Uang suami itu uang istri. Uang istri ya tetap uang istri.

Rencanakan pengelolaan keuangan dalam keluarga, sebelum Anda membicarakan soal pernikahan. Ikuti tips di bawah ini.

21,340 views   |   294 shares
  • Sebelum merencanakan pernikahan dulu, pernahkah Anda berdua membahas tentang bagaimana mengelola keuangan setelah menikah kelak? Apakah 'uang suami juga uang istri', 'uang istri hanya uang istri' atau 'uang suami milik suami sendiri dan begitupula dengan uang istri?' Atau mungkin 'uang suami dan istri adalah milik bersama'. Apapun kesepakatan Anda berdua, perhatikan beberapa langkah di bawah untuk menolong Anda mengelola uang keluarga dengan baik.

  • 1. Pilih model pengelolaan yang tepat

  • Penghasilan keluarga bisa macam-macam sumbernya. Hanya suami yang bekerja, atau istri saja yang bekerja, kombinasi keduanya bekerja atau mengelola usaha keluarga. Dari manapun sumbernya, tentukan bersama siapa dan bagaimana mengelolanya. Uji coba beberapa model pengelolaan keuangan dan pilih yang paling tepat untuk Anda berdua. Bila tidak cocok, jangan segan untuk segera mengubahnya.

  • 2. Tabungan masing-masing?

  • Sebagian keluarga mungkin menerapkan keuangan masing-masing begitu pula dengan tabungan. Biasanya hal ini terjadi jika istri memiliki harta dari orang tua ataupun memiliki penghasilan sendiri. Anda berdua perlu menempatkan sejumlah uang untuk angsuran rumah, mobil dan hutang lainnya serta pengeluaran lainnya. Pilihan yang terbaik adalah dengan membuat posting tabungan lain untuk biaya pengeluaran keluarga yang terpisah dari tabungan Anda berdua.

  • 3. Bayarlah hutangmu

  • Seringkali salah satu penyebab pertengkaran adalah masalah hutang, khususnya hutang yang tanpa diketahui oleh pasangan. Bila salah satu atau masing-masing membawa hutang dalam pernikahan, segeralah berterus terang dan rencanakan bersama pelunasannya sebagai prioritas utama.

  • 4. Uang 'kebebasan'

  • Sangat ideal bila masing-masing bisa memiliki uang saku yang bisa dibelanjakan sesuai keinginan tanpa harus meminta ijin dari pasangan. Tidak perlu dalam jumlah banyak, yang penting cukup bagi Anda untuk menghabiskan secara bebas tanpa diawasi pihak lain.

  • 5. Hati-hati berinvestasi

  • Banyak tawaran investasi yang terdengar menggiurkan, namun sebaiknya selalu diskusikan rencana keuangan bersama pasangan. Seorang teman pernah bercerita bagaimana suaminya secara diam-diam menginvestasikan tabungan keluarga, bahkan menjual harta bersama dengan harapan mendapatkan imbalan yang besar. Malang, ia malah tertipu dan semua harta lenyap.

  • 6. Uang 'plastik'

  • Penggunaan uang plastik yang tidak terkendali menyebabkan 'jebol'-nya keuangan keluarga. Perlu disepakati limitpenggunaannya dan selalu informasikan kepada pasangan setiap saat digunakan. Ada teman yang lain pernah bercerita bagaimana pasangannya terjerat hutang kartu kredit di banyak bank dan membuat kehidupan keluarga tidak nyaman akibat tekanan pihak penagih hutang setiap saat.

  • Advertisement
  • 7. Jauhi 'kasak-kusuk'

  • Rundingkan secara terbuka guna menghindari 'kasak-kusuk' dalam keuangan keluarga. Seringkali hal seperti ini diributkan dan menjadi runcing hingga berujung pada perpisahan. Penghasilan suami digunakan untuk membiayai kebutuhan keluarga begitu pula uang istri dapat menjadi bagian dari penghasilan bersama. Ingin suasana 'teduh' dalam rumah? Jauhkanlah ribut masalah uang, niscaya kedamaian dan kebahagiaan akan menyertai keluarga Anda.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

Uang suami itu uang istri. Uang istri ya tetap uang istri.

Rencanakan pengelolaan keuangan dalam keluarga, sebelum Anda membicarakan soal pernikahan. Ikuti tips di bawah ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr