Sering pusing? Kulit kering? Bisa jadi Anda dehidrasi

Ketahui gejala-gejala sederhana ini untuk menghindarkan Anda dari dehidrasi

338 views   |   2 shares
  • Anda merasa tubuh Anda sehat dan tidak ada keluhan? Tapi, 'kok mulut saya terasa kering ya? Kemudian, "Duh, saya juga seringkali merasa sakit kepala hampir setiap hari."

  • Nah, bisa jadi, gejala itu adalah 'sinyal' bahwa tubuh Anda sedang 'meminta-minta' air untuk dimasukkan ke dalamnya.

  • Nah, jangan pernah berpikir kalau Anda tidak sedang diare ataupun demam, itu artinya Anda aman dari dehidrasi.

  • Mengapa air penting untuk tubuh kita?

  • Sebelumnya, kita perlu tahu seberapa penting cairan bagi tubuh kita. Faktanya, kandungan air yang baik di dalam tubuh kita adalah 60 persen dari keseluruhan berat tubuh. Dengan kadar yang sesuai, air berperan besar dalam tubuh dengan berfungsi sebagai pendukung kerja sistem pencernaan, mengeluarkan toksin dan kotoran dari dalam tubuh kita-yang masuk lewat makanan, kemudian sebagai 'pelumas' dan bantalan untuk persendian seiring bertambahnya usia.

  • Air juga bertugas melembapkan jaringan-jaringan pada telinga, tenggorokan, dan juga hidung, media transportasi nutrisi untuk sel-sel tubuh dan menjaga kulit tetap sehat. Oleh karena itu, kekurangan cairan atau dehidrasi bisa dicek melalui kulit kita. Jika kulit terasa kering, itu tandanya memang Anda masih kekurangan cairan.

  • Berikut adalah 10 cara lainnya yang bisa dijadikan pertanda ketika tubuh Anda kekurangan cairan:

    1. Rongga mulut kering

    2. Mudah merasa kantuk atau kelelahan

    3. (Pada anak) Cenderung kurang aktif dari biasanya

    4. Merasa haus

    5. Penurunan kuantitas urin—popok tetap kering selama tiga jam untuk bayi dan delapan jam atau lebih tanpa buang air kecil pada anak-anak dan remaja Sedikit atau tidak ada air mata saat menangis

    6. Kulit kering

    7. Sakit kepala

    8. Sembelit

    9. Pusing

    10. Ingin memakan yang manis-manis

  • Yang juga perlu Anda ingat, rasa haus bukanlah indikator yang bisa diandalkan untuk mengerahui kebutuhan tubuh akan cairan. Ada cara yang lebih efektif untuk mengetahui apakah Anda mengalami dehidrasi atau tidak—yaitu dengan memerhatikan warna urin (air kencing). Jika urin Anda tidak berwarna (bening), itu tandanya tubuh Anda sudah terhidrasi dengan baik. Sedangkan cairan urin yang berwarna kuning.

  • Lalu, perlukah saya pergi ke dokter lantaran terlanjur dehidrasi?

  • Advertisement
  • Dehidrasi parah perlu ditangani secepatnya di rumah sakit dengan bantuan cairan dari infus. Apalagi bila gejala terus berlanjut walaupun Anda sudah berupaya minum lebih banyak.

  • Jika mencurigai bayi atau anak Anda mengalami dehidrasi, segeralah temui dokter. Dan segera pergi ke rumah sakit jika bayi Anda mengalami diare enam kali atau lebih sering selama satu hari terakhir, atau ketika mereka muntah-muntah lebih dari tiga kali dalam sehari.

  • Bagaimana mencegah diri kita dari dehidrasi?

  • Dalam upaya mencegah dehidrasi, minumlah banyak cairan seperti air mineral dan makanlah makanan dengan kadar air tinggi seperti buah-buahan dan sayuran. Ingat, cairan bisa didapatkan tidak hanya dengan meminum air, melainkan juga bisa dari makanan, susu rendah lemak, serta jus buah-buahan.

  • Jika Anda berolahraga, jangan menunggu sampai merasa haus untuk minum. Dengan minum secara teratur, kadar normal cairan dan mineral dalam tubuh bisa dipertahankan. Jika Anda aktif berolahraga, Anda harus minum air melebihi dari kadar normal.

  • Jumlah keringat yang dikeluarkan setiap orang berbeda-beda, oleh karena itu, cukup sulit untuk menentukan rekomendasi yang tepat mengenai berapa banyak cairan yang harus diminum. Tapi secara rata-rata, untuk orang dewasa, sebaiknya minum dua hingga tiga liter air setiap harinya. Sedangkan untuk anak-anak, semua tergantung kepada umur, ukuran tubuh, dan aktivitas yang dilakukan. Kesimpulannya, semakin banyak keringat yang dikeluarkan, semakin tinggi asupan air yang dibutuhkan tubuh.

  • Tapi jika meminum banyak cairan hingga melebihi yang bisa diproses oleh tubuh, efeknya bisa mengurangi kadar garam dalam darah. Ini bisa menyebabkan hipotonik. Jika Anda merasa kembung, berhentilah minum dan tunggu sampai tubuh menyesuaikan kadarnya kembali. Perlu diingat bahwa kekurangan garam atau sodium di dalam tubuh bisa berakibat fatal.

Baca, hidupkan, bagikan!

Lulus sebagai Sarjana Sastra dan menjabat sebagai Content Manager www.keluarga.com. Wiwin mengawali kariernya di media cetak harian nasional tertua di Indonesia, mengasah kemampuannya sebagai jurnalis mulai dari reporter junior hingga editor senior di beberapa majalah gaya hidup asing dan lokal Indonesia.

Situs: http://wiwinwiw.wordpress.com

Sering pusing? Kulit kering? Bisa jadi Anda dehidrasi

Ketahui gejala-gejala sederhana ini untuk menghindarkan Anda dari dehidrasi
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr