7 pertimbangan sebelum memutuskan menambah momongan

Sang buah hati sudah bertambah besar dan Anda merasa perlu memberikan adik untuk teman bermain si sulung. Namun, benarkah sekarang waktunya? Simak 7 hal berikut untuk Anda pertimbangkan apakah Anda siap menambah momongan.

2,828 views   |   29 shares
  • Kehadiran si kecil tentu membuat suasana berubah. Rumah menjadi lebih hangat, lebih ceria. Ada saja tingkah si kecil yang membuat kita tertawa. Seiring waktu, si kecil tentu bertumbuh besar. Anda melihat sepertinya ia butuh adik untuk teman bermain. Bahkan mungkin ia meminta adik pada Anda. Lantas, inikah saat yang tepat untuk menambah momongan lagi? Apa sajakah pertimbangannya? Simak 7 hal berikut ini jika Anda sedang mempertimbangkan untuk menambah anggota keluarga:

  • 1. Kemampuan finansial

  • Selain menyayangi dan merawat sang buah hati, Anda juga harus bertanggungjawab atas anak Anda. Bertambahnya anak sama dengan bertambah biaya yang perlu dikeluarkan. Biaya kesehatan, pendidikan, pertumbuhannya. Jangan melupakan biaya selama kehamilan, biaya melahirkan, biaya vaksinasi. Apakah penghasilan Anda dan suami mencukupi untuk menambah momongan sekarang? Coba Anda kalkulasikan pengeluaran-pengeluaran rutin Anda sekarang dan biaya tambahan kelak jika sudah ada momongan baru.

  • 2. Tempat tinggal

  • Apakah tempat tinggal kita sudah memadai untuk menambah momongan. Jika dengan 1 anak saja tempat tinggal terasa sesak, ada baiknya jika Anda menunda dulu untuk menambah momongan sampai Anda menempati tempat tinggal yang memadai untuk bertambahnya momongan. Apalagi jika ada kemungkinan Anda akan berpindah rumah dalam waktu-waktu dekat. Akan sangat melelahkan pindah rumah bersama dengan bayi new born Anda.

  • 3. Usia dan kondisi fisik

  • Bertambahnya usia tentu berpengaruh terbadap kondisi fisik. Pertimbangkan kembali keinginan menambah momongan jika Anda merasa kondisi fisik dan usia Anda tidak memungkinkan dengan alasan kesehatan. . Atau konsultasikan kepada dokter jika Anda memang benar-benar ingin menambah momongan.

  • 4. Mental

  • Selain kondisi fisik dan materi Anda tidak boleh melupakan kesiapan Anda secara mental. Tidak sedikit Ibu yang trauma melahirkan. Jika Anda salah satunya, ada baiknya Anda menunda keinginan Anda untuk menambah momongan. Sudah siapkah Anda untuk melatih kesabaran Anda dengan porsi dua kali lipat jika mempunyai anggota keluarga baru? Jika Anda masih kelelahan ada baiknya Anda menunda untuk menambah momongan. Emosi Ibu berpengaruh besar kepada emosi anak.

  • 5. Kesiapan si kakak

  • Ini tidak kalah pentingnya untuk menjadi pertimbangan Anda. Meskipun si kakak sudah meminta adik atau Anda berpikir menambah anak supaya si sulung ada teman mainnya, ada baiknya Anda mempertimbangakan dengan matang apakah si kakak sudah siap berbagi Ibu? Jika Anda memang ingin menambah momongan bicarakan ini bersama si sulung. Beri tahu dia bagaimana kondisinya nanti ketika ada adik, bahwa Anda akan lebih sering bersama adiknya, dan bagaimana Anda mengharapkan dia lebih mandiri bahkan menolong Anda.

  • Advertisement
  • 6. Beda usia

  • Perhitungkan beda usia yang terbaik anak Anda. Ini berkaitan dengan biaya pendidikan. Jika Anda memutuskan untuk home schooling, perhitungkan juga apakah Anda masih bisa tetap mengajari, mempersiapkan worksheet atau aktifitas dengan kesibukan Anda mengurus new born?

  • 7. Kesepakatan bersama

  • Merawat dan membesarkan anak menjadi kesepakatan dan tanggung jawab bersama suami istri. Apakah menambah momongan ini menjadi kesepakatan bersama Anda atau hanya keinginan sepihak? Cobalah dibicarakan berdua dan mencari jalan tengah yang terbaik.

  • Setelah Anda mempertimbangkan 7 hal di atas, coba tanyakan kembali kepada diri Anda. Siapkah saya menambah momongan lagi? Coba bayangkan hari-hari kedepan jika ada si kecil. Yakinkah Anda? Siapkah Anda dan suami? Jangan sampai Andah menambah momongan hanya karna orang lain, toh yang membesarkan dan membiayai semuanya bukan mereka tapi Anda dan suami. Jika Anda dan suami belum siap, nikmatilah waktu sekarang bersama si sulung. Curahkan perhatian dan kasih sayang dan waktu terbaik Anda. Namun, jika Anda dan suami sudah siap semoga semuanya lancar dan dicukupkan.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Setelah lulus dari kuliah IT, saya menjadi guru TK selama 7 tahun. Tidak jarang selain menghadapi murid saya juga memberi masukan kepada orangtua murid dari sisi seorang guru. Membaca, menulis dan musik adalah hobi saya. Setelah menikah saya langsung dikaruniai 1 putera yang lucu, saya menjadi ibu penuh waktu dan mulai mengembangkan hobi dan talenta saya yaitu membuat kue atau memasak. Saya senang mengumpulkan berbagai resep dan mencobanya di waktu senggang (yang tidak banyak) saya.

7 pertimbangan sebelum memutuskan menambah momongan

Sang buah hati sudah bertambah besar dan Anda merasa perlu memberikan adik untuk teman bermain si sulung. Namun, benarkah sekarang waktunya? Simak 7 hal berikut untuk Anda pertimbangkan apakah Anda siap menambah momongan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr