Hal mutlak yang harus dimiliki seorang lulusan perguruan tinggi

Mengakhiri masa-masa indah menjadi mahasiswa, bukan akhir perjuangan. Ini justru awal dari semua perjuangan kehidupan yang paling nyata. Bagaimana menyiapkannya?

191 views   |   shares
  • Bukan rahasia lagi jika kini lulusan perguruan tinggi sedang mengalami dilema, sebab gelar ijazah pendidikan tinggi yang mereka raih tak lagi jadi jaminan mudah untuk mendapat pekerjaan. Kesulitan mereka terserap dunia kerja semakin bertambah berat, karena mereka juga bersaing dengan tenaga kerja asing dari berbagai negara.

  • Banyaknya lulusan perguruan tinggi menganggur karena adanya ketimpangan antara profil lulusan universitas dengan kualifikasi tenaga kerja siap pakai yang dibutuhkan perusahaan. Berdasarkan hasil studi Willis Towers Watson tentang Talent Management and Rewards mengungkap, delapan dari sepuluh perusahaan di Indonesia kesulitan mendapatkan lulusan perguruan tinggi yang siap pakai.

  • Masih menurut hasil studi itu, semestinya perusahaan tidak sulit mencari tenaga kerja, sebab angka pertumbuhan lulusan perguruan tinggi di Indonesia setiap tahun selalu bertambah. Sementara itu, angka permintaan perusahaan terhadap tenaga kerja selalu lebih rendah dari pada jumlah lulusannya.

  • "Setelah India dan Brasil, Indonesia menempati peringkat ketiga sebagai negara dengan pertumbuhan lulusan universitas lebih dari 4 persen dan rata-rata surplus 1.5 persen per tahun. Tapi, perusahaan tetap kesulitan mendapatkan karyawan yang berpotensi tinggi," ujar Consultant Director, Willis Tower Watson Indonesia, Lilis Halim.

  • Susah terserapnya lulusan perguruan tinggi Indonesia karena tidak memiliki skillsyang dibutuhkan perusahaan dan tidak punya critical skills. Berdasarkan studi itu, Lilis mengatakan bahwa di era digital saat ini lulusan perguruan tinggi harus punya digital skills, yaitu tahu dan menguasai dunia digital. Agile thinking ability -mampu berpikir banyak skenario- serta interpersonal and communication skills - keahlian berkomunikasi sehingga berani adu pendapat.

  • Terakhir, menurut dia, para lulusan juga harus punya global skills. Skills tersebut meliputi kemampuan bahasa asing, bisa padu dan menyatu dengan orang asing yang berbeda budaya, dan punya sensitivitas terhadap nilai budaya.

  • Pakar pendidikan Indonesia, Arief Rachman, mengatakan bahwa kualitas lulusan perguruan tinggi yang tak sesuai kebutuhan dunia industri adalah akibat kesalahan sistem pendidikan Indonesia selama 20 tahun lalu. "Selama ini mahasiswa hanya disuruh belajar untuk lulus jadi sarjana. Mereka hanya mengejar status bukan proses untuk menjadi sarjana. Akhirnya mereka jadi tak punya pemahaman apa-apa terhadap proses pendidikan yang sudah dilalui," ujarnya.

  • Advertisement
  • Psikolog kawakan, David McClelland, pernah berkata bahwa faktor utama keberhasilan para eksekutif muda dunia adalah kepercayaan diri, daya adaptasi, kepemimpinan dan kemampuan memengaruhi orang lain. Ini yang biasa disebut soft skills.

  • Soft skills adalah istilah sosiologis yang berkaitan dengan seseorang "EQ" (Emotional Intelligence Quotient), kumpulan karakter kepribadian, rahmat sosial, komunikasi, bahasa, kebiasaan pribadi, keramahan, dan optimisme yang menjadi ciri hubungan dengan orang lain.

  • Hal ini didukung oleh penelitian di Harvard University Amerika Serikat, ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skills) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skills). Hasil penelitian menunjukkan, justru soft skills yang menentukan kesuksesan seseorang dalam kepemimpinan suatu bisnis. Seperti artikel pada CPA Journal yang mengemukakan bahwa 20 persen kesuksesan seseorang diperkirakan berasal dari intelegensia yaitu kemampuan untuk belajar dan memahami. Sementara itu, 80 persen sisanya berasal dari kemampuan untuk memahami diri sendiri dan berinteraksi dengan orang lain.

  • Artinya, mau tak mau, seseorang harus menyiapkan dirinya dengan berbagai skills sejak masih duduk di bangku kuliah. Maka, artikel di idntimes.com yang menuliskan, sebetulnya kuliah tidak bisa selesai tepat pada waktunya tidak menjadi masalah besar, kini, menjadi relevan. Apalagi jika hal itu terjadi karena kesibukan seorang mahasiswa di luar kuliah. Sebab, sebenarnya hal ini bisa membawakan manfaat untuknya. Sebab berbagai aktivitas ini akan melatih mahasiswa untuk terbiasa dengan dunia kerja, terbiasa dengan mengenal banyak orang, dan menjadi lebih dewasa karena dihadapkan pada berbagai masalah yang mau tak mau harus diselesaikan. Selain itu, dengan punya banyak aktivitas di luar kampus, mahasiswa juga makin punya banyak relasi. Siapa tahu pekerjaannya di masa depan berasal dari salah satu relasi ini.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Hal mutlak yang harus dimiliki seorang lulusan perguruan tinggi

Mengakhiri masa-masa indah menjadi mahasiswa, bukan akhir perjuangan. Ini justru awal dari semua perjuangan kehidupan yang paling nyata. Bagaimana menyiapkannya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr