Pahami lebih baik tahap perkembangan sel otak dan kecerdasan anak Anda

Membicarakan tentang manusia dan benda mungil di kepala yang dinamakan otak, memang tak akan ada habisnya. Sebab, semua aktivitas memang ditentukan oleh otak, karena itu kecerdasan manusia pun dimulai dari kesehatan otak.

355 views   |   3 shares
  • Tahukah Anda, di dalam rahim, otak membangun 250 ribu sel saraf per menit untuk menghasilkan sekitar 100 miliar sel saraf saat bayi dilahirkan? Jumlah itu sangat banyak untuk kemampuan belajar yang luar biasa. Sayangnya, otak, tak sanggup membuang-buang energi untuk mempelajari semua hal. Sebab, walaupun otak hanya 2 persen dari berat tubuh, tapi benda ini menggunakan 20-25 persen oksigen dan pasokan energi tubuh. Demikian dikatakan Dr. Mehmet Oz dalam bukunya Raising Your Child.

  • Maka, untuk bekerja secara efisien, otak perlu beradaptasi, mempelajari hal baru dan melupakan hal lama. Selama perkembangan awal (masa hamil dan masa bayi) tugas otak itu tumbuh layaknya sebuah hutan dan mendapatkan sebanyak mungkin pohon. Membuatnya rimbun, subur dan kaya dengan pepohonan saraf yang kuat. Bahkan, pada jangka waktu tertentu (rata-rata 40 pekan), sebagian besar sel saraf yang nantinya akan berfungsi seumur hidup sudah menempati lokasi yang tepat. Padahal otak bayi hanya seperempat ukuran otak orang dewasa.

  • Maksudnya, sebagian besar sambungan sinapsis terbentuk selama tahun pertama kehidupan, yakni periode ketika otak membesar dengan cepat sehingga mendekati ukuran otak orang dewasa dan jumlah sinapsis yang terbentuk hampir dua kali lebih banyak dibandingkan pada orang dewasa. Ini dia sebabnya ada masa yang disebut 'the golden age' yakni usia 0-5 tahun. Saat seseorang sedang 'pintar-pintar' nya karena otak meresap apa pun seperti spons.

  • Memang, seiring bertambahnya usia, akan menurun pula fungsi tubuh, misalnya reaksi refleks menurun, kulit tidak lagi kencang, pigmen rambut menipis sehingga beruban, otot mengempis dan tak kenyal lagi.

  • Seorang pakar neuron dan Direktur The Royal Institution, London, Prof. Susan Greenfild menyebutkan bahwa hal yang sama juga terjadi pada otak. Khususnya mulai usia 45 tahun, otak akan kehilangan sekitar 50.000 sel setiap hari dari cerebral cortex, yaitu bagian otak yang paling pintar. Kemampuan hippocampus, wilayah otak tempat memproses memori, juga mulai menurun. Pada usia 70-an, volume otak mengalami penurunan 10 persen tiap 10 tahun. Di usia 80 tahun, penurunan volume otak mencapai 20 persen.

  • Sama seperti organ lain, misalnya otot, bila tidak dilatih penggunaannya, kemampuan otak akan menurun drastis. Sebaliknya, otak yang sering digunakan akan lebih kuat. Tidak seperti komputer yang memiliki keterbatasan, otak justru kian tajam bila diasah dan ditambah data terus-menerus.

  • Sama seperti jaringan saraf, makin sering proses mengingat dan berpikir diulang, makin tinggi pula kemampuan untuk mengingat. Bila tidak diulang atau digunakan, maka memori lambat laun bisa hilang.

  • Advertisement
  • Para ilmuwan dari University of California, Berkeley, AS, pernah meneliti otak tikus. Mereka menemukan, otak tikus tumbuh sebesar 4 persen saat mereka dipaksa menjalankan tugas mental setiap hari, misalnya mencari jalan keluar dari lorong yang berliku, memanjat tangga, dan bersosialisasi dengan tikus lain.

  • Nah, otak tikus saja bisa dilatih untuk tumbuh, apalagi otak manusia. Makin dilatih, otak kita pasti kian tajam. Kehilangan daya ingat dalam jumlah tertentu pada usia berapa pun adalah wajar, sama seperti terjadinya perubahan pada organ tubuh lain. Sebab memang ada yang diingat dan ada yang harus dilupakan. Maka yang penting adalah sering melatih kinerjanya dan jangan lupa juga mengonsumsi makanan sehat yang baik untuk otak.

  • Dalam buku the role of Glycation in aging tulisan A.T Lee dan A. Cerami, mengatakan bahwa tidak ada resep mujarab untuk masalah apa pun dalam kesehatan. Semua yang kita makan dan lakukan merupakan kontribusi yang saling 'mendongkrak'. Bila salah satu unsur hilang, maka gagal semua tujuan yang ingin dicapai.

  • Maka, beberapa hal yang penting untuk dilakukan bersamaan untuk tetap melatih kecerdasan, dengan memberi nutrisi bagi otak adalah:

    1. Nikmati hidup. Menjadi rutin, mudah bosan, dikelilingi orang yang membosankan akan membuat otak 'lesu'. Buat daftar hal-hal yang hendak dikerjakan, berikan antusiasme dan cinta di dalamnya.

    2. Orang yang menikmati hidup, tentu makan dengan nikmat dan bertujuan. Karbohidrat yang cepat diubah menjadi gula (beras, gula, terigu, pati) bukan sahabat otak manusia. Dari mempercepat proses penuaan, meningkatkan kerja gelombang otak alfa, beta, teta sehingga memperburuk kualiitas berpikir jernih.

    3. Semakin seringnya asupan karbohidrat baik (sayur segar dan buah asli) bersama kecukupan protein dan lemak baik membuat kita merasa nyaman dan kekebalan tubuh kian baik, ketangkasan berpikir kembali didapatkan.

    4. Latih kemampuan mengamati. Perhatikan lingkungan sekitar. Rekam dalam pikiran apa yang Anda lihat, mulai dari yang paling sederhana dan diteruskan dengan observasi yang lebih rumit.

    5. Pelajari sesuatu yang baru. Banyak membaca dan berkenalan dengan hal-hal lain yang mungkin bukan bidang Anda, bisa bahasa asing, pengetahuan tentang komputer, dan lain-lain.

    6. Gunakan tangan supaya mengikuti petunjuk otak. Misalnya bermain gitar, mengetik tanpa melihat tuts, mengerjakan prakarya dari kayu, atau berlatih menulis halus.

    7. Ingat perjalanan pribadi. Apa yang sedang Anda kerjakan satu jam lalu, minggu lalu pada hari Rabu pukul 10.00, misalnya. Dengan siapa, di mana, dan seterusnya.

  • Advertisement
  • Latihan-latihan ini akan memungkinkan sel otak tetap aktif dan jaringan penghubung antarsel otak semakin rapat. Kegiatan mental yang menantang meningkatkan jumlah sirkuit aktif atau sinapsis dalam otak. Semakin banyak sirkuit, semakin banyak asosiasi, makin besar pula kemampuan mengingat.

Bantu kami menyebarkan

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Pahami lebih baik tahap perkembangan sel otak dan kecerdasan anak Anda

Membicarakan tentang manusia dan benda mungil di kepala yang dinamakan otak, memang tak akan ada habisnya. Sebab, semua aktivitas memang ditentukan oleh otak, karena itu kecerdasan manusia pun dimulai dari kesehatan otak.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr