Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, tanamkan 4 prinsip ini kepada anak-anak Anda!

Di balik kontroversi sejarah penetapannya, Hari Kesaktian Pancasila mengandung makna penting yang patut diketahui calon generasi emas Indonesia. Tanamkan 4 prinsip ini kepada anak-anak Anda, sehingga Pancasila bukan sekadar hafalan belaka.

478 views   |   shares
  • Sebagai dasar Negara, Pancasila yang lahir sejak 1 Juni 1945 telah mengalami banyak peristiwa yang menguji kekuatannya. Salah satu yang paling bersejarah adalah tantangan dari Gerakan 30 September yang dikomandoi oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965.

  • Peristiwa yang populer dengan tajuk G-30S/PKIini merenggut banyak korban jiwa dari negara tercinta. Tidak hanya 7 perwira tinggi Angkatan Bersenjata kita (yang kemudian diberi gelar Pahlawan Revolusi, rakyat pun turut merasakan kekejaman PKI yang berusaha mengganti ideologi negara menjadi komunisme. Pemberontakan ini dapat langsung ditangani dan sebagai titik awal, tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Pancasila dipandang begitu kuatnya, hingga tak tergoyahkan oleh gempuran dari pihak-pihak yang ingin mencerai berai Republik Indonesia.

  • Di balik kontroversitentang kesahihan dan kebenaran fakta sejarah Hari Kesaktian Pancasila, peringatan hari bersejarah ini mengandung makna penting yang patut diketahui oleh calon generasi emas Indonesia. Ya, anak-anak perlu memahami makna di balik peringatan hari bersejarah ini, bukan sekadar hafalan dalam pelajaran belaka.

  • Apa saja yang perlu Anda tanamkan kepada mereka?

  • 1. Pancasila sebagai pemersatu

  • Terbentang dari Sabang sampai Merauke, keanekaragaman begitu melekat pada bangsa Indonesia. Perbedaan yang ada dalam berbagai aspek kehidupan, perlu dipersatukan oleh sebuah ideologi dan dasar negara yang kuat. Pancasila mewadahi seluruh perbedaan ini dan mengikatnya dalam pandangan-pandangan universal yang penting dimiliki dalam kehidupan bernegara. Tidak memihak kepada suku, agama, ras, atau golongan tertentu, kelima sila yang termaktub dalam Pancasila menjadi pedoman yang dapat digunakan setiap rakyat Indonesia untuk menjadi warga negara yang berbudi luhur.

  • 2. Kekerasan bukanlah jawaban

  • Terlepas dari segala maksud yang hendak disampaikan oleh PKI pada masanya, kekerasan bukanlah cara untuk menyampaikan aspirasi. Kerasnya dunia politik, kerap menghalalkan segala cara untuk mewujudkan ambisi dan mimpi. Kedamaian pun dikorbankan, mengatasnamakan perjuangan rakyat kecil. Meski terdengar naïf dan mustahil, jika generasi masa depan Indonesia memiliki prinsip untuk berdiplomasi tanpa melibatkan kekerasan, dunia damai tenteram tanpa perang mungkin bukan sebatas impian. Pancasila sendiri tidak mengamini kekerasan sebagai cara kita mengeluarkan pendapat dan bertindak. Kekeluargaan dan gotong royong, inilah yang mencerminkan jiwa Pancasila sejati.

  • Advertisement
  • 3. Berhenti memikirkan kesenangan diri sendiri

  • Kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Tidak memaksakan kehendak pribadi yang menyengsarakan orang lain atau khalayak ramai. Bahkan 71 tahun setelah kelahirannya, banyak petinggi negeri ini yang tidak mengamalkan inti sari Pancasila dalam kehidupan pribadi dan dalam menjalankan amanat rakyat yang diembannya. Pembentukan karakter semacam ini seyogyanya ditempa sedari dini. Anak yang sejak kecil mengerti arti kejujuran, tentu akan tegas berkata "tidak" kepada korupsi dan pelanggaran hukum lainnya. Empati, tenggang rasa, dan toleransi; memahami bahwa orang lain juga memiliki kebutuhan dan kepentingan yang tidak dapat serta merta dikesampingkan.

  • 4. Bukti sejati Kesaktian Pancasila

  • Perlihatkan secara nyata apa yang sedang terjadi pada negeri ini. Tunjukkan dua wajah yang ada. Kebobroka, keterpurukan, dan hal-hal yang tidak sepantasnya terjadi. Di sisi lain, nyalakan optimisme melalui gerakan-gerakan yang muncul, sekecil apapun itu, bahwa masih ada rakyat Indonesia yang peduli akan masa depan negeri ini. Ajak anak-anak untuk ikut dalam gerakan sederhana yang bermanfaat untuk perubahan ke arah Indonesia yang lebih baik. Membersihkan sampah di tempat umum, memperkenalkan budaya Indonesia, bahkan mencetak prestasi yang mengharumkan nama bangsa. Pinta anak untuk konsisten menjalankan gerakan cinta Indonesia dan jika mampu, mengajak orang-orang di sekitarnya untuk mendukung bahkan bergabung dengannya. Jadikan Pancasila, dengan segal filosofi yang terkandung dalam butir-butirnya sebagai pedoman hidup dan amalkan dalam hidup sehari-hari. Ketika rakyat Indonesia dengan sadar dan ikhlas mengamalkan Pancasila, barulah Pancasila menunjukkan kesaktiannya secara sejati, menjaga negeri ini, kini dan selamanya.

  • Dasar negara kita akan terus mengalami tempaan dan ujian di masa mendatang. Dengan generasi penerus yang tangguh, ia akan terus berdiri tegak dan Pancasila pun tak goyah hingga akhir nanti.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, tanamkan 4 prinsip ini kepada anak-anak Anda!

Di balik kontroversi sejarah penetapannya, Hari Kesaktian Pancasila mengandung makna penting yang patut diketahui calon generasi emas Indonesia. Tanamkan 4 prinsip ini kepada anak-anak Anda, sehingga Pancasila bukan sekadar hafalan belaka.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr