Kenapa aku harus selalu mengalah?

Salah satu yang kerap kali tidak disadari orang tua adalah meminta si kakak untuk selalu mengalah kepada adiknya.

1,167 views   |   10 shares
  • Hadirnya sang adik terkadang menjadi momentum yang dilematik. Di satu sisi ada kebahagiaan menambah anggota keluarga yang baru, khususnya bagi si kakak yang kini memiliki 'teman bermain' baru, namun di sisi lain ada kekhawatiran bahwa apa yang dulu hanya milik si kakak, kini harus dibagi dengan makhluk mungil asing bernama 'adik' ini. Terutama, kasih sayang dan perhatian dari mama dan papanya.

  • Tidak ada yang salah sebenarnya dalam proses pengasuhan bagi si kakak maupun bagi si adik. Selama orangtua tetap mampu memosisikan dirinya dan membagi waktu secara adil agar anak tidak merasa tersisihkan.

  • Salah satu yang kerap kali terjadi adalah ketika tanpa disadari orang tua melontarkan ucapan, "kakak kan sudah besar, mengalah yah sama adik." Kalimat yang Anda harapkan menjadi penenang hati sang kakak ketika hak-nya diambil oleh adik. Lantas benarkan hal tersebut Anda lakukan ketika situasi ini terjadi pada anak-anak Anda?

  • Membuat sang kakak terus-terusan mengalah, justru akan semakin menimbulkan jurang kecemburuan dan kebencian si kakak terhadap adiknya. Ia dapat berasumsi, sejak lahirnya sang adik semua perhatian dan kepemilikan berubah menjadi milik adik. Jika ini jika dibiarkan terus-terusan setiap kali kakak dan adik berselisih paham, tentu akan tidak sehat untuk perkembangan emosi kakak maupun adik.

  • Terlalu banyak meminta kakak mengalah dapat membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang kurang percaya diri. Dia akan merasa dirinya tidak berharga di mata orangtuanya karena selalu dinomorduakan. Pada akhirnya, ia akan merasa diri tidak mampu dan takut apabila melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan orang tua. Ia juga akan tumbuh menjadi anak yang mudah sekali cemas dalam mengambil keputusan.

  • Ketika kakak dan adik saling berkonflik seperti memperebutkan sesuatu, cobalah membiarkan mereka menyelesaikannya sendiri tanpa ada campur tangan dari kedua orangtuanya. Atau jika perlu, terapkan aturan sebelum bermain. Memilih mainan di awal adalah konsekuensi yang harus diambil keduanya. Jika pada akhirnya mereka saling memperebutkan mainan satu sama lain, maka sebagai wasit yang adil adalah meminta mereka untuk bersabar dan menunggu giliran sampai saudara yang lain selesai memainkannya.

  • Untuk membuat anak mau mengalah dan bersabar, tentu saja komunikasi aktif bukan saja untuk sang kakak namun juga berlaku untuk sang adik. Hal ini menjaga agar tidak ada perasaan selalu dibela ataupun disalahkan. Hindari alasan-alasan seperti kondisi fisik ataupun usia anak. Ketika perselisihan terjadi, selalu dengarkan cerita dari kedua sisi, berikan pengertian kepada anak akan kesalahan yang telah mereka lakukan, apa yang boleh dilakukan dan yang harus dilakukan. Dengan begitu anak akan memahami bagaimana mereka harus bersikap kepada sesama saudaranya.

  • Advertisement
Bagikan kepada teman-teman Anda!

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Kenapa aku harus selalu mengalah?

Salah satu yang kerap kali tidak disadari orang tua adalah meminta si kakak untuk selalu mengalah kepada adiknya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr