Menurut Anda, haruskah anak berprestasi di sekolahnya?

Jangan sampai Anda memaksa seorang anak berhasil dalam bidang yang tidak sesuai dengan minat dan bakatnya.

274 views   |   5 shares
  • Memiliki anak dengan segudang prestasi adalah dambaan setiap orang tua. Untuk mewujudkan hal tersebut, kadang orangtua tidak segan-segan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit dengan harapan buah hatinya mampu menunjukkan prestasi dan menjadi bintang kelas.

  • Setujukah Anda dengan hal ini?

  • Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ijinkan saya menganalogikan kecerdasan anak seperti kemampuan 3 ekor binatang dalam sebuah cerita fabel di bawah ini.

  • Ada 3 ekor binatang dengan kemampuan yang berbeda-beda: Kuda dengan kecepatan berlarinya, ikan dengan kecepatan berenangnya dan burung dengan kemampuan terbangnya. Pada suatu hari, ketiga binatang tersebut ikut dalam sebuah perlombaan dan berhasil melewati berbagai macam tantangan, hingga akhirnya mereka tiba di babak final. Untuk bisa menjadi yang terbaik, mereka harus mampu menyelesaikan sebuah pertandingan terakhir untuk keluar jadi pemenangnya.

  • Pertandingan final ini berbeda dari pertandingan sebelumnya, mereka di minta mengambil sebuah bendera dari dalam sebuah danau yang dalamnya 10 meter. Siapa yang paling cepat mengambil kesepuluh bendera, ia lah pemenangnya.

  • Anda tentu sudah bisa menebak siapa pemenangnya. Betapa sebuah pertandingan yang tidak adil bagi kuda dan burung untuk bisa mengambil bendera yang terletak di dasar danau. Namun, tidak demikian bagi si ikan, tanpa menemui banyak kendala ia berhasil menyelesaikan lomba dengan catatan waktu terbaik dan berhasil keluar sebagai pemenang.

  • Kini, kembali mengenai anak-anak kita. Setiap anak terlahir cerdas dengan karunia dan bakat yang berbeda satu dengan lainnya. Unik, dan tidak ada yang serupa. Kompas.com dalam sebuah artikelnya berjudul "_Kemampuan Anak dan Cara Mengembangkannya" menuliskan sedikitnya ada 9 macam kecerdasan yang dimiliki oleh setiap anak. Ini di antaranya: Kecerdasan Linguistik, kecerdasan matematis, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan musikal, kecerdasan spasial, kecerdasan kinetik, kecerdasan naturalis, dan kecerdasan spiritual._

  • Dengan berbagai macam kecerdasan yang ada, tentunya satu anak lebih mudah menguasai satu bidang kemampuan dibandingkan dengan yang lainnya. Seperti contoh, Budi memiliki kecerdasan dalam bidang matematika, sedangkan Ratih memiliki kecerdasan dalam bidang musik. Nah, Anda tentu bisa membayangkan tidak mudah bagi Budi untuk bisa menguasai alat-alat musik, sebaliknya tidak mudah bagi ratih untuk menguasai rumus-rumus matematika.

  • Advertisement
  • Intinya, tidak ada salahnya Anda sebagai orangtua berharap anak-anak mampu berprestasi di sekolah. Namun, lihatlah kenyataan di depan Anda. Kenali bakat dan kemampuan anak, jangan sampai Anda memaksakan sesuatu yang bukan menjadi minat bakatnya. Tentu ia akan sulit bersaing dengan anak lain dengan bakat di bidang tersebut.

  • Peran sekolah vs Peran Orangtua

  • Belum lama ini hangat diperbincangkan wacana metode belajar baru oleh kemendikbud, full day school. Tujuannya agar mampu menciptakan kualitas pelajar yang bermutu. Namun metode tersebut mendapat tentangan dari banyak pihak. Beberapa menilai bahwa full day schooling tidak efektif menciptakan pelajar berprestasi dan mengurangi intesitas waktu bagi anak untuk berkumpul bersama keluarga.

  • Finlandia, negara dengan metode belajar terbaik di dunia, justru mewajibkan setiap siswanya belajar di kelas tidak lebih dari 5 jam per hari. Mereka diarahkan agar lebih banyak meluangkan waktu belajar di luar ruangan sesuai dengan minat dan kemampuan mereka masing-masing.

  • Anak-anak membutuhkan tempat dan pembimbing yang berkualitas agar mampu berprestasi sesuai dengan bakat mereka masing-masing. Di awali dari Anda. Kenali kemampuan anak dan peka terhadap kebutuhan mereka untuk mengembangkannya. Cari sarana yang mampu membimbing anak mencapainya, dengan demikian Anda bisa merasa puas menyaksikan buah hati Anda mampu berprestasi di sekolah maupun dalam masyarakat.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Saya adalah seorang karyawan di salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia. Saya juga saat ini sedang menempuh kuliah untuk mengejar gelar sarjana saya. Untuk mengisi waktu luang saya memanfaatkannya dengan menulis dan membaca.

Menurut Anda, haruskah anak berprestasi di sekolahnya?

Jangan sampai Anda memaksa seorang anak berhasil dalam bidang yang tidak sesuai dengan minat dan bakatnya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr