Ingin anak eksis di media sosial? Ini 7 hal yang wajib Anda pertimbangkan terlebih dahulu

Orang tua di era milenial perlu eksis dengan kritis. Anak-anak pun mengharapkan orang tua mematuhi rambu-rambu dalam menggunakan media sosial. Ini 7 pertimbangan yang patut Anda pikirkan sebelum mengekspos anak di media sosial Anda.

258 views   |   shares
  • Orang tua di era millenial, punya semboyan, "Narsis dan eksis, biar selalu up-to-date". Rasanya, seluruh dunia perlu mengikuti dan tahu persis apa yang sedang kita rasakan atau miliki. Termasuk perjalanan anak-anak tercinta. Sejak masih berada di dalam kandungan, berbagai bentuk dokumentasi virtual telah ditayangkan, melalui media sosial. Foto, video, hingga satu situs blog khusus didedikasikan untuk anak tersayang.

  • Namun, pernahkah Anda berpikir, apakah anak-anak Anda nyaman dengan tindakan Anda mengekspos dirinya ke media sosial? Sebuah studi yang dilakukan di Amerika Serikat, mengungkapkan suara dari anak-anak tentang kebiasaan orang tua mereka mengunggah segala hal tentang anak. Anak-anak yang melalui survei dalam studi tersebut, menginginkan adanya aturan bagi orang tua dalam bermedia sosial, seperti halnya diberlakukan kepada anak. Salah satu aturan yang paling banyak disebutkan adalah orang tua patut bertanya dan meminta izin terlebih dahulu kepada anak, sebelum membagikan di media sosial. Mereka juga menginginkan orang tua untuk membagikan seperlunya saja, tidak berlebihan karena banyak hal yang nantinya akan memalukan bagi anak-anak di masa mendatang.

  • Berkaca dari aspirasi anak-anak ini, sudah sepatutnya setiap orang tua yang memutuskan untuk mengunggah segala hal tentang anak di media sosial, memiliki rambu-rambu yang perlu dipatuhi. Pertimbangkanlah 7 hal berikut ini sebelum Anda memutuskan untuk mengekspos putra-putri kesayangan Anda di media sosial.

  • 1. Periksa pengaturan privasi Anda

  • Sebelum mulai mengunggah, tetapkan dahulu, siapa saja yang akan melihat post Anda? Terlebih jika apa yang akan Anda bagikan, dapat menimbulkan dampak yang tidak mengenakkan di masa depan. Misalnya, kondisi anak ketika tantrum, isi post yang dapat menyudutkan pihak lain (membandingkan pengasuhan orang tua lain), dan hal-hal yang Anda anggap "lucu", namun di mata anak, justru membeberkan aibnya. Sebaiknya, atur kembali privasi Anda di dalam media sosial, dengan membuat inner circle atau kalangan terbatas. Anda pun lebih tenang dari rasa was-was adanya pihak tidak bertanggung jawab yang mengambil postAnda tanpa izin, untuk kepentingan yang tidak bermanfaat.

  • Advertisement
  • 2. Minta izin terlebih dahulu

  • Siapapun yang ada di dalam postAnda, seyogyanya Anda memohon izin dahulu kepada mereka yang tercantum di sana. Apakah itu anak, keluarga, maupun teman dari anak Anda. Saat anak sudah lancar berbicara dan berpikir kritis (mulai usia prasekolah 4-6 tahun), Anda dapat meminta baik-baik kepadanya. Hindari menggiring dan memanipulasinya untuk mengiyakan permintaan Anda. Kepada teman anak Anda, izin perlu Anda ajukan kepada orang tuanya. Setiap orang tua memiliki pandangan berbeda di media sosial, termasuk apakah mereka bersedia untuk ditautkan dalam post Anda.

  • 3. Manfaat di atas luapan emosi

  • Euforia seringkali membuat Anda ingin berteriak kepada dunia, begitupun saat amarah dan kekecewaan melanda. Pikirkan dahulu sebelum mengunggah. Apakah postAnda bermanfaat bagi orang lain? Bagaimana perasaan pembaca? Bagaimana postini akan diingat di masa mendatang? Apakah postsaya melanggar privasi dan mencemarkan nama baik pihak lain?

  • 4. Rancang konten yang aman

  • Konten adalah raja. Namun, raja yang baik akan bertindak bijaksana. Selalu draft terlebih dahulu apa yang akan Anda bagikan. Baca kembali beberapa jam kemudian, di saat perasaan Anda lebih tenang dan pikiran lebih jernih. Tak ada salahnya juga berdiskusi dengan pasangan. Tetapkan batasan-batasan bersama, yang disepakati berdua tentang post keluarga Anda.

  • 5. Munculkan kenangan terbaik, dengan tampilan visual yang layak

  • Tidak semua momen dalam hidup Anda perlu diketahui khalayak ramai. Kelahiran bayi mungil Anda memang membahagiakan. Namun, foto dan video persalinan Anda? Biarlah itu menjadi konsumsi tertutup saja. Tampilkan hal terbaik dengan visual yang baik pula. Ini bukan munafik atau pencitraan, namun cara Anda menjaga kehormatan keluarga.

  • 6. Sedikit misteri demi keselamatan

  • Lindungi privasi anak dan keluarga Anda dengan menyaring informasi yang Anda bagikan di media sosial. Tidak perlu membeberkan dari A sampai Z tentang detil kehidupan anak Anda. Bayangkan jika di luar sana ada seseorang yang berniat tidak baik dan memanfaatkan informasi menyeluruh tentang buah hati Anda untuk berbuat kriminal? Sebuah survei yang diulas oleh Wall Street Journal dilakukan pada para orang tua milenial, menyebutkan penilaian mereka tentang sepak terjang orang tua lain di media sosial. Kedua jawaban teratas adalah terlalu banyaknya informasi pribadi yang diunggah, termasuk risiko penyalahgunaan informasi tersebut sehingga anak rentan menjadi korban kejahatan.

  • Advertisement
  • 7. Citra dan reputasi Anda di media sosial saat ini

  • Evaluasi sangat penting Anda lakukan berkala. Bagaimana orang lain melihat tampilan Anda di media sosial? Citra dan reputasi Anda inilah yang nantinya juga akan dilihat oleh anak-anak Anda. Pandangan orang lain mengenai Anda juga berpengaruh terhadap kepercayaan diri buah hati Anda. Anda adalah teladannya, seseorang yang ia banggakan, tunjukkan bahwa rasa percayanya tidak sia-sia. Apabila serangan haters mulai merajalela di akun media sosial Anda, sudah saatnya Anda menutup privasi Anda dan menikmati momen-momen bersama anak-anak tanpa menyiarkannya kepada dunia.

  • Siapapun dapat menjadi kawan maupun lawan di dunia maya. Kebijaksanaan dan kedewasaan Anda dalam berinteraksi akan menjamin kebahagiaan, kenyamanan, dan keamanan hidup keluarga Anda. Saatnya eksis dengan kritis, bukan hanya sebatas narsis!

Baca, hidupkan, bagikan!

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Ingin anak eksis di media sosial? Ini 7 hal yang wajib Anda pertimbangkan terlebih dahulu

Orang tua di era milenial perlu eksis dengan kritis. Anak-anak pun mengharapkan orang tua mematuhi rambu-rambu dalam menggunakan media sosial. Ini 7 pertimbangan yang patut Anda pikirkan sebelum mengekspos anak di media sosial Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr