Menghormati Orang yang Dikasihi yang Telah Meninggal

Artikel ini berisikan beberapa saran mengenang mereka yang sangat dekat dengan kita yang telah meninggal, terutama untuk mereka yang kematiannya mendadak dan tak terduga.

8,529 views   |   3 shares
  • Baru-baru ini, teman dekat saya meninggal secara mendadak dan tak terduga. Yang menarik, kejadiannya adalah pada saat saya sedang menjelajahi artikel tetang duka dan kehilangan. Topik ini menjadi sangat pribadi ketika saya mulai mengalami sendiri tingkat-tingkat kedukaan setelah kematian orang yang saya kasihi dan mencari cara untuk menghormatinya.

  • Banyak jenis kehilangan karena kematian. Ada kehilangan karena keluarga sepuh meninggal secara alami seperti yang sudah diharapkan. Kemudian ada kematian tak terduga secara mendadak yang tidak dapat dipercayai. Cara orang mengalami kematian dan menghormatinya berbeda-beda di seluruh dunia.

  • Kita semua akan berkenalan dengan kematian selama hidup kita. Yang terbaik adalah ucapan Benjamin Franklin ketika mengatakan tentang kematian, “Kepastian? Tidak ada kepastian dalam hidup ini kecuali kematian dan pajak.” Keduanya tidak dapat dihindari dan seringkali sangat menyakitkan.

  • Ketika saya merawat penderita trauma, saya belajar tentang tingkat-tingkat kedukaan tersebut. Ada 5 tingkatan duka menurut Elisabeth Kubler-Ross dalam bukunya, dia mengungkapkannya sebagai berikut:

  • Penyangkalan

  • Ketidakmampuan untuk atau memilih untuk tidak menerima apa yang telah atau akan terjadi.

  • Kemarahan

  • Ini dapat ditujukan kepada diri kita, atau kepada orang lain. Kadang-kadang marah kepada orang yang meninggalkan kita. Kemarahan ini dapat dinyatakan dalam berbagai cara.

  • Tawar-menawar

  • Ini sering terjadi pada mereka yang sakit parah. Tawar menawar ini dapat dilakukan dengan Tuhan atau siapa saja yang kita percayai. Kita berusaha mencapai kesepakatan. Misalnya, “Jika saya tidak pernah melakukan hal yang jahat lagi, biarkanlah saya tetap hidup.”

  • Depresi

  • Sebuah bentuk penerimaan seseorang yang masih berduka, seperti menangis, sedih, menyesal, ketakutan dan perasaan lain yang berhubungan dengan kehilangan.

  • Pasrah

  • Ini berbeda untuk setiap orang. Pada hakikatnya, kita mulai mampu membicarakannya, atau mengatasi kehilangan dengan lebih objektif dan tanpa merasa terbelenggu.

  • Namun demikian, Elisabeth Kubler-Ross juga mengatakan:

  • “Tingkatannya tidak linear. Seseorang tidak perlu melewati semuanya..mereka bergantung pada wawancara dengan yang sekarat.”

  • Kita mungkin melewati beberapa tingkatan, atau kita mungkin memiliki perjalanan sendiri. Bagi saya, tingkatan duka setelah kematian teman dekat seperti air pasang di samudera. Pada awalnya, saya tenggelam di dalamnya. Kematiannya menghanyutkan saya dalam gelombang yang tinggi samudera musim dingin. Airnya terasa dingin; menusuk ke dalam tulang belulang saya, melumpuhkan kaki-kaki saya, dan menghanyutkan saya seperti sepotong kayu terombang ambing di laut. Saya bertanya-tanya mengapa dan bagaimana mungkin hal ini dapat terjadi.

  • Advertisement
  • Saya mengamatinya ketika saya dan keluarga teman saya melewati saat-saat duka tersebut. Saya percaya kami masih terus hanyut keluar masuk tingkatan-tingkatan itu. Pada mulanya kami semua menyangkalinya. Saya dengar orang-orang berkata bahwa mereka tidak percaya bahwa itu benar-benar terjadi.

  • Kemudian kemarahan muncul. Marah kepada orang yang saya kasihi, dan orang lain yang terlibat, biaya dan kesulitannya baru menyusul kemudian. Ada banyak cara manusia berurusan dengan kematian orang yang dikasihi di seluruh dunia. Di Jerman, mereka membeli sepetak tanah kuburan. Mereka mungkin menguburkan beberapa anggota keluarga di tempat yang sama. Untuk keluarga kami, caranya adalah pengalaman yang sangat mahal, belum lagi biaya dan kesulitan dari kehilangan dan dukacita. Saya yakin saya tidak akan marah. Tapi, akhirnya marah juga.

  • Hanya untuk beberapa saat saya telah melihat beberapa di antara kami keluar masuk ke dalam tingkatan tersebut, termasuk depresi dan pasrah ketika keluarga dan teman-teman mengerjakan bagian yang sulit untuk melanjutkan hidup dan mengisi tempat kosong yang ditinggalkan.

  • Ciptakan sesuatu yang berarti untuk menghormati orang yang dikasihi

  • Ini dapat berupa sesederhana seperti berkumpul bersama dan berbagi makanan kesukaannya pada hari ulang tahunnya atau, seperti dengan keluarga Lively, membuat memorial perang yang cantik dengan sebuah bangku untuk mengenang prajurit yang gugur dalam keluarga mereka.

  • Membangun beasiswa atau yayasan

  • Memilih sebuah tujuan yang berarti bagi orang yang dikasihi. Ciptakan dana beasiswa atas namanya. Di sekolah setempat kami, ada beasiswa untuk atletik ciptaan keluarga untuk menghormati anak perempuan mereka yang telah meninggal.

  • Membuat album atau film sejarah keluarga

  • Rumah saya penuh dengan benda-benda khusus untuk anggota keluarga yang telah meninggal. Saya memiliki album foto bibi saya yang dirangkai dengan catatan harian dan foto nenek yang sangat dikasihi dan kakak perempuannya. Album ini berisikan sejarah luar biasa mereka. Dengan cara ini, saya dapat mengajar anak-anak saya pelajaran besar tentang apa yang diajarkan keluarga dan teman-teman saya yang hebat.

  • Pelajari tingkatan-tingkatan duka tersebut. Belajarlah cara untuk memberi dukungan keluarga dan teman. Sediakan waktu untuk membuka hati, rumah atau komunitas Anda dalam menghormati seseorang yang Anda kasihi dan telah meninggal.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Effian Kadarusman dari artikel asli “Honoring loved ones lost” karya Shannon Symonds.

  • Advertisement
Bagikan kepada teman-teman Anda!

Shannon Symonds worked 14 years as an Advocate for families experiencing Domestic or Sexual abuse while raising 6 children in Seaside Oregon. She loves to laugh, write, run, paint and most of all play with her family and friends.

Menghormati Orang yang Dikasihi yang Telah Meninggal

Artikel ini berisikan beberapa saran mengenang mereka yang sangat dekat dengan kita yang telah meninggal, terutama untuk mereka yang kematiannya mendadak dan tak terduga.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr