Cerdas membedakan antara 'best before' dan 'expired date'

Selalu memastikan kandungan dalam sebuah produk adalah hal penting. Namun, memerhatikan kesegaran dengan mengenal baik tanggal penggunaan hingga kedaluwarsanya juga tak kalah penting.

469 views   |   2 shares
  • Saat membeli produk makanan olahan, biasanya, selain menilik komponen isi makanan tersebut, kita juga memerhatikan tanggal kedaluwarsa. Namun jika diperhatikan lebih seksama, tanggal yang tertera dalam kemasan makanan tak hanya berlabel expired date, namun kadang juga ada best before, atau sebaiknya dikonsumsi sebelum tanggal tertentu.

  • Seringkali masyarakat salah persepsi mengenai dua label ini. Menurut pakar diet dan ahli fisiologi dr. Grace Judio-Kahl, MSc, HM. CHt, dari klinik lightHOUSE Indonesia, biasanya tanggal kedaluwarsa ditetapkan berdasarkan jangka waktu yang ditetapkan oleh produsen sebagai antisipasi penurunan kualitas makanan/minuman yang diproduksinya.

  • Menurut laman CNN Indonesia, jika kedaluwarsa atau expired date merupakan tanggal batas maksimal di mana produk aman disantap, maka best before atau tanggal sebaiknya digunakan sebelum ini merujuk pada kualitas produk itu sendiri. Best before tidak ada hubungannya dengan keamanan bahan makanan. Yang terpengaruh hanyalah rasa makanannya.

  • Artinya, kata Grace, label 'best before' menunjukkan kualitas paling prima dari makanan atau minuman adalah sebelum tanggal tersebut. "Setelah best bisa saja good, dan belum tentu bad. Penentuan tanggal ini berbeda-beda pada setiap produsen," tambahnya.

  • Pada dasarnya ada dua hal yang mendasari penentuan kapan makanan sebaiknya dikonsumsi: shelf-life dan expiration date. Shelf-life adalah rentang waktu suatu produk bisa disimpan sebelum mereka tidak layak dikonsumsi. Expiration date adalah tanggal yang diberikan untuk membatasi tingkat keamanan suatu produk.

  • Mudahnya, shelf-life berhubungan dengan kualitas produk (quality), sementara expiration date berhubungan dengan keamanan produk (safety). Untuk makanan misalnya, jika tanggal yang tertera adalah best before, artinya setelah tanggal yang tertera, makanan tersebut masih aman untuk dikonsumsi, hanya kualitasnya yang menurun. Sedangkan "use by" dan "expiration date" adalah batasan akhir makanan tersebut aman dikonsumsi atau tidak.

  • Shelf-life dan expiration date biasanya dimodelkan secara matematis dengan memasukkan berbagai faktor, misalnya suhu, jumlah mikrorganisme, kelembaban, dan lain sebagainya. Yang sering dilupakan konsumen ketika membeli suatu produk yang memiliki shelf-life atau expiration date adalah cara menyimpan produk tersebut. Satu kesalahan yang paling umum terjadi adalah kontrol suhu. Hampir semua reaksi kimia, termasuk degradasi bahan makanan dan perkembangan mikroba terjadi pada suhu normal (suhu ruangan). Ketika terjadi kenaikan suhu, kecepatan reaksi kimia ini akan meningkat (sama dengan makanan/produk tersebut menjadi 'rusak' lebih cepat).

  • Advertisement
  • Itu sebabnya banyak produk yang disarankan untuk disimpan dalam suhu di bawah suhu ruangan, di kulkas, atau bahkan dibekukan. Inilah alasannya, disarankan ketika belanja, ambillah produk beku/dingin di saat terakhir belanja, saat akan membayar, dan bukan di awal. Setelahnya, produk-produk tersebut juga harus segera disimpan di kulkas.

  • Banyak yang sering meletakkan belanjaan (terutama makanan) di mobil, padahal ketika mesin mati dan berada di bawah sinar matahari, suhu dalam mobil akan meningkat, dan degradasi makanan akan menjadi lebih cepat.

  • Mengutip CBC, ada beberapa hal lain yang perlu diketahui tentang kedua hal ini:

  • 1. Ada lima jenis produk makanan yang punya tanggal kedaluwarsa. The Canadian Food Inspection Agency mengungkapkan ada lima jenis produk makanan yang wajib dilabeli dengan tanggal kedaluwarsa. Jenis produk makanan ini adalah susu formula bayi dan pengganti ASI lainnya, suplemen gizi, makanan pengganti, makanan untuk diet rendah energi, dan diet cair yang diresepkan.

  • 2. Best before hanya menjamin kesegaran produk. Makanan yang belum dibuka dan disimpan dengan tepat akan membantu produk untuk tetap bertahan kesegarannya dan membuat rasa serta nilai gizinya tetap ada. Rasanya mungkin sudah sedikit berubah tapi masih aman untuk disantap.

  • 3. Tanggal best before tidak berlaku ketika kemasan sudah dibuka. "Setelah kemasan dibuka, udara akan menimbulkan kontaminasi," kata Brenda Watson, Canadian Partnership for Consumer Food Safety Education's executive director. Selain kemasan yang sudah dibuka, khusus produk makanan beku tidak berlaku aturan best before. Agar makanan tersebut terjamin kesegarannya dan aman dikonsumsi, Watson menyarankan untuk membeli makanan yang punya umur simpan pendek, misalnya susu atau keju cottage. Tujuannya agar dikonsumsi dengan cepat.

  • 4. Makanan yang harus diwaspadai. Meski beberapa makanan masih bisa dimakan setelah tanggal best before-nya, meski rasanya kurang nikmat, tidak berarti semua makanan aman disantap. "Jika Anda ragu, buang saja makanan itu," kata Ellie Topp, seorang ahli ekonomi keluarga profesional. Sebaiknya, konsumsi langsung setelah dibeli, jangan kemudian disimpan lama.

  • Advertisement
  • Intinya memang kita harus berhati-hati mengamati tanggal apa yang tertera di sana, dan juga cermat dalam menyimpannya.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Cerdas membedakan antara 'best before' dan 'expired date'

Selalu memastikan kandungan dalam sebuah produk adalah hal penting. Namun, memerhatikan kesegaran dengan mengenal baik tanggal penggunaan hingga kedaluwarsanya juga tak kalah penting.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr