Yuk, latih si kecil untuk tidur sendiri

Kebiasaan anak-anak untuk tidur bersama orangtua sedikit banyak mengganggu kemesraan pasutri. Bagaimana membiasakan mereka tidur sendiri?

512 views   |   shares
  • Kebiasaan anak-anak untuk tidur bersama orangtua sedikit banyak mengganggu kemesraan pasutri. Bagaimana membiasakan mereka tidur sendiri? Sejak umur berapa sebaiknya mereka dididik untuk mandiri seperti ini?

  • Pada usia berapa?

  • Tentu saja perkembangan setiap anak berbeda-beda. Pada umumnya di usia 2 tahun dia sudah lebih mengerti tentang keadaan di sekitarnya. Dia juga mulai banyak berbicara, bertanya tentang segala sesuatu yang dilihatnya dan macam-macam kepandaian lainnya. Hal ini membuat orangtua mulai berhati-hati melakukan hubungan intim bila si anak tidur sekamar. Biasanya mereka menunggu sampai si anak tidur, tetapi bila karena suatu hal dia terbangun, ini akan mengganggu kemesraan orangtua. Semakin dini Anda mengajarkan anak untuk tidur di kamarnya sendiri semakin baik.

  • Beri kamar sendiri

  • Pemecahannya? Sediakan kamar tidur sendiri bagi anak Anda. Hiaslah dengan bintang-bintang yang menyala bila gelap sehingga dia tidak takut tidur sendirian. Atau berilah lampu tidur kecil yang sekarang banyak dijual di toko dengan berbagai bentuk yang lucu-lucu. Pasanglah poster mickey atau minnie mouse atau gambar apa saja yang dia suka. Sebelum tidur dampingilah dia dan ceritakan dongeng-dongeng menarik atau bacakan buku anak-anak supaya dia cepat tertidur. Sediakan boneka beruang kecil yang lucu atau boneka lain yang disayanginya sehingga dia tidak merasa sendirian.

  • Hadiah

  • Berilah hadiah stiker, crayon atau barang-barang kecil lainnya di bawah bantal jika si anak mau tidur di kamarnya sendiri. Karanglah cerita tentang peri kecil yang memberi hadiah kepada anak-anak yang mau tidur sendiri di kamarnya. Juga berilah pujian seperti, "Nani sekarang udah besar ya, mau tidur di kamarnya sendiri." Anak-anak balita sangat senang diberi pujian seperti itu dan akan berusaha menyenangkan orangtuanya dengan melakukan apa yang mereka minta.

  • Didiklah secara perlahan-lahan

  • Jika anak-anak tetap menyelinap ke kamar orangtua untuk tidur bersama, temanilah dia tidur di kamarnya. Tetapi jangan tidur di ranjangnya, ambillah kasur kecil atau selimut untuk alas tidur di bawah. Selama semalaman tidurlah bersamanya, sehingga bila dia terjaga dia akan melihat ada ayah atau ibu yang menemaninya. Setelah beberapa hari, ketika dia sudah terbiasa tidur di kamarnya sendiri, pindahlah kembali tidur di kamar Anda. Dengan membiasakan dia tidur sendiri akan membuat dia lebih mandiri dan tidak penakut.

  • Cinta yang tegas

  • Mendidik anak kadang-kadang memerlukan cinta yang tegas. Maksudnya Anda tidak mudah menyerah hanya karena mendengar anak menangis. Jika tidak dapat membiarkan anak menangis maka Anda gagal menerapkan pendidikan yang ingin Anda terapkan. Tangisan merupakan senjata anak untuk meluluhkan hati orangtua. Namun jika tujuan Anda benar, biarkan anak itu menangis demi kebaikannya sendiri.

  • Advertisement
  • Menjaga kemesraan pasutri

  • Selain mendidik dan membesarkan anak, penting untuk menjaga kemesraan antara suami istri. Karena itu membiasakan anak tidur sendiri bukan berarti orangtua egois. Orangtua juga perlu menikmati waktu untuk dirinya sendiri sehingga tidak merasa kecapaian karena mengurus anak seharian. Mereka dapat tidur nyenyak tanpa diganggu si anak yang jika tidur bersama mungkin kakinya suka menendang-nendang. Kurang tidur, capai dengan urusan rumah tangga dapat membuat seorang ibu stres dan akibatnya sering marah-marah tanpa sebab.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Yuk, latih si kecil untuk tidur sendiri

Kebiasaan anak-anak untuk tidur bersama orangtua sedikit banyak mengganggu kemesraan pasutri. Bagaimana membiasakan mereka tidur sendiri?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr