Begini cara membuat anak patuh untuk mematikan televisi

Anda pasti sering mendengar kebiasaan buruk terlalu banyak menonton televisi. Tapi, apakah Anda pernah mencoba mengurangi dampaknya pada anak? Ikuti langkah di bawah ini.

388 views   |   1 shares
  • Televisi adalah sebuah kotak ajaib berisi gambar hidup yang bergerak terus menerus. Hal ini seringkali menghipnotis seseorang untuk terus duduk, diam dan menonton segala macam hiburan dan informasi 24 jam non-stop. Ini seringkali juga terjadi pada anak-anak.

  • Padahal tahukah Anda, kebiasaan menonton televisi dalam jangka waktu lama akan membuat anak pasif duduk diam menonton. Prof. Matt Sanders, direktur 'Parenting and Family Support Centre di University of Queensland mengatakan, menonton TV adalah kegiatan pasif dan terlalu banyak menghabiskan waktu membuat anak kehilangan kesempatan untuk belajar kegiatan yang lebih interaktif.

  • Berikut ini saran untuk membuat anak mematikan televisi:

  • 1. Ciptakan kegiatan yang menarik

  • Menciptakan kegiatan menarik untuk anak-anak agar mereka lebih tertarik bermain ketimbang menonton televisi. Kreatiflah mencari ide permainan yang bertebaran di buku atau di internet sesuai dengan umur anak. Hal ini bisa mengalihkan perhatiannya pada televisi.

  • 2. Jangan jadikan televisi sebagai alat penenang

  • Hentikan kebiasaan menyodorkan televisi sebagai cara untuk mendiamkan anak. Memang cara ini ampuh untuk membuat mereka terdiam dalam waktu yang cukup lama, namun lama kelamaan mereka akan jadi ketagihan dan televisi menjadi sarana untuk mendiamkannya di kala tantrum dan lainnya. Akibatnya anak akan terbiasa dan tidak mau aktivitas lain selain menonton televisi.

  • 3. Beri batasan jam menonton pada anak

  • Anak usia 2 tahun ke bawah sebaiknya tidak dipaparkan televisi. Selain karena bahaya radiasi untuk kesehatan matanya, umur 0-2 tahun adalah saat di mana anak seharusnya bereksplorasi tentang tubuhnya sehingga harus banyak dirangsang motorik halus dan kasarnya. Perkembangan bicara juga tumbuh pesat dalam masa ini. Jika televisi dipaparkan pada anak usia dini secara terus menerus dikhawatirkan perkembangan motorik halus, kasar, dan juga bahasanya akan terhambat.

  • 4. Buat perjanjian

  • Buatlah komitmen bersama anak untuk waktu yang tepat menonton televisi. Anak usia lebih dewasa sudah mengerti untuk berkomitmen. Ajak mereka memilih waktu untuk menonton televisi, pada waktu mana dan selama berapa lama. Patuhilah peraturan tersebut bersama.

  • 5. Aktivitas luar ruangan

  • Ajak anak melakukan aktivitas di luar ruangan seperti ke taman bermain atau sekedar jalan-jalan santai, bersepeda atau hal lain yang menyenangkan dan tidak memerlukan televisi.

  • 6. Bergaul

  • Ajak anak bergaul dengan anak-anak usia sebayanya. Mengumpulkan anak bersama teman sebayanya bisa merangsang jiwa sosial anak. Selain itu anak tidak akan merasa sendiri dalam dunianya karena banyak teman sebaya.

  • Advertisement
  • 7. Biasakan menonton televisi ketika anak sudah tidur

  • Bagi Anda yang memang hobi menonton televisi atau sekedar ingin menonton berita agar tahu dunia luar, sah-sah saja. Namun sebaiknya tahan diri Anda untuk menonton setelah anak tertidur sehingga tidak mengganggu aktivitas rutin bersama mereka, selain juga untuk memberikan contoh tidak menonton televisi seharian.

  • Silahkan terapkan tips di atas untuk membantu mengurangi waktu menonton anak, sebelum mereka kecanduan televisi. Temani anak beraktivitas sesering mungkin agar mereka lebih senang bermain ketimbang menonton televisi.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Nuria adalah lulusan Teknik Elektro UGM. Nuria mengawali karir sebagai praktisi bidang IT di salah satu perusahaan swasta, Menulis adalah salah satu kegemaran saya untuk mengekspresikan dan sharing tentang hal-hal yang bermanfaat.

Begini cara membuat anak patuh untuk mematikan televisi

Anda pasti sering mendengar kebiasaan buruk terlalu banyak menonton televisi. Tapi, apakah Anda pernah mencoba mengurangi dampaknya pada anak? Ikuti langkah di bawah ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr