Kiat sederhana menanamkan disiplin pada anak

Si kecil yang biasanya bak malaikat tiba-tiba saja berubah menjadi monster kecil yang susah dikasih tau, semaunya sendiri. Mungkin beberapa tips berikut bisa membantu Anda.

499 views   |   5 shares
  • Menginjak umur 4 tahun wajar kalau si kecil mulai 'bertingkah'. Ini memang fase peralihan mereka. Bak remaja, umur 4 tahun ini mereka mulai merasa sudah besar, sudah bisa sendiri, sudah bisa menentukan pilihan sendiri.

  • Ada anak yang masa peralihannya berlangsung smooth, tapi ada juga yang penuh perjuangan. Kalau dulu, cukup satu kali diberi tahu atau diajari, mereka langsung mengerti. Tapi sekarang rasanya pekerjaan tak ada habisnya.

  • Memukul dengan tangan tentu bukan pilihan yang bijak karna tangan seharusnya digunakan untuk menyayangi mereka sebagaimana yang kita ajarkan pada mereka. Daripada berteriak terus kepada mereka, yang mana ini juga gak sehat loh, beberapa tips ini mungkin bisa membantu Anda.

  • 1. Tanamkan nilai keluarga.

  • Tanamkan nilai disiplin yang benar sejak dini maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang daripada jalan yang benar. Terapkan nilai disiplin di rumah, misalnya rapikan mainan setelah dimainkan walaupun ada PRT. Ini melatih mereka untuk bertanggungjawab. Nilai-nilai ini adalah nilai keluarga anda. Jika anak protes anda bisa menjawabnya karna ini adalah nilai keluarga kita. Ini tentu juga berlaku untuk orangtua. Ingat children do what they see.

  • 2. Displin dan pujian.

  • Puji mereka ketika mereka melakukan hal yang benar, ketika mereka langsung merapikan mainan tanpa disuruh. Anda juga bisa memberi hadiah misalnya stiker pada mereka. 10 stiker bisa ditukar dengan eskrim, misalnya. Selain pujian harus disertai dengan disiplin. Sepakati bersama dengan pasangan dan anak. Misalnya sebelum tindakan disiplin anak akan diperingati 3x. Jika masih melanggar maka akan didisiplin. Berdiri di pojokan selama beberapa menit atau langkah terakhir ambil hak mereka yang mereka sukai. Misalnya tidak boleh main mainan favorit mereka selama 3 hari.

  • 3. Tegas dan konsisten.

  • Nah ini penting. Karna anak-anak adalah pemanipulasi yang ulung. Jadi tegas dan konsistenlah terhadap aturan yang telah diterapkan. Tegas tidak butuh nada yang tinggi. Karna ketika Anda terlalu sering menggunakan nada tinggi pada mereka, mereka akan menggangap itu hal yang biasa bukan tanda anda sedang marah. Konsiten juga bersama pasangan. Ayah dan Ibu harus sepakat sehingga mereka tau kalau ayah dan ibu sama nilainya. Nah, semoga tips di atas dapat menolong Anda dalam menghadapi si kecil.

  • Seperti disampaikan juga oleh dokter spesialis anak, Ari Brown dalam videonya tentang menanamkan disiplin pada anak, ada 4 hal yang bisa orangtua ingat:

  • Advertisement
  • Yang pertama, perkenalkan anak-anak kita akan konsekuensi; bahwa setiap kesalahan yang mereka lakukan memiliki konsekuensi yang harus mereka jalani. Kemudian yang ke-2, abaikanlah perilaku-perilaku anak yang tidak penting agar mereka mengerti bahwa apa yang mereka lakukan tidak perlu diulangi.

  • Yang ke-3, berikanlah mereka pilihan. Jangan mendisiplin anak dengan cara otoriter—bahwa mereka harus serba menuruti semua yang menjadi keinginan kita. Ingat, anak-anak bisa diajak bernegosiasi dan yang terpenting adalah mereka mengerti apa yang sedang Anda ajarkan kepada mereka.

  • Yang terakhir, cobalah gunakan 'time out' sebagai hukuman. Hukuman pukulan atau hukuman fisik tidak pernah efektif dalam membimbing anak-anak. Mereka akan cenderung memberontak dibandingkan mengerti apa yang sedang Anda ajarkan. Oleh karena itu, cobalah metode hukuman 'time out' untuk membuat mereka lebih mengerti.

Baca, hidupkan, bagikan!

Setelah lulus dari kuliah IT, saya menjadi guru TK selama 7 tahun. Tidak jarang selain menghadapi murid saya juga memberi masukan kepada orangtua murid dari sisi seorang guru. Membaca, menulis dan musik adalah hobi saya. Setelah menikah saya langsung dikaruniai 1 putera yang lucu, saya menjadi ibu penuh waktu dan mulai mengembangkan hobi dan talenta saya yaitu membuat kue atau memasak. Saya senang mengumpulkan berbagai resep dan mencobanya di waktu senggang (yang tidak banyak) saya.

Kiat sederhana menanamkan disiplin pada anak

Si kecil yang biasanya bak malaikat tiba-tiba saja berubah menjadi monster kecil yang susah dikasih tau, semaunya sendiri. Mungkin beberapa tips berikut bisa membantu Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr