Membesarkan anak yang penuh dengan sopan santun. Bagaimana caranya?

Ketika melihat anak-anak berkumpul dengan teman sebayanya atau orang-orang yang lebih dewasa, ada banyak karakter anak yang terlihat. Sungguh menyenangkan mempunyai anak yang sopan santun tutur kata dan perilakunya. Bagaimana cara mendidiknya?

939 views   |   3 shares
  • Peran orang tua sebagai pendidik anak di dalam sebuah keluarga sangat penting, karena sebagian besar waktu anak lebih banyak dihabiskan di rumah daripada di luar rumah ataupun di sekolah. Keluarga adalah pusat pendidikan terutama dalam hal budi pekerti, moral yang nantinya akan berkembang di tengah-tengah masyarakat.

  • Melalui keluarga, orang tua dapat menanamkan benih-benih yang baik ke dalam jiwa anak-anaknya, sehingga seorang anak dapat berkembang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat. Akan tetapi pendidikan sopan santun dan budi pekerti bagi anak bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan, tentu diperlukan sebuah cara yang tepat dilakukan oleh pendidik. Saat anak usia dini sampai dengan remaja adalah saat dimana mereka masih benar-benar mencontoh tingkah laku dari orang-orang di sekitarnya terutama tingkah laku orang tuanya. Saat inilah saat yang tepat untuk memberikan pendidikan sopan santun dan budi pekerti.

  • Hal ini bermakna bahwa proses belajar itu amat menentukan kemampuan anak dalam bersikap dan berperilaku baik, yang selaras dengan norma agama, moral, tradisi, hukum dan moral yang berlaku di masyarakat. Sebab apabila usia dini tidak dimanfaatkan untuk menerapkan pendidikan dan penanaman nilai serta sikap yang baik, maka ketika anak dewasa nilai-nilai yang berkembang adalah nilai-nilai yang kurang baik dan itu akan merugikan diri sang anak sendiri.

  • Banyak hal yang dapat dijadikan para orang tua untuk memberikan pendidikan kepada anak di usia dini sampai dengan remaja. Menurut penelitian, penanaman nilai-nilai agama, memberikan keteladanan yang baik, contoh sikap dan kebiasaan baik, serta memberikan kebutuhan hidup baik jasmani, rohani dan sosial memberikan dampak yang sangat besar bagi diri seorang anak. Pendidikan-pendidikan inilah yang harus didapat seorang anak di dalam sebuah keluarga yang nantinya akan menjadi landasan awal untuk ia berada di tengah-tengah masyarakat.

  • Apabila orang tua mengajarkan kepada anak, menghormati orang yang lebih tua, bertutur kata yang sopan, tetapi orang tua justru menampilkan perilaku yang sebaliknya, maka anak akan mengalami konflik dalam dirinya dan akan menggunakan ketidak konsistenan orang tuanya sebagai alasan untuk tidak melakukan apa yang diinginkan oleh orang tuanya, bahkan mungkin ia akan berperilaku seperti orang tuanya.

  • Bagaimana jika anak melakukan kesalahan? Berkaitan dengan hal ini pun perlu di seimbangkan dengan bagaimana saat anak melakukan hal yang benar, hadiah dan hukuman diperlukan dalam proses menanamkan budi pekerti dan sopan santun pada anak. Namun hadiah dan hukuman ini harus bersifat mendidik dan bertujuan untuk memotivasi anak untuk lebih meningkatkan perilakunya di dalam maupun di luar lingkungan keluarga.

  • Advertisement
  • Pemberian hukuman dalam dunia pendidikan tidak ada yang sifatnya fisik maupun psikis, tetapi hukuman yang sifatnya mendidik dengan cara tidak menyakiti badan, sehingga anak lebih menyadari kesalahannya. Pemberian hukuman yang dilakukan orang tua kepada anak lebih pada hukuman yang sifatnya mendidik dengan cara disuruh menulis buku pelajaran sebanyak 20 lembar dan mengurangi uang saku. Tujuan pemberian hukuman mendidik tersebut sebagai bentuk rasa jera agar anak lebih mengerti arti dari hukuman itu.

  • Meskipun sebagai unit terkecil dalam pergaulan, di dalam keluarga berbagai macam didikan dapat menjadi lebih efektif karena orang tua sebagai pendidik tentu lebih memahami karakter anak-anaknya. Sebab pengetahuan orang tua terhadap watak anak-anaknya dan adanya saling memahami serta mengetahui tabiat masing-masing akan dapat menghindari perselisihan tetapi mendatangkan kerukunan serta ketenteraman dalam keluarga. Oleh karena itu didikan orang tua lah yang akan dibawa oleh diri seorang anak dalam kehidupannya di luar rumah, berikanlah teladan terbaik yang dapat Anda berikan sebagai orang tua kepada anak-anak Anda.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Andreas Kurniawan lulus sarjana S1 Teknik Informatika tahun 2009 di STMIK MDP. Memulai karir sebagai IT officer di sebuah Bank selama 1 tahun sebelum akhirnya bekerja di PT. Thamrin Brothers sebagai analis sampai saat ini. Email:

Membesarkan anak yang penuh dengan sopan santun. Bagaimana caranya?

Ketika melihat anak-anak berkumpul dengan teman sebayanya atau orang-orang yang lebih dewasa, ada banyak karakter anak yang terlihat. Sungguh menyenangkan mempunyai anak yang sopan santun tutur kata dan perilakunya. Bagaimana cara mendidiknya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr