Kehidupan pernikahan setelah perselingkuhan

Tidak semua orang sudi memaafkan dan rujuk kembali setelah diselingkuhi pasangannya. Namun bukan tak mungkin, kan? Rasanya pasti amat berat, meski pada akhirnya bisa saja berujung manis

11,423 views   |   144 shares
  • Perselingkuhan adalah duri yang sangat tajam dalam sebuah pernikahan. Baik suami maupun istri, pasti merasa amat sulit untuk menerima kenyataan bahwa dirinya diduakan. Segala luapan emosi negatif, menjadi sangat wajar, jika menemukan bahwa pasangan tak setia lagi.

  • Namun saat kemarahan mereda, Anda yang mulanya berapi-api untuk mengakhiri pernikahan mulai berpikir. Bagaimana dengan anak-anak dan keluarga besar? Anda juga tidak tahu, apakah dengan bercerai, artinya segala kemarahan jadi usai? Di sisi lain, Anda sendiri tak tahu, apakah Anda dapat kembali percaya pada pasangan dan bertahan bersamanya.

  • Terapis pasangan mengadakan survey di Inggris yang menemukan kesimpulan bahwa masing-masing orang memiliki persepsi berbeda soal perselingkuhan. Seperti yang dilaporkan oleh The State of UK Relationship saat bertanya kepada 5.700 orang di daerah Wales, Irlandia Utara dan Skotlandia. Sebanyak 33 persen berpikir bahwa bisa bertahan ketika mengalami perselingkuhan, sisanya berpikir tidak.

  • Talia Wagner, seorang terapis pasangan dan pernikahan berlisensi di Los Angeles, menyatakan bahwa perselingkuhan tidak selalu berujung pada perpisahan atau perceraian, karena masih banyak pasangan yang terbukti mampu berdamai dan bersatu kembali, bahkan lebih erat. Wah, jadi, usai badai perselingkuhan, masih ada jalan bagi pernikahan Anda. Masih ada cara untuk bangkit lagi setelah diselingkuhi.

  • Membutuhkan waktu lama

  • Untuk melakukannya, tentu saja, kedua belah pihak harus menyadari bahwa proses penyembuhan membutuhkan waktu yang panjang. "Seberapa lama? Sepanjang waktu yang dibutuhkan untuk sembuh dari trauma," ungkap Joel Block, Ph.D., psikolog dari Huntington, New York. Namun pastikan pasangan juga mengerti bahwa hal ini bukanlah hukuman untuknya, melainkan untuk mengembalikan perasaan aman dan kenyamanan emosional pasangan terhadap pernikahan yang dijalani bersama.

  • Bersikap jujur

  • Selain itu, situasi yang kondusif dan hubungan yang mencair satu sama lain hanya bisa diawali dengan bersikap jujur. Penelitian membuktikan bahwa peluang baik bagi suatu hubungan ketika masing-masing pasangan berkomitmen untuk jujur dan bersikap terbuka dalam semua hal.

  • Advertisement
  • Ini juga berlaku ketika Anda merasakan bahwa tidak bisa melewati masa-masa sulit tersebut kepada pasangan. Bersikaplah jujur, terbuka jika Anda masih merasa sangat sakit hati, dendam atau marah sehingga pasangan mampu mengambil sikap dan memahaminya.

  • Cari tahu penyebabnya

  • Mengubur penyebab perselingkuhan adalah hal bodoh dan tidak akan menyelesaikan masalah. Rachel Sussman, seorang terapis pasangan yang berdomisili di New York menyarankan pasangan justru bersikap kritis dengan mencari tahu penyebab dan alasan mendasar mengapa perselingkuhan bisa terjadi. Dengan itu, tambah Sussman, kedua belah pihak jadi lebih mengerti cara mengatasi masalah krusial ini dan mencegahnya terulang kembali.

  • Tuntaskan segala masalahnya

  • Psikolog Anna Surti Ariani pun menyatakan hal serupa. Menurutnya, setelah pihak yang berselingkuh mengaku dan menyesali perbuatannya berselingkuh serta kembali membina hubungan dengan pasangannya, seseorang biasanya akan menjalani hidup normal seakan-akan tanpa masalah. Padahal sebaiknya sediakanlah waktu untuk membahas permasalahan tersebut hingga tuntas ke akar-akarnya.

  • Apalagi, kebanyakan "korban" yang diselingkuhi selalu tergoda untuk mendramatisasi momen perseteruan dengan mengingatkan kembali kesalahan yang telah lalu. Satu tugas penting "pelaku" dalam hal ini, membiarkan pasangan bertanya semua pertanyaan soal perselingkuhannya dan menjawabnya. Setelah itu, tutup rapat masa lalu sebagai sebuah kesalahan yang tidak perlu diungkit lagi.

  • "Masalah yang dihadapi pasangan, termasuk masalah perselingkuhan memang harus dituntaskan. Sehingga tidak ada pemikiran atau perasaan mengganjal baik dari pelaku perselingkuhan maupun pasangannya yang diselingkuhi," kata Anna. Jika tidak dituntaskan, dikhawatirkan pasangan yang pernah diselingkuhi masih merasa curiga daninsecure. Misalnya, lebih sering memeriksa handphone pasangan, atau selalu mengikutinya pergi ke mana pun.

  • Memulai (lagi) dari awal

  • Pelaku selingkuh juga perlu membangun kepercayaan dengan bertindak jujur dan dapat dipercaya, sembari membiarkan pasangan melakukan hal yang sebenarnya menyebalkan, untuk sementara waktu. Misalnya, membiarkan istri selalu menelepon saat suami pulang terlambat, memeriksa telepon genggam, dan sebagainya. Jadilah transparan.

  • Advertisement
  • Inilah konsekuensi ketika Anda dan pasangan memutuskan untuk siap bertahan, dan menghapus rasa sakit dan melanjutkan hubungan. Selain itu, cobalah untuk menciptakan suasana baru yang lebih natural. Jika rumah atau kamar mengingatkan pada trauma perselingkuhan, pergilah berlibur bersama pasangan Anda dan habiskan waktu secara intens bersamanya untuk mengusir stres dan depresi. Aktivitas ini sekaligus mengingatkan betapa besar cinta Anda kepada pasangan serta mengukur sejauh mana rasa cinta bisa mengikis rasa dendam, marah dan kecewa akibat tragedi tersebut.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Kehidupan pernikahan setelah perselingkuhan

Tidak semua orang sudi memaafkan dan rujuk kembali setelah diselingkuhi pasangannya. Namun bukan tak mungkin, kan? Rasanya pasti amat berat, meski pada akhirnya bisa saja berujung manis
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr