Gajian! Duh, saatnya mentransfer seluruh penghasilan kepada pasangan

Masalah gaji atau penghasilan bagi pasangan suami istri haruslah dibicarakan terlebih dahulu sebelum menikah. Karena hal tersebut merupakan hal yang krusial dan sensitif.

1,226 views   |   16 shares
  • Masalah gaji atau penghasilan bagi pasangan suami istri haruslah dibicarakan terlebih dahulu sebelum menikah. Karena hal tersebut merupakan hal yang krusial dan sensitif maka sebaiknya harus jelas di awal agar di kemudian hari tidak terjadi kesalahanpahaman antara suami dan istri.

  • Pada umumnya, banyak yang berpendapat bahwa istri memiliki hak sepenuhnya terhadap gaji suami namun tidak kebalikannya. Meskipun sama-sama bekerja, gaji suami harus diberikan kepada istri. Tetapi yang sering menjadi pertanyaannya, seberapa besar gaji yang diberikan. Setengahnya ataukah seluruh gaji harus disetor kepada istri. Seberapa besar gaji yang wajib diberikan kepada pasangan Anda?. Apa seluruh gaji suami adalah hak istri. Jika demikian, relakah Anda memberikan seluruh gaji Anda kepada pasangan Anda?

  • " Kalau dibilang rela atau tidaknya saya sih rela-rela saja. Toh, diberikan pada pasangan sendiri (istri), bukan kepada orang lain. Tetapi, kembali lagi, semua yang berhubungan dengan rumah tangga pasti ada yang namanya kesepakatan bersama. Kebetulan saya dan istri sama-sama bekerja. Jadi, kami memiliki penghasilan masing-masing tiap bulannya. Meskipun istri juga punya gaji sendiri, saya tidak lantas melupakan tanggung jawab saya sebagai suami. Apa pun kebutuhan yang berhubungan dengan rumah tangga adalah tanggung jawab saya. Jadi, tiap bulannya saya tetap memberikan gaji kepadanya. Tetapi tidak seluruhnya. Karena bagaimanapun saya juga memiliki keperluan pribadi yang harus saya tanggung sendiri. Semuanya juga dengan sepengetahuan istri saya kok!." (Aditya, 30 tahun, Kediri)

  • "Dulunya aku memberikan setengah saja dari gajiku kepada istriku karena aku pikir dia juga bekerja dan punya gaji sendiri. Tetapi, seiring berjalannya waktu, belum habis bulan uangku selalu habis entah ke mana. Seringkali aku bingung kemana ku habiskan sebagian gajiku padahal aku tak membayar tagihan rumah tangga sedikitpun atau membeli keperluan istri dan anak-anakku. Terkadang, saat kepepet aku minta uang lagi sama istriku. Meskipun ia tidak keberatan, aku akhirnya memutuskan untuk memberikan seluruh gajiku kepadanya. Aku sadar bahwa istri adalah pengelola keuangan terbaik dalam keluarga. Setiap hari aku di jatah untuk uang makan, bensin, rokok. Kalau ada bonus di luar gaji pokok, itulah yang aku simpan sendiri untuk aku pakai sendiri. Semenjak itu keuangan kami tidak defisit. Malahan kami bisa mulai menabung. Jadi, aku rela kok jika harus memberikan seluruh gajiku kepada pasanganku." ( Andre, 33 tahun, Malang)

  • Advertisement
  • "Untuk sekarang ini, saya masih belum rela memberikan seluruh gaji saya kepada pasangan saya. Jangan seluruhnya, separuhnya saja, saya gak rela. Soalnya, dia (pasangan saya) belum resmi menjadi istri saya. Meskipun hubungan kami sangat dekat dan kami sudah menjalin hubungan cukup lama. Tetapi masalah gaji, adalah privasi saya. Saat ini saya masih mengelola gaji saya sendiri tanpa campur tangan dia. Mungkin bila nanti kami resmi menikah, semua gaji saya akan saya serahkan padanya." ( Antos, 27 tahun, Malang)

  • Rela atau tidak tergantung seberapa besar kepercayaan Anda kepada pasangan Anda. Jika pasangan Anda bisa mengatur keuangan dengan baik dan tepat sasaran, tahu mengalokasikan pengeluaran sesuai posnya masing-masing dan bisa menyisipkan uang untuk ditabung mungkin Anda tidak terpikirkan untuk memberikan seluruh gaji Anda, tetapi lain ceritanya jika pasangan Anda adalah orang yang boros dan matre, Anda bakalan tidak rela.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Gajian! Duh, saatnya mentransfer seluruh penghasilan kepada pasangan

Masalah gaji atau penghasilan bagi pasangan suami istri haruslah dibicarakan terlebih dahulu sebelum menikah. Karena hal tersebut merupakan hal yang krusial dan sensitif.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr