'Aturan' yang harus Anda ketahui sebelum mendonorkan ASI

Memberikan ASI perah Anda untuk bayi yang membutuhkan, kenapa tidak! Tapi baca beberapa syarat di bawah ini terlebih dahulu.

250 views   |   shares
  • Mengetahui besarnya manfaat ASI, semakin banyak orang tua berlomba-lomba memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Bahkan di saat si ibu berhalangan menyusui si buah hati, misalnya pada contoh ibu yang harus dirawat di rumah sakit, stok ASI menipis dan lain sebagainya, tetap ada jalan untuk memberikan ASI ke pada bayi.

  • Salah satu caranya adalah dengan mencari donor ASIP. Saat ini sudah banyak ibu menyusui yang memerah ASI dan berhasil menyimpan banyak ASIP hingga berlebih. KArena waktu simpannya yang terbatas, daripada dibuang akan lebih baik jika ASPI tersebut diberikan kepada bayi yang membutuhkan.

  • Tentu tidak sembarangan menerima dan mendonorkan ASIP ya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum menjadi pendonor ASI. Apa saja syaratnya, simak ulasan berikut ini:

    1. Pendonor ASI harus sehat dan tidak ada indikasi medis. Ibu yang sehat akan menghasilkan ASI berkualitas baik juga. Jika berniat mendonorkan ASI haruslah sehat secara medis untuk kebaikan ibu dan juga bayi yang menerima ASIP tersebut.

    2. Ibu pendonor harus bebas dari obat-obatan yang dapat mempengaruhi ASI. Misalnya, ibu yang mengonsumsi obat penenang dapat sedikit berdampak pada bayi hingga jadi mengantuk. Sebaiknya hindari penggunaaan obat-obatan terutama yang dapat mempengaruhi ASI. Di antaranya adalah hormon tambahan seperti hormon tiroid atau KB suntik hormon pada keluarga berencana dan lain lain.

    3. Tidak minum alkohol. Saat menyusui, Anda harus menghindari minum minuman beralkohol. Apalagi jika berencana untuk mendonorkan ASI.

    4. Tidak melakukan transplantasi organ dalam jangka waktu satu tahun ke belakang. Sehabis melakukan transplantsi organ, umumnya dalam waktu satu tahun mengonsumsi obat-obatan dan dikhawatirkan memiliki masalah lanjutan setelah operasi tersebut.

    5. Tidak melakukan transfusi darah dalam kurun 1 tahun ke belakang.

    6. Tidak melakukan implant payudara. Dikhawatirkan implan payudara dapat berdampak pada kualitas ASI. Hindari, jika Anda berencana mendonorkan ASI Anda

    7. Tidak merokok. Merokok punya dampak buruk bagi kesehatan, termasuk kualitas dan produksi ASI seorang ibu.

    8. Tidak terpapar penyakit menular seperti HIV AIDS yang bisa ditulaskan dari ASI.

    9. Jelas asal-usul keluarga. Mengetahui asal usul pendonor dan keluarganya juga penting untuk mengetahui riwayat kesehatan dan lingkungannya. Mengenal jelas siapa dan bagaimana keluarga bayi yang menerima donor perlu, untuk mengetahui apakah ASI yang Anda donorkan diberikan pada bayi yang benar-benar membutuhkan.

  • Advertisement
  • Sembilan tips di atas penting diperhatikan jika Anda memiliki rencana mendonorkan ASIP Anda, atau Anda mencari donor untuk kebutuhan bayi Anda. Tentu ada beberapa screening yang harus diperhatikan untuk memastikan bahwa ASI tersebut bagus kualitasnya. Namun yang paling penting, pastikan ASIP donor telah dipasteurisasi dahulu untuk memastikan terbebas dari segala kuman penyakit sebelum diberikan kepada bayi.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Nuria adalah lulusan Teknik Elektro UGM. Nuria mengawali karir sebagai praktisi bidang IT di salah satu perusahaan swasta, Menulis adalah salah satu kegemaran saya untuk mengekspresikan dan sharing tentang hal-hal yang bermanfaat.

'Aturan' yang harus Anda ketahui sebelum mendonorkan ASI

Memberikan ASI perah Anda untuk bayi yang membutuhkan, kenapa tidak! Tapi baca beberapa syarat di bawah ini terlebih dahulu.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr