Ekstrakurikuler apa yang sesungguhnya paling penting dan paling bermanfaat untuk anak saya di sekolah?

Tahukah Anda, ternyata sepenting-pentingnya ekstra kurikuler, tetap lebih penting untuk mengetahui minat, bakat dan potensi anak. Sebab, akan percuma mengikutsertakannya dalam kegiatan apa pun yang bukan passion-nya.

2,213 views   |   5 shares
  • Ekstrakurikuler adalah kegiatan tambahan di sekolah, yang memang biasanya berupa kegiatan olahraga atau kesenian. Banyak sekali dampak positifnya, misalnya menjadikan anak aktif dan produktif yang pada akhirnya membantu memelihara kesehatan tubuh mereka. Selain itu, mengajarkan kerja sama tim, dan menyalurkan energi juga kreativitas. Dengan itu, minat serta bakat akan lebih tergali dan bisa difokuskan pada hal tersebut.

  • Namun, dari sekian banyak ektrakurikuler yang terdapat di sekolah, sebetulnya yang mana sih yang paling penting untuk diikuti anak? jawabannya hanya satu; tergantung anaknya. Ya, tidak ada kegiatan ekstrakurikuler terbaik yang wajib diikuti semua anak, sebab setiap anak berbeda. Setiap anak memiliki bakat, minat dan potensinya masing-masing.

  • Dalam buku keluaran Depdiknas tahun 2007 tentang ekstrakurikuler telah dijelaskan, bahwa dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler hendaknya: 1. Pahami dulu visi, misi, dan program ekstrakurikuler. 2. Kenali potensi, bakat, minat, dan kebutuhan anak. 3. Untuk mengenali potensi, bakat, minat, dan kebutuhan anak bisa berkonsultasi dengan psikolog, konselor atau guru BK (bimbingan konseling) di sekolah masing-masing. Jika di sekolah tidak ada guru BK, bisa berkonsultasi dengan wali kelas dengan membawa rapor dan buku pribadi (kalau ada). 4. Pilihlah jenis ekstrakurikuler yang sesuai dengan potensi, bakat, minat, dan kebutuhan anak.

  • Psikolog Lucia RM Royanto pun pernah mengungkapkan hal senada. Menurutnya, secara umum, kebutuhan manusia mencakup 3 aspek, yaitu Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik. Aspek Kognitif berkaitan dengan daya pikir dan logika, Afektif berkaitan dengan sisi emosi atau perasaan, dan Psikomotorik berkaitan dengan aktivitas fisik. Idealnya, ketiga aspek tersebut harus terpenuhi secara seimbang, terutama pada anak-anak yang masih berada dalam masa tumbuh kembang, karena ketiga aspek tersebut amatlah penting guna membentuk karakter dan kualitas diri Anak.

  • Aspek kognitif biasanya sudah bisa terpenuhi lewat sekolah. Sementara, untuk memenuhi aspek afektif dan psikomotorik biasanya harus ditambah dengan kegiatan lain, seperti ekskul. Meskipun kegiatan ekskul merupakan sesuatu yang penting bagi anak, namun orangatua sebaiknya pandai dan bijak dalam memilih ekskul untuk anak, agar kegiatan tambahan di luar jam sekolah tersebut tidak semakin membebani anak, terlebih bila kegiatan sekolahnya sudah cukup padat.

  • Hal ini juga pernah dinyatakan dalam sebuah penelitian oleh Connecticut College bahwa anak-anak yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler lebih dari 17 jam dalam sepekan bisa membahayakan prospek pendidikan mereka. Para peneliti berpendapat, orangtua yang berharap memajukan anak-anaknya dengan mendaftar di kelas balet atau les piano mungkin mengekspos mereka pada peningkatan stres.

  • Advertisement
  • Jennifer Fredricks, kepala bagian pengembangan manusia di Connecticut College menemukan bahwa efek positif dari satu sampai 13 jam aktivitas ekstrakurikuler mingguan jelas pada kinerja ujian anak-anak. Tapi untuk siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurukuler lebih dari 17 jam pelajaran, klub dan kelas di luar sekolah, nilai dan kondisi mereka secara keseluruhan turun.

  • Jadi, hal apa saja yang perlu menjadi pertimbangan orangtua dalam memilih kegiatan ekskul atau les tambahan untuk anak? Simak beberapa tips berikut ini:

  • 1. Perhatikan jenis Ekskul

  • Jenis ekskul yang mendukung perkembangan afektif biasanya berkaitan dengan seni, misalnya menari, menyanyi, menggambar, dan lain-lain.

  • Sementara ekskul yang mendukung perkembangan psikomotorik lebih ke arah kegiatan olahraga, misalnya basket, renang, futsal, dan lain-lain. Tak hanya mengasah keterampilan gerak, kegiatan olahraga bermanfaat untuk memupuk rasa percaya diri, kekompakan, kerja sama, sportivitas, dan juga baik untuk menjaga kebugaran tubuh anak. Meskipun begitu, bukan berarti kegiatan ekskul yang bersifat kognitif seperti les bahasa atau matematika tidak diperbolehkan. Selama itu memang diperlukan, anak juga berminat dan mampu mengikutinya.

  • 2. Libatkan anak dalam memilih Ekskul

  • Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Namun, jangan juga sampai bersikap otoriter pada anak karena orangtua merasa serba tahu apa yang terbaik untuk anak.

  • 3. Sesuaikan dengan minat anak

  • Dengan memilih ekskul atau kegiatan les tambahan yang sesuai dengan minat anak, maka kemampuan dan bakat anak akan lebih berkembang lagi. Anak juga jadi lebih enjoy dan senang dalam menjalani aktivitas tambahannya itu, tidak merasa terbebani, sehingga manfaat dari ekskul tersebut bisa dirasakan.

  • 4. Sesuaikan dengan kapasitas anak

  • Memilih ekskul yang tidak sesuai dengan bakat dan kemampuan anak bukan hanya akan membuat anak kesulitan mengikuti dan menangkap kegiatan ekskul yang diikutinya, namun juga bisa mengganggu keseimbangan emosinya yang ujungnya akan berdampak buruk pada performa anak di sekolah dan interaksi sosialnya dengan teman dan lingkungan sekitar.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Ekstrakurikuler apa yang sesungguhnya paling penting dan paling bermanfaat untuk anak saya di sekolah?

Tahukah Anda, ternyata sepenting-pentingnya ekstra kurikuler, tetap lebih penting untuk mengetahui minat, bakat dan potensi anak. Sebab, akan percuma mengikutsertakannya dalam kegiatan apa pun yang bukan passion-nya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr