Stop mengistimewakan salah satu anak. Ini akibatnya!

Jika Anda berpikir untuk membela anak yang lemah dan menyalahkan yang lebih kuat, secara tidak langsung Anda 'merusak' perkembangan anak-anak Anda.

530 views   |   10 shares
  • Mempunyai anak lebih dari satu kerap kali membuat orang tua harus bijak bersikap. Pasalnya kita dituntut untuk tetap memperhatikan dan memberikan waktu yang sama rata untuk semuanya.

  • Bukan hanya itu saja, jarak antar anak yang terpaut dekat atau jauh juga memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karena perkembangan tiap anak berbeda, berapapun jarak antara mereka tetap saja membutuhkan peran penting orang tua di dalamnya.

  • Karena perkembangan yang berbeda tersebut, seringkali orang tua melihat perbedaan di antara kedua anaknya dan merasa yang satu lebih baik daripada yang lain. Beberapa orang tua mungkin lebih menyukai saat si kakak dalam fase tenang, ketimbang adik yang sedang dalam fase aktif, atau mungkin juga sebaliknya. Akibatnya, perkembangan anak dapat terhambat karena sikap orang tua tersebut. Berikut beberapa di antaranya:

  • Krisis kepercayaan diri

  • Dorongan dan dukungan orang tua adalah hal terpenting yang dibutuhkan anak dalam perkembangannya. Hal ini akan membuat mereka merasa lebih percaya diri dan yakin bisa melakukan apapun tanpa bantuan orang dewasa. Ketika anak tidak diperhatikan dan selalu dibandingkan, maka ia merasa tidak diberi ruang untuk bereksplorasi dengan dirinya, dengan emosinya dan perasaannya. Hal ini membuat anak menjadi minder dan merasa tidak bisa melakukan apapun.

  • Anak merasa diabaikan

  • Perasaan ini adalah perasaan yang paling ditakutkan anak, saat mereka merasa diabaikan dan tidak diperhatikan. Maka di saat itulah anak akan semakin acuh dan tidak peduli dengan dirinya serta lingkungannya. Ia akan tumbuh dengan perasaan marah, sedih dan kecewa sehingga dapat menjadi pemicu sikap agresif.

  • Memicu pertengkaran saudara

  • Sikap orang tua yang membeda-bedakan dan mengistimewakan salah satu anak hingga mengabaikan yang lain, dapat memicu emosi yang menumpuk pada anak. Akhirnya, dapat timbul perasaan benci, bukan saja pada orang tuanya tetapi juga pada saudaranya. Anak akan mencari pelampiasan emosinya yang termudah ke pada saudaranya yang dianggap sebagai penyebab orang tuanya bersikap demikian.

  • Anak menjadi agresif dan mudah tantrum

  • Klimaks dari ketiga poin di atas adalah ketika anak menunjukkan sikap agresifnya, seperti memukul, membanting, menendang, berteriak, menarik rambut, melempar dan hal-hal lainnya yang dilakukannya karena marah. Terkadang sikap orang tua yang mengacuhkannya dan semakin jengkel karena dianggap berbuat onar akan membuat anak semakin tersudutkan. Tentu saja saudaranya yang tidak mengetahui duduk persoalan, justru menjadi korban.

  • Advertisement
  • Memanjakan anak yang 'diistimewakan'

  • Bukan cuma anak yang diabaikan yang nantinya bermasalah. Anak yang diistimewakan juga dapat mengalami kesulitan yang sama dalam perkembangannya. Terlalu sering dibela membuat mereka tumbuh menjadi anak yang tidak dapat berjuang sendiri, selalu mengambil manfaat dibela oleh orang tua dan bersikap manja. Akibatnya mereka mengalami kesulitan untuk mandiri dan bersaing dalam kehidupan sosialnya.

  • Ayah dan Ibu, inilah beberapa hal yang dapat terjadi jika Anda sebagai orang tua mengistimewakan satu anak dan kerap menyalahkan yang lain. Baik disadari maupun tidak, hal ini dapat mengakibatkan pengaruh buruk bagi anak-anak Anda. Karenanya penting sekali bagi orang tua untuk dapat bersikap adil dan bijaksana kepada semua anak-anaknya.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Stop mengistimewakan salah satu anak. Ini akibatnya!

Jika Anda berpikir untuk membela anak yang lemah dan menyalahkan yang lebih kuat, secara tidak langsung Anda 'merusak' perkembangan anak-anak Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr