Puting sakit dan luka. Haruskah berhenti menyusui?

Semua Ibu menyusui, mengalami perjuangannya masing-masing. Namun haruskah berhenti?

1,237 views   |   5 shares
  • Ibu menyusui itu penuh perjuangan? Betul.

  • Ibu menyusui itu butuh dukungan? Ya.

  • Ibu menyusui itu harus dijaga kondisi fisik dan emosinya agar tidak memengaruhi produksi ASI? Benar.

  • Ibu menyusui harus menjaga asupan gizi yang dikonsumsinya? Tentu.

  • Saya yakin semua Ibu yang sudah memiliki anak pernah mengalami masa-masa 'perjuangan' memberi ASI kepada anaknya. Mulai dari produksi ASI yang sedikit, masalah puting masuk, lecet, manajemen memompa ASI hingga infeksi seperti mastitis yang sangat menyakitkan.

  • Baca juga Ini cara saya mengatasi mastitis dan ampuh

  • Tetapi apakah hal itu menyurutkan niat untuk tetap memberikan yang terbaik pada anak? Tentu saja tidak. Puting atau payudara sakit, bukan berarti seorang Ibu tidak bisa menyusui anaknya lagi. Payudara dapat diistirahatkan sementara hingga pulih kembali, menyiasati asupan ASI pada bayi lewat pemberian ASIP seperti pipet, cup feeder, botol susu dan lain sebagainya.

  • Berikut langkah-langkah yang dapat membantu pemulihan payudara dan puting yang sakit dengan cepat.

    1. Istirahat menyusui selama 2-3 hari. Selama masa pemulihan, kompres payudara menggunakan handuk hangat dan handuk dingin secara bergantian. Hal ini bertujuan menghilangkan rasa nyeri yang dirasakan.

    2. Memberi salep khusus untuk puting yang lecet dan terluka. Saat ini sudah ada beberapa merk obat yang direkomendasikan untuk puting lecet. Manfaat salep ini adalah mengembalikan elastisitas puting dan menutup lecet dengan selaput kulit yang baru. Bahannya aman jika termakan oleh bayi, karenanya boleh digunakan pada Ibu yang masih menyusui.

    3. Konsumsi buah segar dan sayuran hijau lebih banyak dari biasanya, dapat membantu penyembuhan puting yang sakit. Selain itu istirahat yang cukup dan rileks juga dapat mempercepat penyembuhan puting luka.

    4. Melakukan pijat khusus untuk melancarkan ASI yang tersumbat penyebab payudara sakit. Minta pasangan untuk membantu pijatan ini. Lakukan dengan memijat punggung bagian belakang, atau bisa juga pijat mandiri dengan memijat payudara ke arah depan dari samping ketiak menuju ke arah puting.

    5. Jika puting luka dan berdarah, sebaiknya ASI tetap dikeluarkan dan dibuang. ASI yang tidak dikeluarkan selama beristirahat sementara dari menyusui, dapat memperparah kondisi puting yang sedang sakit.

    6. Jika nyeri dan sakit berlangsung, segera hubungi dokter. Untuk pemeriksaan lebih lanjut biasanya dokter akan memberikan antibiotik dan pereda nyeri yang bertujuan untuk mencegah infeksi yang berkepanjangan.

  • Advertisement
  • Yang terpenting, tetap semangat menyusui ya, Bunda!

Bagikan pada teman dan keluarga..

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Puting sakit dan luka. Haruskah berhenti menyusui?

Semua Ibu menyusui, mengalami perjuangannya masing-masing. Namun haruskah berhenti?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr