Ketahui dulu 5 hal ini sebelum Anda menerima donor ASI

Adakalanya dalam perjalanan menyusui Anda, terjadi keadaan darurat yang mengharuskan Anda mempertimbangkan menerima ASI dari pendonor. Dengan manfaat dan risiko yang ada, pahami dulu 5 hal berikut sebelum menerima donor ASI untuk buah hati Anda.

849 views   |   5 shares
  • Adakalanya dalam perjalanan menyusui Anda, terjadi situasi dan kondisi yang tidak diduga. Sebuah keadaan darurat yang mengharuskan Anda mencari alternatif lain dalam menyediakan Air Susu Ibu (ASI) untuk anak Anda. ASI yang Anda hasilkan tidak mencukupi kebutuhan dan Anda masih ingin anak tercinta mendapatkan ASI sebagai asupan tubuhnya.

  • Timbul sebuah pilihan, untuk mencari ASI dari donor, para ibu yang bersedia menyumbangkan sejumlah ASI perah untuk disusui kepada buah hati Anda. Tentu saja, ada beberapa hal yang perlu Anda pahami terlebih dahulu, sebelum menerima uluran kebaikan dari sesama ibu menyusui yang berniat meringankan masalah Anda.

  • Pertama, konsultasikan dulu alternatif donor ASI dengan tenaga kesehatan yang berwenang, misalnya dokter anak. Tujuannya, untuk meneliti kebutuhan nutrisi bayi Anda secara menyeluruh. Kebutuhan ini didasarkan pada usia dan kondisi kesehatan bayi. Dari penelusuran ini, pertimbangan menjadi semakin jelas, apakah donor ASIP mampu memenuhi kebutuhan ini.

  • Kedua, hindari menerima donor dari individu atau didapat dari Internet

  • Terimalah donor ASIP dari sumber yang terpercaya, dimana Anda wajib melakukan pemeriksaan identitas secara menyeluruh kepada pendonor ASIP, termasuk riwayat kesehatannya.

  • Ketiga, pendonor yang Anda pilih, harus melalui beberapa tahap penapisan

  • Dengan demikian, donor akan terseleksi dengan baik dan mengeliminasi sebanyak-banyaknya risiko yang dapat mengancam kesehatan bahkan hidup bayi Anda.

  • Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan syarat calon pendonor ASIsebagai tahap seleksi awal, meliputi:

    1. Memiliki bayi berusia kurang dari 6 bulan.

    2. Sehat dan tidak mempunyai kontra indikasi menyusui.

    3. Produksi ASI sudah memenuhi kebutuhan bayinya dan memutuskan untuk mendonasikan ASI atas dasar produksi yang berlebih.

    4. Tidak menerima transfusi darah atau transplantasi organ atau jaringan dalam jangka waktu 12 bulan terakhir.

    5. Tidak mengonsumsi obat, termasuk insulin, hormon tiroid, dan produk yang bisa mempengaruhi bayi.

    6. Jika mengonsumsi obat atau suplemen herbal, maka harus dinilai kompatibilitasnya terhadap ASI

    7. Tidak ada riwayat menderita penyakit menular, seperti hepatitis, HIV, atau HTLV2

    8. Tidak memiliki pasangan seksual yang berisiko terinfeksi penyakit, seperti HIV, HTLV2, hepatitis B, hepatitis C (termasuk penderita hemofilia yang rutin menerima komponen darah).

    9. Tidak menggunakan obat ilegal, perokok, atau mengonsumsi minuman beralkohol.

  • Advertisement
  • Setelah memenuhi persyaratan di atas, pendonor harus menjalani beberapa tes sebagai tahap skrining selanjutnya. Tes-tes yang dilakukan antara lain adalah tes HIV, human T-lymphotropic virus (HTLV), sifilis, hepatitis B, hepatitis C, dan CMV (bila akan diberikan pada bayi prematur). Tes ini dapat dilakukan tiap 3 bulan.

  • Keempat, Anda perlu memahami benar bagaimana penanganan terhadap ASIP donor yang Anda terima. Disarankan, Anda melakukan proses pasteurisasi untuk menghindari tumbuhnya bakteri berbahaya, meskipun ada kemungkinan terjadinya perubahan komposisi nutrisi di dalam ASIP tersebut. Anda dapat saja melewatkan proses pasteurisasi ini, dengan catatan Anda tahu benar-benar mengenai kualitas ASIP yang diberikan oleh pendonor, melalui tahapan skrining yang ketat dan menyeluruh.

  • Kelima, berdasarkan semua langkah dan pertimbangan yang Anda ambil, pelajari baik-baik segala manfaat dan risiko yang Anda hadapi. Pada akhirnya, kecocokan dan keamanan ASIP donor tergantung kepada kompatibilitasnya dengan anak Anda. Donor ASIP merupakan salah satu kondisi yang kompleks. Jika terjadi sesuatu di luar dugaan dan tidak diinginkan, belum ada wadah resmi yang dapat menampung keluhan Anda di masa mendatang.

  • Pencarian informasi dan konsultasi dengan pihak terkait dengan kompetensi dan kredibilitas yang baik sangat penting untuk Anda lakukan. Apapun pilihan Anda, pastikan bayi Anda siap menerima asupan yang akan menyokong kehidupannya untuk tumbuh sehat walafiat.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Ketahui dulu 5 hal ini sebelum Anda menerima donor ASI

Adakalanya dalam perjalanan menyusui Anda, terjadi keadaan darurat yang mengharuskan Anda mempertimbangkan menerima ASI dari pendonor. Dengan manfaat dan risiko yang ada, pahami dulu 5 hal berikut sebelum menerima donor ASI untuk buah hati Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr