Hati-hati, ini gejala anak mengalami stres dan depresi

Gejala depresi pada anak mungkin tidak dapat dideteksi seperti gejala penyakit. Namun, Anda bisa mendeteksinya lewat perubahan sikap yang ditunjukkan oleh anak.

2,661 views   |   21 shares
  • Setiap anak berisiko mengalami depresi. Meskipun depresi yang terjadi pada anak tidak sebanyak yang terjadi pada remaja atau orang dewasa, namun sebagai orangtua, Anda harus tetap waspada dan selalu memantau perkembangan anak-anak Anda. Agar Anda bisa mengetahui apakah anak Anda menunjukkan tanda-tanda terjadinya depresi atau tidak? Karena ini menyangkut masalah kejiwaan, Anda harus lebih peka menyikapi perilaku anak Anda.

  • Banyak hal yang menjadi pemicu terjadinya depresi pada anak. Faktor lingkungan dalam keluarga dan lingkungan luar sangat memengaruhi. Saat anak merasa tidak mendapatkan perhatian, kasih sayang, komunikasi yang baik dari sekelilingnya atau anak mendapatkan tekanan, perlakukan buruk, atau berada dalam situasi tidak nyaman, merasa terancam, anak akan lebih mudah mengalami depresi. Anak akan merasa bahwa dirinya tidak dicintai, tidak dihargai dan dikucilkan. Anak akan memiliki pandangan yang buruk terhadap orang-orang di sekitarnya juga pada dirinya sendiri sehingga ada trauma tersendiri yang dialami.

  • Gejala depresi pada anak mungkin tidak dapat dideteksi seperti gejala penyakit. Namun, Anda bisa mendeteksinya lewat perubahan sikap yang ditunjukkan oleh anak. Berikut perilaku anak yang menunjukkan terjadinya gejala depresi :

  • 1. Lebih suka menyendiri

  • Coba perhatikan anak Anda, apakah sekarang dia lebih menutup diri, lebih memilih bermain sendiri, mengurung diri di kamar atau melakukan apa saja seorang diri. Pokoknya ia lebih suka menyendiri daripada bermain bersama teman-temannya. Bisa jadi anak Anda menunjukkan gejala depresi.

  • 2. Suka melamun dan selalu terlihat murung

  • Anak yang terlihat murung atau suka melamun biasanya karena ada suatu masalah yang sedang dialaminya. Bisa saja itu mengenai masalah di sekolah atau di pergaulannya. Hal yang wajar ketika ada sesuatu yang mengganjal hati, anak terlihat murung, namun ketika perilaku tersebut berkepanjangan, Anda perlu khawatir, jangan-jangan anak Anda sedang depresi.

  • 3. Sedih yang berkepanjangan

  • Banyak faktor yang membuat anak menjadi sedih. Kehilangan sosok yang dicintai juga dapat menjadi faktor Anak depresi. Misalnya, saat ibu atau ayahnya meninggal. Jangan sampai anak mengalami sedih yang berkepanjangan. Apalagi sampai terus-terusan menangis.

  • 4. Kehilangan minat pada pada aktivitas yang sebelumnya ia minati

  • Mungkin sebelumnya anak Anda aktif pada suatu kegiatan, permainan, atau aktivitas yang disukainya. Lalu, tanpa Anda sadari ia kehilangan minat pada aktivitas tersebut. Ia bahkan tidak pernah terlihat lagi melakukan aktivitas tersebut. Itu juga salah satu gejala depresi pada anak.

  • Advertisement
  • 5. Mudah marah, sensitif dan cepat tersinggung

  • Anak yang mudah marah tanpa sebab dan cepat tersinggung ketika merasa dirinya tersakiti, sangat sensitif adalah salah satu tanda bahwa anak mengalami gejala depresi.

  • 6. Gelisah dan terlihat cemas

  • Entah apa yang dicemaskan anak. Namun, ketika anak lebih sering terlihat cemas, gelisah, seperti ada perasaan takut yang ditunjukkannya dan kecemasan itu tidak dapat diceritakan pada Anda mungkin saja, anak Anda sedang mengalami gejala depresi.

  • 7. Sulit berinteraksi dengan orang lain

  • Anak yang menunjukkan gejala depresi akan sulit berinteraksi dengan orang lain. Ia akan menutup diri dari pergaulan, mengabaikan pandangan atau pendapat orang lain terhadap dirinya dan merasa rendah diri.

  • 8. Susah fokus dan kehilangan konsentrasi

  • Ketika anak mulai malas belajar, sering bolos sekolah, mengalami penurunan prestasi, akibat kehilangan konsentrasi dan tidak fokusnya menerima pembelajaran. Bisa jadi anak Anda mulai menunjukkan gejala depresi ringan.

  • 9. Menyakiti diri sendiri atau orang lain

  • Anak yang depresi akan sulit mengontrol emosinya, apalagi bila tingkat depresi yang dialaminya sudah parah, maka kejiwaannya pun akan terganggu. Ia bisa tiba-tiba menjadi anak yang pemberontak, membanting barang, berkata kasar, melukai diri sendiri atau orang-orang yang berada di sekitarnya.

  • 10. Ada keinginan untuk lari dari rumah dan ancaman untuk bunuh diri

  • Waspadalah ketika anak ada keinginan untuk lari dari rumah apalagi sampai pernah mengancam untuk bunuh diri.

  • Ketika anak menunjukkan perilaku - perilaku di atas, segeralah cari penyebabnya agar Anda tahu cara untuk mengatasinya. Bila Anda tidak mampu mengatasinya sendiri, minta dukungan keluarga atau segeralah bawa ke dokter spesialis yang mengerti permasalahan tersebut. Anak membutuhkan perhatian, dukungan, pendekatan dan semangat dari Anda untuk keluar dari masalah yang dialaminya.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Hati-hati, ini gejala anak mengalami stres dan depresi

Gejala depresi pada anak mungkin tidak dapat dideteksi seperti gejala penyakit. Namun, Anda bisa mendeteksinya lewat perubahan sikap yang ditunjukkan oleh anak.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr