Ayah, bunda, berhenti membanding-bandingkan anak kita

Setiap anak adalah pribadi yang unik dan tidak ada samanya. Karena itu, berhenti membandingkan anak dan hargai potensi dalam dirinya.

449 views   |   12 shares
  • "Seorang anak tidak pernah meminta untuk dilahirkan" Kalimat ini kerap kali kita dengar ketika anak merasa dikecewakan oleh orang tuanya. Padahal anak adalah karakter yang terbentuk dari apa yang ia pelajari dengan meniru apa yang dilihat dan didengar dari orang tuanya.

  • Apa yang terjadi anak, tentu saja tidak lepas dari peran dan campur tangan orang tua. Begitu pula ketika ia melakukan kesalahan, hal ini bukan seutuhnya kesalahan mereka.

  • Rasa tidak puas terhadap anak kerap kali ditunjukkan orang tua, sadar maupun tidak. Akibatnya cukup fatal pada tumbuh kembang anak. Salah satunya contoh yang kerap dilakukan adalah dengan sering membandingkan anak kita dengan anak orang lain, atau adik dengan kakaknya. Mungkin tujuannya untuk memotivasi anak agar menjadi lebih baik, tetapi tanpa disadari hal itu justru membuat anak semakin menjauh dari Anda, hari ke hari. Kenapa?

  • Anak merasa tidak dihargai

  • Ingatlah setiap anak itu unik dan berbeda. Bahkan kembar identik sekalipun. Membandingkan anak, baik dengan anak orang lain ataupun dengan saudaranya sendiri, sama-sama membuat anak merasa tidak dihargai. Berfokuslah untuk menumbuhkan sisi positif anak ketimbang membicarakan kekurangannya dan membandingkan dengan orang lain. Menghargai kepribadian anak akan membuat mereka tampil lebih percaya diri. Sekecil apapun yang telah ia lakukan, berikan pujian atas proses dari perilakunya dan bukan pada hasil akhirnya. Motivator terbesar bagi seorang anak adalah orang tuanya.

  • Lihatlah kelebihannya

  • Setiap anak mempunya karakter berbeda, sehingga orang tua tidak akan bisa memberikan pengasuhan yang sama untuk setiap anak. Jangan memukul rata setiap perkembangan anak. Berfokuslah pada hal-hal yang unik dari diri mereka. Jika kakaknya mempunyai kelebihan bisa konsentrasi lebih lama, bukan berarti adik tidak memiliki kelebihan. Bisa saja kelebihan adik terletak pada perkembangan motorik kasarnya sehingga membuat dia terlihat lebih aktif dari si kakak. Anak yang aktif, biasanya lebih berani dan lebih baik di bidang olah raga.

  • Anak vs Dirinya sendiri

  • Ketika anak melakukan kesalahan dan perilaku tersebut diulangi kembali, jangan langsung membandingkan anak dengan orang lain. Apalagi jika patokan Anda adalah hasil. Lihatlah perubahan yang terjadi pada anak, sesedikit apapun itu. Apakah selama perilakunya dia mengalami proses belajar, hingga akhirnya ada trial dan error? Jika iya, berarti kegagalannya bukan karena anak tidak bisa. Yakinkan anak ia bisa lebih baik lagi ke depannya dan Anda percaya bahwa anak mampu melewati prosesnya hingga akhir. Dengan begitu mereka akan merasa mendapatkan kekuatan untuk mencoba lagi dan tidak melakukan kesalahan yang sama.

  • Advertisement
  • Oleh karenanya, Ayah dan ibu, sebaiknya berhati-hatilah dalam berucap apalagi dengan maksud memotivasi anak. Tidak mengontrol apa yang kita katakan, bisa jadi justru membuat anak merasa tidak dihargai dan sedih.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Ayah, bunda, berhenti membanding-bandingkan anak kita

Setiap anak adalah pribadi yang unik dan tidak ada samanya. Karena itu, berhenti membandingkan anak dan hargai potensi dalam dirinya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr