Ini rahasianya menjauhkan tubuh dari penyakit

Sehat, tak bisa didefinisikan sesederhana; tidak sakit. Namun, jika tubuh memang terserang penyakit, obat yang paling ampuh ya hanya makanan sehat. Mengapa? Sebab akar masalah yang terkait badan manusia adalah asupannya.

423 views   |   2 shares
  • Tubuh sehat tidak pernah lepas dari sehatnya keseluruhan aspek hidup seseorang. World Health Organization (WHO), mendefinisikan arti kata sehat sebagai kondisi sejahteranya fisik, mental, dan sosial secara menyeluruh, bukan sekadar tidak adanya penyakit atau gangguan kesehatan yang berlangsung dalam waktu lama.

  • Dan semua ini, berawal dari pola hidup yang sehat. Tentu saja dimulai dari asupan, sebagai langkah pertama. Banyak orang sibuk membeli bermacam buku kesehatan, mendatangi berbagai dokter canggih, dan bahkan mengonsumsi berbagai pengobatan alternatif demi sehat.

  • Menurut dr Tan Shot Yen dalam bukunya Sehat Sejati yang Kodrati, hal ini tidak salah. Malah perilaku asertif yang sangat dianjurkan, mengingat semua manusia wajib berdiri untuk apa yang penting dalam hidupnya dan mengambil tanggung jawab penuh untuk mencapai hasil yang diinginkan. Namun yang seringkali keliru adalah bagaimana mencapai titik temu antara pemahaman tentang teori dan aplikasiya dalam praktek sehari-hari.

  • Bahkan, seringkali cenderung jatuh pada penyederhanaan masalah, yang dipahami sebagai 'terapi' demi keluhan berkurang, kalaupun tak mungkin hilang. Padahal, akar masalah penyebabnya sama sekali tidak dibahas. Menurut buku Enter the Zone tulisan B.Sears PhD, seorang ahli biokimia dari California, manusia kini tak lagi peka terhadap sinyal-sinyal tubuhnya. Seringkali orang baru menyadari tubuhnya bermasalah bukan karena munculnya keluhan fisik, tetapi serelah muncul hasil penelitian laboratorium.

  • Misalnya menanggapi masalah lemak yang menimbun dalam tubuh dan ke depannya mengakibatkan berbagai penyakit lain seperti jantung atau tingginya kolesterol, yang kini paling banyak dialami kaum urban. Kebanyakan sibuk mengatasi masalah yang muncul saja tanpa pernah tertarik mempelajari akar masalahnya.

  • Padahal sebetulnya, trigeliserida adalah lemak bebas yang paling banyak beredar dalam darah sebagai 'cadangan' energi bila suatu saat dibutuhkan. Artinya, semua yang kita makan, dari karbohidrat, protein maupun lemak, jika secara kalori berlebih maka akan di 'stok' dalam bentuk lemak, yakni trigliserida ini sendiri. Celakanya, manusia menimbun terus kalori tanpa menggunakannya. Rajin makan dan jarang bergerak, misalnya.

  • Jadi, alih-aliih trigliserida benar-benar berfungsi sebagai cadangan energi, ia malah ditumpuk terus sehingga membentuk jaringan lemak yang dikenal dengan 'visceral fat' alias lemak sekeliling lingkar perut. Karena lemak ini tidak begitu saja larut dalam darah, ia bisa mengambang ke mana saja bersama darah dan 'menyelip' ke mana pun ia ingin menyusup. Paling sering; mengendap di sela-sela dinding pembuluh darah.

  • Advertisement
  • Ini dia penyebab timbulnya peradangan dinding bagian pembuluh darah dan menjadi plak yang kemudian membuat saluran aliran darah semakin menyempit. Ya, selamat berjumpa dengan hipertensi, stroke, serangan jantung coroner. Apa sih penyebab peradangan ini? Jawabannya sederhana: Lonjakan hormone insulin. Dari mana asalnya? Tentu akibat kadar gula darah yang naik disebabkan oleh karbohidrat buruk seprti gula, terigu, beras, pati dan semua turunannya.

  • Karbohidrat buruk berarti semua bahan pangan yang sangat cepat diubah menjadi gula darah. Tak hanya itu, insulin juga memicu munculnya rentetan hormon peradangan dengan akibat penyempitan pembuluh darah, pengentalan darah, daya tahan kekebalan tubuh merosot, peradangan mudah terjadi, perbanyakan sel-sel tidak normal dan rasa nyeri muncul.

  • Karbohidrat tak terkendali ini adalah sumber masalah utama tubuh kita. Maka, akan lebih baik jika kita mulai mengenal makanan sehat yang dibutuhkan tubuh, bukan malahan mencari berbagai obat anti nyeri dan peradangan yang memang mampu mengndalikan, namun membuat tubuh kehilangan kesempatan untuk memperbaiki sel-sel dan jaringan yang rusak. Self healing, menurut dr B. Sears, dihambat oleh obat-obatan yang hanya diperintahkan untuk menghambat kerja protein radang.

  • Maka, hal yang penting diingat adalah; sebagai manusia, tubuh kita terdiri dari sel-sel yang hidup dan bisa rusak. Artinya, kita butuh makanan biologis yang cocok dengan kondisi alamiah kita. Keberlangsungan hidup manusia yang sehat dan produktif di kemudian hari amat disangsikan apabila pola makan yang dianut semakin tak jelas.

  • Lebih aneh lagi, kembali mengonsumsi sayur dan buah segar sebagai karbohidrat terbaik diaggap 'sedang diet'. Lupakan istilah-istilah seperti diet atau pantang. Kembalilah ke kodrat dan fitrah pangan kita. Mulailah dengan sepiring besar karbohidrat sehat: berbagai jenis selada mentah 200 gram yang kaya kalsium dan zat besi. Jangan hanya itu, tambahkan juga 1-2 buah tomat merah segar, 1-2 ketimun, dan berbagai lalapan lain seperti kemangi, kacang panjang mentah, paprika, bawang Bombay. Tambahkan juga alpukat, pir atau apel.

  • Buatlah menu sehat dan seimbang dengan menambahkan protein dan lemak yang baik dalam bentuk lauk yang sehat. Artinya proses pemasakan tidak membutuhkan waktu lama dan terbatas pada merebus mengukus, memanggang, dibungkus daun dan berbumbu asli.

Bantu kami menyebarkan

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Ini rahasianya menjauhkan tubuh dari penyakit

Sehat, tak bisa didefinisikan sesederhana; tidak sakit. Namun, jika tubuh memang terserang penyakit, obat yang paling ampuh ya hanya makanan sehat. Mengapa? Sebab akar masalah yang terkait badan manusia adalah asupannya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr