Kenangan seperti apa yang Anda dambakan tentang orangtua Anda?

Foto keluarga yang indah, perjalanan liburan yang menyenangkan, pelukan hangat saat kita menangis, secangkir teh saat kita demam, adalah bagian dari cinta yang dibagi anak dengan orangtuanya. Semua itu, pada akhirnya, akan menjadi kenangan.

313 views   |   1 shares
  • Semua dari kita, yang kini sudah menjadi orangtua maupun yang belum, pasti pernah menjadi anak. Tumbuh dari bayi hingga dewasa, dalam asuhan orangtua, hingga akhirnya siap memulai kehidupan sendiri. Setelah itu, fase berikutnya adalah satu persatu dari kita mulai kehilangan orangtua, karena tiba gilirannya kembali kepada Sang Pencipta.

  • Ketika hari itu tiba, berbagai kenangan masa kecil hingga dewasa bersama ayah atau ibu seperti terputar jelas di depan mata layaknya menyaksikan sebuah film. Ada tawa, ada canda, ada air mata dan ada juga berbagai pertengkaran, yang pasti dialami setiap orangtua dengan anak-anaknya. Namun, sebetulnya, saat jasadnya tak lagi dapat direngkuh, maka yang tertinggal hanya serpihan kenangan.

  • Tidak ada manusia yang mengalami kejadian sama persis dalam kehidupannya satu sama lain, begitu juga kenangan yang dirasakannya. Bahkan kakak dan adik kandung pun tak selalu memiliki kenangan yang sama akan orangtuanya. Ada yang kenangannya penuh dengan hal-hal buruk dan ada juga yang penuh dengan hal-hal baik. Namun pernahkah Anda memikirkan, kenangan apa sih sebenarnya yang Anda dambakan dari orangtua Anda? Apa hal yang ingin Anda selalu ingat tentangnya, semasa hidupnya?

  • Semua orang pasti ingin mengingat hal-hal manis bersama orangtuanya, limpahan cinta kasih dan perhatian. Momen-momen seperti melewati sulitnya bertambah usia dan memulai fase baru bersama orangtua yang terkoneksi dengan baik bersama kita, adalah sesuatu yang akan terus terulang di kepala. Apalagi sebuah penelitian dari Universitas Washington School of Medicine mengatakan bahwa cinta kasih seorang ibu bahkan memengaruhi pertumbuhan hippocampus-bagian otak yang penting untuk belajar, ingatan, dan merespons terhadap stres.

  • Maka, 'tabungan' orangtua berupa cinta, pengasuhan penuh kasih sayang dan pesan-pesan kehidupan amat penting dalam meningkatkan kinerja otak dan meninggalkan memori tersebut sepanjang hidupnya. Memastikan bahwa dulu, apa pun yang pernah diberikan orangtua kepada kita, adalah karena cintanya pada kita, merupakan kenangan yang terpenting bagi seorang anak.

  • Pastinya tak ada satu pun yang mendambakan kenangan buruk seperti kekerasan atau contoh perbuatan tak baik dari orangtuanya. Meski kita semua pun pasti memahami bahwa tidak ada orangtua yang sempurna.

  • Sharon Lynn Wyeth, penulis buku Know the Name, Know the Pperson pernah mengatakan bahwa dirinya sangat mengharapkan kenangan manis saat orangtuanya membimbing dan mendidiknya di masa kecil, sehingga menjadikan dirinya seperti sekarang ini. Ia mendambakan segala hal positif dan meniadakan segala kenegatifan yang pernah terjadi dalam hidupnya bersama kedua orangtuanya.

  • Advertisement
  • Ya, karena tidak ada orangtua sempurna, dan begitu juga kita, tak ada otak manusia yang sempurna sehingga bisa mengingat dengan detail apa yang pernah dilakukan orangtua kepadanya di masa kecil. Kita kerap memanggil kenangan yang terjadi, sepanjang otak bisa mengingat saja. Dan ini biasanya di masa remaja ke atas, saat konflik dengan orangtua mulai terjadi.

  • Tak semua dari kita bisa mengingat apa yang dilakukan orangtua saat kita masih bayi dan menangis setiap menit. Kenangan tentang perjuangan mereka saat harus mengurus kita yang sakit dan rewel sepanjang malam, padahal keesokan harinya harus bekerja, tak selalu muncul saat kita sudah dewasa. Jadi, lebih baik bangkitkan saja segala kenangan baik yang sudah ditabung orangtua saat mengasuh kita. Sebisa mungkin.

  • Karena jika kini mereka sudah tak bisa lagi dipeluk, maka letakkanlah segala yang indah dan lupakanlah segala yang buruk. Trauma tidak akan membawa kita ke mana-mana. Langkah kita masih panjang, dan kenangan buruk hanya akan menghambatnya. Apa yang pernah terjadi, kini hanya kenangan, maka sisakan yang menyenangkan sebagai bekal kita untuk meninggalkan tabungan kebaikan juga bagi anak-anak kita.

  • Bagaimana dengan Anda?

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Kenangan seperti apa yang Anda dambakan tentang orangtua Anda?

Foto keluarga yang indah, perjalanan liburan yang menyenangkan, pelukan hangat saat kita menangis, secangkir teh saat kita demam, adalah bagian dari cinta yang dibagi anak dengan orangtuanya. Semua itu, pada akhirnya, akan menjadi kenangan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr