Mendeteksi kanker lewat cek darah. Bisakah?

Kanker telah membunuh jutaan orang setiap saatnya di dunia. Karena itu para peneliti berlomba-lomba menemukan cara mengatasi dan menurunkan jumlah penderitanya. Salah satu penemuan yang masih ramai dibicarakan adalah tes darah.

3,018 views   |   5 shares
  • Bukan cerita baru lagi bahwa kanker adalah pembunuh mengerikan. Karena itu, banyak pihak terus melakukan penelitian terkait kanker. Dan belakangan isu yang masih hangat dibahas adalah mengenai penelitian beberapa ahli dari berbagai negara, bahwa pemeriksaan darah dapat mendeteksi penyakit kanker lebih dini. Sehingga tindakan pengobatan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kanker keburu menyebar dan parah.

  • Salah satunya adalah tim peneliti Universitas Kopenhagen Denmark meyakini kanker payudara bisa dicegah lima tahun sebelumnya dengan melakukan tes darah. Prediksi ini bahkan memiliki akurasi hingga 80 persen, atau lebih akurat daripada tes mamografi yang hanya memiliki tingkat akurasi 75 persen. Demikian seperti dilansir dari The Telegraph.

  • Tahun 2014, sebuah studi yang melibatkan 13 ribu wanita menemukan bahwa 'screening' melalui mamografi telah gagal mendeteksi lebih dari 2.000 kasus kanker payudara per tahun di Inggris saja. Selain itu mamografi pernah salah memperingatkan wanita yang sebenarnya tidak memiliki kanker payudara.

  • Dengan segala kelemahan tes mamografi itu, tampaknya tes darah memberikan harapan baru. Menurut para peneliti, tes darah bekerja dengan mengukur semua senyawa dalam darah untuk membangun sebuah 'profil metabolik' seseorang, kemudian mendeteksi perubahan dalam cara bahan kimia diproses, selama tahap pra-kanker.

  • Konsep yang sama ini juga digunakan oleh para peneliti dari Universitas Harvard di AS untuk memprediksi kemungkinan seseorang dalam dirinya berkembang kanker seperti leukemia, limfoma, dan sindrom dismielopoetik di kemudian hari, dengan mencari mutasi kiriman tertentu yang diyakini berasal sel darah induk mereka.

  • Untuk menguji efektivitas tes kanker payudara baru itu, para peneliti Denmark mengamati dan mengumpulkan sampel darah 57 ribu relawan selama lebih dari 20 tahun. Para peneliti menemukan bahwa mereka mampu memprediksi, dengan 80 persen akurasi, pasien mana yang akan terkena penyakit, hanya dengan melihat profil metabolik mereka dari sampel darah peserta.

  • Manfaat besar dari tes ini adalah bahwa tes darah ini memberikan kesempatan pada perempuan yang berisiko terkena kanker payudara untuk mencegah dan melawan penyakit tersebut jauh sebelum kemunculannya. Apalagi kondisi ini merupakan kanker yang paling umum bagi perempuan, dan memakan korban lebih dari 500.000 orang di seluruh dunia setiap tahunnya. Deteksi sejak dini sangat penting sebab jika Anda menemukannya pada tahap 2, Anda masih memiliki 93-100 persen kesempatan untuk melawan penyakit itu.

  • Advertisement
  • Para ilmuwan di Australia National University (ANU) yang bekerja dengan para peneliti di Perancis pun melakukan hal serupa. Peneliti utama, Profesor Guillaume Tcherkez mengatakan tes darah akan lebih murah dan kurang invasif dibanding tes lainnya seperti biopsi. Para peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Standford, juga mengatakan bahwa tes darah dapat digunakan untuk "mengawasi jumlah kanker di tubuh pasien," ujar para peneliti tersebut, selain mengukur respons mereka terhadap beragam pengobatan.

  • Jadi, tak hanya kanker payudara, metode baru tersebut dapat secara akurat mengidentifikasi sekitar 50 persen orang-orang yang diteliti dengan kanker paru-paru stadium-1 dan semua pasien dengan kanker yang lebih lanjut. Salah satu terobosan besar dalam tes ini adalah kemampuan mengawasi perubahan dalam mutasi DNA pada pasien-pasien kanker yang sudah menerima pengobatan dan mungkin mengembangkan resistensi terhadap obat tertentu.

  • Ia juga mengatakan tes itu kemungkinan besar tidak akan memberikan hasil positif yang keliru karena "mutasi DNA kanker kemungkinan besar tidak ditemukan pada orang sehat."

  • Tim riset dari University College London pun menemukan bahwa tes darah rutin dapat mendeteksi 86% kanker ovarium lebih awal sebelum masa di mana perempuan dapat didiagnosa memiliki sel kanker. Namun sayangnya, tim riset menyatakan bahwa masih belum diketahui apakah hasil uji coba ini dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa perempuan penderita kanker ovarium.

  • Apalagi ternyata, tes ini tak akan tersedia untuk publik hingga 10 tahun ke depan. "Saya pikir 10 tahun adalah waktu minimal yang dibutuhkan untuk membangun kembali hal-hal untuk memberi bukti bahwa hal itu bekerja dan juga memberi bukti bahwa ada beberapa aplikasi klinis potensial yang valid secara ilmiah dan medis," jelas Profesor Tcherkez.

  • Prof. Usha Menon, dari University College London, mengatakan kepada situs BBC News: "Hasil itu baik, tapi yang penting adalah apakah kita telah mendeteksi kanker cukup awal untuk menyelamatkan nyawa pasien." Begitu juga kata Dr. James Brenton, spesialis kanker ovarium dengan Cancer Research UK, yang mengatakan: "Sebuah tes darah untuk menemukan risiko kanker pada wanita merupakan prospek yang menarik, namun hasil ini masih perlu diuji untuk melihat apakah dapat menyelamatkan nyawa."

  • Advertisement
Baca, hidupkan, bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Mendeteksi kanker lewat cek darah. Bisakah?

Kanker telah membunuh jutaan orang setiap saatnya di dunia. Karena itu para peneliti berlomba-lomba menemukan cara mengatasi dan menurunkan jumlah penderitanya. Salah satu penemuan yang masih ramai dibicarakan adalah tes darah.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr