi seperti ini ada kebaikannya namun ada juga keburukannya. Di satu pihak hal itu memacu Anda untuk bekerja lebih keras atau berusaha mencapai kedudukan lebih tinggi, di lain pihak Anda akan merasa stres bila cita-cita ini tidak tercapai padahal Anda sudah mati-matian kerja keras. Apakah kebahagiaan Anda tergantung pada masa yang akan datang yang ada dalam impian Anda? Mengapa Anda tidak merasa bahagia dengan keadaan Anda sekarang?

  • Ambisi

  • Ketika masih duduk di bangku sekolah dasar saya kagum melihat murid-murid sekolah lanjutan pertama. Dalam pandangan saya mereka sudah jauh lebih besar dan pandai daripada saya yang masih di sekolah dasar. Namun ketika saya sendiri duduk di sekolah lanjutan pertama saya tidak merasa bahwa saya jauh lebih besar dan pandai, sebaliknya saya mengagumi murid-murid yang sudah di sekolah lanjutan atas. Begitu pula waktu saya sendiri duduk di sekolah lanjutan atas saya merasa diri saya biasa-biasa saja, tidak ada sesuatu yang perlu dikagumi. Hal ini bisa terjadi dalam kehidupan sehari-hari lainnya, dalam pekerjaan kita, dalam rumah tangga dan seterusnya. Anda yang masih lajang mungkin berpikir alangkah senangnya kalau saya sudah menikah. Ternyata sesudah menikah lima tahun Anda mendambakan seorang anak yang tidak kunjung datang juga. Kembali Anda berpikir alangkah senangnya kalau saya mempunyai anak. Begitu pula dengan pekerjaan. Sewaktu Anda menganggur Anda berpikir alangkah senangnya kalau saya mempunyai pekerjaan saya dapat membeli ini dan itu. Namun sewaktu Anda mendapat pekerjaan, Anda berpikir alangkah senangnya kalau saya menjadi bos, gaji besar tugas cuma memerintah sana sini.

  • Tidak pernah puas

  • Manusia cenderung tidak merasa puas dengan apa yang dimilikinya. Rasa tidak puas inilah yang membuat manusia mencari kemajuan. Namun rasa tidak puas juga dapat menjadi sumber ketidakbahagiaan. Seorang gadis remaja dari kota kecil di Utah, AS, berhasil meraih ambisinya. Sebagai anak angkat dalam sebuah keluarga Mormon dia sering melihat ibunya menjahit. Sehabis lulus sekolah lanjutan dia memutuskan untuk sekolah di Paris, pusat mode dunia. Karena sosok tubuhnya yang tinggi semampai dia banyak dipakai sebagai model. Di samping itu dia juga mencapai cita-citanya menjadi perancang mode terkenal. Selanjutnya dia menjadi pacar seorang musisi terkenal dunia, Mick Jagger, penyanyi Rolling Stone sejak tahun 2001. Apakah dia bahagia dengan segala yang dicapainya? Di bulan Maret 2014 asistennya menemukan L'Wren Scott meninggal di rumahnya karena gantung diri. Seandainya dia memilih tetap tinggal di kotanya yang cuma berpenduduk beberapa ratus orang dan menjalani kehidupan seperti gadis-gadis lain sekotanya mungkin dia masih hidup sebagai Luann Bambrough sampai hampir seratus tahun.

  • Advertisement
  • Prioritas

  • Tidak setiap orang memiliki ambisi seperti L'Wren Scott. Kebanyakan gadis lebih memilih menyelesaikan pendidikannya, bertemu dengan calon teman hidupnya, menikah, mempunyai anak dan menjadi ibu rumah tangga yang mungkin berkarir atau tidak berkarir. Apakah kehidupan seperti ini membosankan? Ataukah kebahagiaan itu identik dengan kebosanan? Saya rasa tidak. Kebahagiaan identik dengan kemampuan Anda untuk merasa bersyukur dengan apa yang Anda miliki, tidak peduli apakah Anda mempunyai sedikit saja atau berkelimpahan. Tidak ada salahnya memiliki ambisi, asalkan Anda tidak mengorbankan hal-hal yang lebih penting. Harus ada prioritas yang benar dalam hidup Anda. Jika karena ambisi Anda mengorbankan waktu Anda bersama keluarga, dapat dipastikan Anda akan mencapai ambisi Anda namun kehilangan kebahagiaan. Jika karena ambisi Anda meninggalkan kepercayaan dan agama Anda, Anda menggali kuburan kesengsaraan Anda sendiri.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Ambisi versus Kebahagiaan

Tidak ada salahnya memiliki ambisi, asalkan Anda tidak mengorbankan hal-hal yang lebih penting. Jika karena ambisi Anda mengorbankan waktu Anda bersama keluarga, dapat dipastikan Anda akan mencapai ambisi Anda namun kehilangan kebahagiaan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr