ASI. Hak bayi yang tidak bisa ditawar-tawar.

Pengetahuan adalah yang terpenting. Seorang ibu harus tahu, bahwa tidak ada yang bisa menggantikan apa yang terkandung di dalam ASI. Ya, susu formula termahal sekalipun.

465 views   |   7 shares
  • Saya tergerak untuk menuliskan artikel ini setelah menyaksikan sebuah video investigasi yang jujur saja, menyayat hati. Jika Anda seorang ibu, atau calon ibu, luangkanlah waktu sejenak untuk menonton video ini. Untuk pengetahuan kita bersama.

  • Video investigasi ini dibuat oleh sebuah program berita investigatif dari stasiun televisi Prancis, dan dipublikasikan pada sekitar tahun 2015 silam.

  • Dari video tersebut, silakan Anda menarik kesimpulan sendiri. Bagi saya, video ini menggambarkan kenyataan pahit. Tapi, tanpa menyinggung sebuah merek atau perusahaan produsen susu formula tertentu, melalui tulisan ini saya hanya ingin berbagi tentang pentingnya Air Susu Ibu bagi kelangsungan hidup anak-anak kita.

  • Bersyukurlah para ibu yang bisa menyusui bayi mereka. Terlebih lagi, jika bisa memberikan ASI Eksklusif (pemberian ASI selama enam bulan). Terlebih lagi, jika bisa 'lulus' menyusui hingga anak berusia dua tahun.

  • Tetapi, harus juga diketahui bahwa tidak sedikit ibu yang tidak bisa menyusui langsung bayi mereka karena banyak sebab. Salah satunya, karena si ibu mengidap penyakit menular atau mengalami infeksi yang berisiko bagi bayi mereka.

  • Maaf, bukan bermaksud menyinggung perasaan ibu yang memutuskan untuk memberikan susu formula kepada bayi mereka—tetapi, masalah puting lecet, berdarah, mastitis, puting datar, lelah karena harus terus memompa, harus bekerja sambil menyusui—tidak bisa saya masukkan ke dalam daftar alasan mengapa seorang ibu memutuskan berhenti atau tidak memberikan ASI.

  • Saya memiliki bekal pengetahuan tentang betapa pentingnya ASI secara tidak sengaja. Jujur saja, bukan dari seminar tentang laktasi, bukan dari kelas parenting atau apapun itu. Kesimpulan bahwa pemberian ASI itu tidak bisa ditawar-tawar saya dapatkan dari banyak mengikuti perkembangan akun twitter Ayah ASI.

  • Dari sana, saya banyak membaca tentang seluk beluk pemberian ASI termasuk lewat situs mereka.

  • Waktu itu, saya belum menikah. Apalagi hamil dan punya anak seperti sekarang. Menggali info tentang pentingnya ASI pun saya dapatkan hanya ketika sekadar 'berkelana' alias browsing di sosial media.

  • Advertisement
  • Banyak sekali cerita perjuangan yang dilakukan oleh para ibu dalam proses menyusui bayi mereka. Semuanya menginspirasi. Diantaranya, adalah cerita perjuangan melawan sakitnya menyusui. Luka, lecet, berdarah, perih, tidak mendapatkan dukungan keluarga, dilema karena harus sambil bekerja, memompa ASI hingga kehabisan tenaga dan masih lain sebagainya.

  • Saya bersyukur, pengetahuan yang saya dapatkan dari ketidaksengajaan ternyata mampu menyelamatkan saya dari 'gempuran' saran pemberian susu formula yang dilakukan berkali-kali oleh suster di rumah sakit—lantaran level bilirubin anak saya saat itu semakin menurun.

  • Memang, di hari pertama dan ke-2 pasca melahirkan ASI saya masih belum lancar keluar. Tapi karena saya tahu bahwa bayi yang baru lahir punya kemampuan untuk bertahan tidak minum hingga 3 hari lamanya. Alhasil, saya keukeuhuntuk memberikan anak saya ASI apapun yang terjadi. Upayanya, mulai dari pijat payudara, pijat di punggung, minum jus buah pare mentah, jus daun katuk, minum teh pelancar ASI, apapun!

  • Kembali lagi, tidak ada yang mampu menggantikan ASI. Mulai kandungannya, manfaatnya dalam jangka pendek maupun panjang hingga proses menyusui yang ternyata juga mampu mempererat hubungan emosional antara ibu dan bayi.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Lulus sebagai Sarjana Sastra dan menjabat sebagai Content Manager www.keluarga.com. Wiwin mengawali kariernya di media cetak harian nasional tertua di Indonesia, mengasah kemampuannya sebagai jurnalis mulai dari reporter junior hingga editor senior di beberapa majalah gaya hidup asing dan lokal Indonesia.

Situs: http://wiwinwiw.wordpress.com

ASI. Hak bayi yang tidak bisa ditawar-tawar.

Pengetahuan adalah yang terpenting. Seorang ibu harus tahu, bahwa tidak ada yang bisa menggantikan apa yang terkandung di dalam ASI. Ya, susu formula termahal sekalipun.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr