Keuangan rumah tangga selalu bermasalah? Evaluasi, yuk!

Perihal uang, memang bukan segalanya. Namun posisinya dalam membangun keutuhan rumah tangga ternyata amat tinggi. Bahkan seringkali menjadi dasar kebahagiaan atau pertengkaran pasangan suami istri. Apa saja masalah keuangan yang kerap terjadi?

536 views   |   4 shares
  • Tidak bisa dipungkiri lagi, hidup di era serba cepat dan menuntut lebih banyak seperti sekarang ini, keuangan merupakan dasar yang penting dalam kehidupan. Termasuk kehidupan berumah tangga.

  • Masalah uang, bahkan juga dianggap masalah paling sensitif dan salah satu cikal bakal pertengkaran klasik. Menurut William Betcher, M.D, yang bersama Robie Macauley menulis buku The Seven Basic Quarrels of Marriage, para terapis pun enggan menyinggung masalah ini dalam sesi konsultasi dengan para klien.

  • Karenanya, tidak heran, jika sebagian istri enggan membicarakan masalah ini secara terbuka dengan suaminya. Padahal, Betcher memperkirakan bahwa sebanyak seperempat hingga sepertiga masalah dalam kehidupan rumah tangga bersumber dari masalah keuangan.

  • Menurut perencana keuangan Prita Ghozie, ada tiga penyebab utama yang mengganggu stabilitas finansial individu yang berujung pada terancamnya kesejahteraan keluarga. Apa saja?

  • 1. Tidak bisa membedakan antara simpanan, tabungan dan investasi

  • Prita mengatakan, penting untuk memahami perbedaan fungsi simpanan, tabungan dan investasi. "Dengan begitu, kita bisa bijak menggunakan uang kita," katanya. Sayangnya, lanjut dia, mengutip hasil riset ZAP Finance pada 2013 silam, terbukti 50 persen responden kesulitan membedakan fungsi simpanan, tabungan dan investasi. Ia menjelaskan simpanan adalah menyisihkan dana untuk digunakan dalam waktu dekat. Secara umum, simpanan terbagi dua, yakni simpanan untuk berjaga-jaga dan simpanan bulanan. Sementara itu tabungan adalah hasil dari proses menabung yang ditujukan untuk keperluan beberapa tahun lagi.

  • "Jika tidak pintar menyisihkan pemasukan untuk simpanan dan tabungan, maka kita cenderung lebih konsumtif, membeli barang yang sebetulnya tidak kita butuhkan. Inilah yang selalu membuat kita merasa gaji cuma bertahan sebentar," ujar Prita. Sementara investasi, kata Prita, adalah proses menyisihkan uang dengan tujuan memperoleh keuntungan dan kenaikan modal di masa mendatang.

  • 2. Hobi utang

  • Tidak pernah menabung membawa kita kepada permasalahan lainnya: Utang. "Karena tidak punya tabungan atau simpanan, saat ada keperluan darurat, kita akhirnya berutang," kata Prita.

  • Ia mengatakan, riset yang sama turut menunjukkan 18 persen responden sering berutang. Bukan untuk kebutuhan premier dan darurat saja, tapi untuk memenuhi gaya hidup mengingat mudahnya fasilitas cicilan. Terbiasa berutang, tambah dia, akan mendorong gaya hidup semakin tinggi.

  • Advertisement
  • 3. Gaya hidup tak terukur

  • Survey ZAP Finance juga menyebut bahwa 32 persen responden mengaku memiliki gaya hidup yang tinggi. Ia mengatakan, sebetulnya seberapa pun penghasilan kita, kebutuhan pasti akan tercukupi kecuali kita memiliki gaya hidup yang terlampau tinggi.

  • "Uang sedikit pasti cukup untuk biaya hidup. Uang banyak tidak akan cukup untuk gaya hidup," pungkasnya.

  • Namun, perkara yang tertinggi di atas tiga poin tersebut biasanya terkait dengan masalah komunikasi antar pasangan. Karena itu, Tung Desem Waringin, pebisnis dan motivator Indonesia memberikan beberapa tips untuk mengatasi masalah keuangan dalam rumah tangga:

  • A. Terbuka

  • Langkah pertama yang harus dilakukan untuk menghindari masalah keuangan adalah bersikap terbuka kepada siapa pun, baik pasangan, orangtua, maupun anak-anak. Masalah pengeluaran sebaiknya tidak perlu dipendam sendiri. Karena selain memberatkan pikiran, menyembunyikan suatu hal hanya akan membuat masalah baru dalam hidup. Oleh karenanya, bila terjadi suatu hal buruk pada keuangan, selalu beri tahu orang-orang terdekat dan diskusikan semua keputusan yang menyangkut keuangan.

  • B. Buat kesepakatan

  • Sebelum membelanjakan uang, alangkah baiknya membuat aturan dulu yang perlu disepakati bersama keluarga. Misalnya menentukan berapa persen uang yang harus dialokasikan untuk tabungan, investasi, membayar tagihan, persiapan dana darurat, dan lain-lainnya. Intinya, bekerja sama dalam menyusun anggaran.

  • C. Menabung

  • Tidak perlu terlalu banyak menabung uang di bank. Karena hanya dengan sejumlah uang kecil saja Anda sudah bisa membuat simpanan yang bermanfaat. Jadi bila mendapat kembalian belanja, uang tol atau parkir, tabunglah uang-uang tersebut.

  • D. Tentukan tujuan jangka panjang

  • Memanfaatkan uang jangan hanya untuk hari ini saja, melainkan juga beberapa hari, bulan atau tahun-tahun ke depan. Untuk itu tentukanlah beberapa hal di masa mendatang yang kiranya membutuhkan banyak uang. Misalnya pendidikan anak, pernikahan anak, masa pensiun, dan lainnya. Ini akan membantu Anda menyimpan uang dan tak kewalahan ketika saat-saat itu tiba.

  • E. Membuat anggaran yang realistis

  • Pastikan anggaran yang dibuat realistis dan dapat direalisasikan dengan baik. Jangan buat anggaran yang terlalu ketat, sehingga Anda harus memaksakan diri sampai tak bisa menikmati hidup. Jangan juga menetapkan anggaran yang terlalu longgar hingga membuat hidup Anda terlalu boros.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Keuangan rumah tangga selalu bermasalah? Evaluasi, yuk!

Perihal uang, memang bukan segalanya. Namun posisinya dalam membangun keutuhan rumah tangga ternyata amat tinggi. Bahkan seringkali menjadi dasar kebahagiaan atau pertengkaran pasangan suami istri. Apa saja masalah keuangan yang kerap terjadi?
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr