Berpindah negara dan harus cepat beradaptasi. Mampukah saya?

Beradaptasi dengan kebiasaan dan budaya warga negara lain tentu tidak selalu mudah. Apalagi yang jauh dari adat istiadat kita di Tanah Air. Namun, untuk tinggal lama di negeri orang mengharuskan kita untuk cepat melakukannya. Mungkinkah?

231 views   |   2 shares
  • Keputusan untuk meninggalkan tanah air dan mencari penghidupan baru di luar negeri kini menjadi hal yang lumrah. Ada begitu banyak orang yang mulai melakukannya. Bahkan tak jarang juga yang akhirnya berpindah kewarganegaraan. Alasannya tak harus karena menikahi warga asing, namun bisa juga demi mencari suasana baru dan kehidupan yang lebih baik.

  • Selain itu, menempuh pendidikan tinggi atau tuntutan perusahaan juga dapat menjadi alasan yang membuat seseorang harus meninggalkan tempat lahirnya. Apa pun itu, yang jelas, tidak ada daerah yang bisa sama kondisinya. Di Indonesia sendiri, setiap daerah memiliki kebiasaan dan budaya masing-masing. Begitupun di luar negeri. Karena itulah kita harus cepat beradaptasi agar dapat konsentrasi bekerja.

  • Bagaimana sih caranya?

  • 1. Persiapkan diri sejak masih di tanah air

  • Banyak-banyaklah membaca mengenai kehidupan di negara tujuan. Selain itu Anda bisa belajar dengan mencoba perubahan makanan yang mudah dan banyak terdapat di sana. Biasakan lidah dengan berbagai makanan seperti itu. Tak ada salahnya juga belajar masak sejak dini. Selain itu jangan lupa juga mencari tahu musim-musim yang berada di sana. Tahu lebih banyak akan membuat diri lebih siap.

  • 2. Open Minded

  • Hal yang pasti terjadi adalah perubahan perilaku, bisa dari perubahan cara berinteraksi dengan orang lain. Cara menyapa orang lain dan sebagainya. Intinya adalah Anda pasti akan menemukan sesuatu hal yang baru dan tidak ada di tanah air. Karena itu bersikap open mindedjadi hal penting,coba lakukan analisa kenapa ada perbedaan dan hormati perbedaan itu.

  • 3. Membiasakan gaya hidup baru

  • Gaya hidup sudah pasti harus berubah. Yang sangat jelas adalah kebanyakan di luar negeri, tak ada asisten rumah tangga. Jadi, jika di Indonesia Anda terbiasa menyuruh, di luar negeri harus siap mental untuk melakukan segala pekerjaan rumah sendiri. Tidak ada salahnya jika dicoba dulu beberapa waktu sebelum berangkat, kan?

  • 4. Perubahan waktu

  • Jet lagmerupakan keadaan yang harus diantisipasi sejak dini. Gejala jet lag yang paling sering dialami adalah susah tidur karena perbedaan jam di Indonesia dengan negara yang dituju. Misalnya berada di Amerika, maka jika di Amerika baru 7 malam, sementara di Indonesia sudah jam 7 pagi keesokan harinya.

  • Hal yang dapat dilakukan untuk menghindari jet lag yang parah adalah dengan tidur di pesawat sesuai dengan jam. Ataupun jika sudah sampai, usahakan tidur sesuai dengan jam. Misalnya, cobalah tahan kantuk ketika di Amerika jam 11 siang, walaupun semua teman-teman di Indonesia sudah pada tidur nyenyak, karena di Indonesia sudah jam 11 malam.

  • Advertisement
  • 5. Memahami jarak

  • Negara yang Anda tuju mungkin letaknya jauh sekali dari Indonesia. Jika ya, Anda pasti memahami bahwa harga tiketnya amat mahal. Karena itu, siapkan berbagai barang ala tanah air atau ajari orangtua untuk telepon via video. Tujuannya jelas untuk memersiapkan diri jika mengalami homesick. Dengan mengantisipasi hal ini sejak awal, maka Anda akan tahu bahwa jika rindu, banyak yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya.

  • 6. Ingatlah, yang pakai dolar bukan hanya gaji Anda, tapi juga biaya hidup di sana

  • Jangan gampang langsung berbinar-binar mendengar akan mendapat gaji pakai dollar. Karena biaya hidup disana juga menggunakan dolar, dan biasanya lebih mahal daripada di Indonesia.

  • Di AS misalnya, harga mobil memang lebih murah ketimbang di Indonnesia, namun asuransi dan biaya perawatannya jauh lebih mahal. Begitupun dengan provider handphone dan internet, juga makanan. Sekali makan menu biasa sehari-hari, biayanya paling murah 8 USD. Maka, jika keputusan pindah ke luar negeri karena imig-iming gaji 2-3 kali lipat dari gaji di Indonesia apakah berarti bisa nabung 2-3 kali lipat? Ternyata tidak juga ya. Hal ini jelas harus dipersiapkan.

  • 7. Meningkatkan kewaspadaan

  • Akan banyak terdapat perubahan ketika seseorang belajar di luar negeri. Perubahan ini tentunya bisa bersifat positif atau malah sebaliknya. Sehingga kematangan dan kedewasaan seseorang dalam menghadapi perubahan yang dimaksud sangatlah penting. Pahamilah Anda bergaul di mana, jaga diri, jaga mental, dan teruslah berbenah.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Berpindah negara dan harus cepat beradaptasi. Mampukah saya?

Beradaptasi dengan kebiasaan dan budaya warga negara lain tentu tidak selalu mudah. Apalagi yang jauh dari adat istiadat kita di Tanah Air. Namun, untuk tinggal lama di negeri orang mengharuskan kita untuk cepat melakukannya. Mungkinkah?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr