Pahamilah Ini! Tips untuk Menaklukkan Kemarahan

Kemarahan adalah emosi sekunder, biasanya diawali dengan berbagai jenis rasa sakit. Seperti pengkhianatan, rasa bersalah, malu atau cedera fisik; penyebab dari kemarahan adalah karena melakukan suatu kesalahan.

22,549 views   |   14 shares
  • Kemarahan adalah emosi sekunder, biasanya diawali dengan berbagai jenis rasa sakit seperti penghianatan, rasa bersalah, malu atau cedera fisik. Berpikir mengenai kemarahan adalah seperti panas atau bara api. Dalam reaksi kimia, bentuk yang paling mudah untuk menghasilkan energi adalah panas. Jadi reaksi kimia yang paling mudah untuk menghasilkan panas adalah reaksi eksotermis. Berbeda seperti Freon pada lemaris es atau pendingin udara dalam rumah Anda. Prosesnya adalah ekdotermik, mendingingkan. Atau mengalihkan hawa panas. Mengendalikan kemarahan Anda sama seperti mengarahkan energi yang dibangun dalam diri secara alami untuk merubah menjadi energi panas, dan kemudian mengubahnya menjadi sesuatu yang lain - bahkan mungkin menjadi sebuah efek pendingan.

  • Mengendalikan kemarahan Anda dimulai dengan satu konsep dasar:

  • Anda hanya bertanggung jawab untuk emosi Anda sendiri

  • Ini adalah cara yang ampuh dalam membangun rasa percaya pada diri sendiri. Kontra-intiutif ketika hal tersebut berkenan untuk memenuhi tanggung jawab dalam perjalanan pernikahan Anda, keluarga, persahabatan dan iman. Anda mungkin ingin untuk menyenangkan semua orang dalam kehidupan Anda; atau mencoba untuk memastikan mereka mendapatkan yang terbaik, kehidupan yang memuaskan dan pengalaman yang mereka dapatkan. Dan jika Anda, merasa baik dengan orang lain, hal ini mungkin dapat terjadi untuk orang lain, bahkan lebih baik. Namun ketika Anda terjebak dalam suatu tanggung jawab terhadap emosi orang lain, dan yang lebih istimewa di saat Anda memulai untuk menempatkan mereka di atas kepentingan Anda sendiri, Anda akan memperoleh upaya terbaik yang akan berada pada tempat yang tepat. Tidak menjadi masalah seberapa besar usaha yang Anda lakukan, kehidupan adalah penuh dengan tekanan dan dapat menjadi suatu yang tidak menyenangkan - untuk setiap orang.

  • Jadi mulailah dengan proses untuk mengendalikan kemarahan Anda dengan membuat perjanjian untuk mengelola emosi Anda dengan penuh tanggung jawab:

    • Anda bertanggung jawab atas emosi Anda.

    • Orang lain tidak bertanggung jawab atas emosi Anda. Mereka mungkin akan melakukan, mengatakan, berpikir dan percaya bahwa Anda akan menemukan hal-hal yang tidak menyenangkan atau tidak setujui. Namun apa pun yang Anda rasakan mengenai hal tersebut adalah milik Anda.

    • Orang lain bertanggung jawab atas emosi mereka sendiri.

    • Anda tidak bertanggung jawab atas emosi orang lain. Anda mungkin akan melakukan, mengatakan, berpikir dan percaya hal-hal yang mereka temukan tidak menyenangkan atau tidak setuju dengan mereka. Namun apa pun yang mereka rasakan mengenai perasaan mereka adalah milik mereka sendiri.

    • Anda dapat mengatasi perasaan Anda.

    • Anda tidak dapat mengatasi perasaan orang lain. Anda dapat mencoba yang terbaik untuk menolong seseorang agar menjadi senang, namun apa yang mereka rasakan adalah mutlak bagi diri mereka sendiri.

    • Orang lain dapat mengatasi perasaan mereka.

    • Orang lain tidak dapat mengatasi perasaan Anda. seseorang mungkin akan mencoba yang terbaik untuk menolong Anda merasa senang, namun apa yang Anda rasakan adalah mutlak bagi diri Anda sendiri.

  • Advertisement
  • Adalah mudah untuk menyalahkan pasangan Anda, anak-anak, tetangga, mertua, atasan atau teman-teman di saat Anda sedang merasa kesal. Semua itu, disebabkan mereka terkadang melakukan hal-hal yang menyebalkan bagi Anda. Namun itu tidak memberi mereka kuasa untuk membuat Anda kesal atau sedih. Jika sesorang bisa membuat Anda kesal, berarti mereka telah menguasai Anda. Dan jika mereka merasa telah menguasai Anda, dengan cara apa mereka telah membuat Anda marah? Bukankah seharusnya mereka membuat Anda bahagia? Lalu Anda tidak akan merasa dirugikan dengan apa yang mereka lakukan? Anda tidak akan berada dalam suasana hati yang marah, genting, atau bermusuhan lagi? Bukankah ini terlihat lebih masuk akal?

  • Sekarang perlu diingat bahwa mengendalikan bukan berarti memalsukan atau mengubah secara paksa perasaan Anda. Ini dapat menjadi tidak memberdayakan dan jujur kepada diri sendiri. Semua perasaan adalah benar adanya, dan semua perasaan layak untuk dihormati. Kita tidak akan menjadi manusia tanpa emosi. Namun memiliki emosi bukan berarti harus disertai dengan tindakan di dalamnya. Bukan berarti memproyeksikan rasa sakit kita kepada seseorang atau yang lainnya; seperti terhadap pasangan Anda, anak-anak, minuman keras atau hewan peliharaan. Untuk memperoleh penguasaan kendali pada emosi atau perasaan Anda berarti memiliki kendali dalam bertindak dan berkata-kata.

  • Mengizinkan

  • Anda boleh untuk marah. Namun Anda tidak diperkenankan untuk menjadi jahat dan menggunakan kekerasan. Kendalikan kemarahan Anda dan jangan meluapkannya kepada orang lain.

  • Biarkan kemarahan Anda berada bersama Anda untuk sesaat. Anda tidak perlu melakukan tindakan sesuatu atau mengatakan apa pun.

  • Menunggu

  • Ambillah jeda 10 detik sebelum Anda berbicara ketika Anda sedang marah. Kata-kata yang kita ucapkan dan teriakan sewaktu kita dalam kemarahan tidak dapat kita tarik kembali. Kita dapat mengucapkan permohonan maaf. Namun perkataan yang telah diucapkan tidak dapat ditarik kembali. Berhati-hatilah ketika berbicara dengan orang-orang yang Anda kasihi. Jika Anda terlalu banyak berbicara kepada mereka dalam kemarahan, mereka mungkin akan berpikir bahwa Anda tidak benar-benar mengasihi mereka.

  • Mengatur pernapasan

  • Ambillah napas panjang. Tahan selama beberapa detik, lalu dengan perlahan hembuskan. Lakukan ini beberapa kali sepanjang pengalaman Anda dalam mengendalikan kemarahan. Hal ini dapat membantu Anda sedikit lebih tenang dan menjaga kepala Anda tetap dingin. Ditambah dengan memberikan waktu yang hening untuk merenung dan mendengarkan.

  • Advertisement
  • Mendengarkan

    • Jika Anda berada dalam percakapan dan konfrontasi yang menyebabkan Anda frustrasi, cobalah untuk benar-benar mendengarkan apa yang sedang dikatakan. Jangan menyimpulkan apa-apa. Itu sangat penting agar Anda tidak hanya mendengar apa yang ingin Anda dengar.

    • Atau jika Anda sedang diserang lebih dari penjelasan yang disampaikan oleh apa pun yang orang lain benar-benar rasakan, dengarkanlah mereka tanpa harus dimasukkan ke dalam hati atas apa yang mereka ingin sampaikan.

  • Mencari tahu

  • Menggali lebih dalam lagi untuk menemukan akar dari kemarahan. Bahkan di saat-saat Anda sedang marah, katakan kepada diri Anda. Tanyakan kepada diri Anda mengapa Anda begitu sangat marah. Dan berikan jawaban yang jujur. Anda mungkin akan menemukan harapan, kekecewaan, pelanggaran, konflik kepentingan, penolakan dan ketidakpercayaan, mungkin karena faktor masa kecil, yang merupakan bagian teratas dari daftar tersebut.

  • Tidak menyenangkan

    • Perkelahian sangat tidak menyenangkan. Janganlah menggunakan perdebatan untuk meredakan kemarahan; berlatihlah, lakukan sebuah olahraga atau senam yoga.

    • Perkelahian bukanlah pelatihan atau pemanasan. Jangan menggunakan perdebatan untuk menggemparkan dunia dengan masalah Anda dan meningkatkan energi negatif dalam hubungan Anda atau rumah tangga Anda. Carilah cara yang lebih konstruktif untuk hal ini.

  • Kemarahan dimulai dengan rasa sakit dalam batin. Cari dan kendalikan rasa sakit di dalam diri Anda dan Anda bisa menemukan diri Anda akan jauh lebih baik dalam mengendalikan kemarahan Anda.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Syane Nathalia dari artikel asli "Get a grip! Tips on taking anger by the horns" karya Georgia Lee.

Baca, hidupkan, bagikan!

Georgia D. Lee is a graduate of the University of Miami School of Business and founder of www.Spiritual-Life-Skills.com, a multimedia self-help, self-actualization, spiritual education and personal empowerment system.

Pahamilah Ini! Tips untuk Menaklukkan Kemarahan

Kemarahan adalah emosi sekunder, biasanya diawali dengan berbagai jenis rasa sakit. Seperti pengkhianatan, rasa bersalah, malu atau cedera fisik; penyebab dari kemarahan adalah karena melakukan suatu kesalahan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr