Menjalani kehidupan pernikahan tanpa seks. Bisakah berhasil?

Apa arti seks bagi saya dan pernikahan ini? Dapatkah saya bahagia tanpanya?

2,982 views   |   18 shares
  • Cinta datang terlebih dahulu, berlanjut di pernikahan. Kemudian muncul tahun-tahun kepuasaan secara seksual. Pada awal pernikahan, hubungan intim selalu dapat hangat, membuat seseorang lebih bersemangat menjalani hari-harinya.

  • Selain dapat memperbaiki suasana hati, frekuensi bercinta juga dapat terus menghangatkan ikatan pernikahan dan senantiasa mendekatkan pasangan. Namun pada kenyataannya, tidak jarang ada pasangan yang hidup dalam ikatan pernikahan tanpa hubungan seks dalam menunya. Wajarkah?

  • Beberapa faktor mungkin menjadi penyebabnya. Perhatikan gejalanya dan usahakan agar kehidupan seksual Anda kembali terpenuhi karena pada hakikatnya, seks adalah bagian penting kebahagiaan dalam pernikahan.

  • 1. Kesibukan Anda dan dia

  • Kesibukan dalam mengejar karier, stres dalam pekerjaan hingga kelelahan mengurus anak dan rumah kerap kali membuat hasrat seksual menjadi nomor sekian dalam prioritas Anda dan dia. Energi Anda habis untuk hal-hal di luar hubungan kalian sehingga beristirahat dan tidur adalah tujuan utama. Seks tidak lagi menjadi kebutuhan, bahkan mungkin menjadi beban. Bila kondisi ini terjadi berlarut-larut, tentu tidak baik. Karena pada dasarnya, seks juga adalah kebutuhan dasar Anda ataupun pasangan dan penting untuk keutuhan hubungan Anda dan dia. Karena pernikahan tanpa seks bagaikan sayur tanpa garam.

  • 2. Bersikap diam dalam ketidakpuasan

  • Masalah ini banyak dialami oleh para wanita. Secara alami wanita memerlukan waktu yang lebih lama dalam persiapan hubungan intim yang memuaskan. Sebaliknya, pria tidak memerlukan waktu lama untuk itu. Jika keadaan ini tidak dipahami para suami, maka yang terjadi adalah ketimpangan dalam kepuasan seksual. Sayangnya, banyak wanita memilih untuk diam dalam ketidakpuasan. Bila ini terjadi, sebaiknya Anda menanyakan hal ini pada diri Anda sendiri: 'Apa artinya seks bagi saya dan pernikahan?' dan 'Dapatkah saya bahagia tanpa seks? Bila tidak, seks seperti apa yang saya inginkan?'. Jika sudah mendapatkan jawaban, coba komunikasikan dengan suami mengenai harapan Anda tersebut.

  • 3. Memberanikan diri terbuka dalam mencari solusi bersama

  • Sebuah studi yang dilakukan oleh konselor pernikahan dan Psikolog Melissa Risso, M.A, LMFT dari San Mateo, California mengungkapkan bahwa pasangan yang sering melakukan hubungan seks cenderung lebih bahagia. Studi ini juga menunjukkan adanya korelasi erat antara kebahagiaan dan frekuensi seks yang tinggi. Karenanya, saat masalah seks timbul sebaiknya Anda perlu segera mencari solusinya. Ketika Anda dan pasangan berani terbuka membahas tentang masalah seks, hal ini akan mempermudah Anda dan pasangan untuk mempraktikkannya bersama.

  • Advertisement
  • 4. Pasangan bermasalah

  • Sinta, 55th, tidak tertarik berhubungan intim dengan suaminya. Ia mendapati sang suami 'berselingkuh' secara virtual lewat pesan singkat dengan wanita lain. Sinta mengaku hancur, dan berujung pada tidak lagi bergairah pada suaminya yang telah menduakannya selama 10 bulan terakhir. Sang suami punya keinginan untuk menghentikan kebiasaan tersebut, dan meminta maaf pada Sinta. Namun hal tersebut tidak mudah, Sinta memutuskan agar waktu yang mengobati lukanya.

  • Di sisi lain, Paul dan Lori Byerly dari lembaga The Marriage Bed menyatakan, seks memberikan pengaruh yang baik bagi tubuh, jiwa, emosi dan hubungan pernikahan. Hubungan seks yang teratur dapat melembutkan hati dan menyatukan pasangan. Jika ada masalah, bicarakan. Jika sulit diselesaikan, minta bantuan pihak yang profesional.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

Menjalani kehidupan pernikahan tanpa seks. Bisakah berhasil?

Apa arti seks bagi saya dan pernikahan ini? Dapatkah saya bahagia tanpanya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr