Anak-Anak dan Tugas: Mengingat untuk Berpikir Jangka Panjang

Ingatlah sewaktu anak-anak berpartisipasi dalam tugas rumah tangga bahwa mereka akan belajar keterampilan hidup yang berharga, mendorong rasa tanggung jawab, dan mengembangkan pandangan positif mengenai kemampuan mereka.

999 views   |   shares
  • Daun di pepohonan melambai-lambai ditiup angin di kedua sisi trotoar sewaktu saya melihat kedua orang tua saya pergi. Saya sendirian untuk pertama kalinya. Saya punya apartemen sendiri. Saya punya pilihan dan peluang tanpa batas, atau begitulah pikir saya. Sewaktu saya mulai hidup sendiri, saya segera menyadari bahwa saya tahu sedikit sekali tentang merawat apartemen dan diri saya sendiri.

  • Saya ingat dengan jelas menelepon ibu saya berkali-kali menanyakan tentang cara membersihkan rumah, resep atau bahan masakan. Sebagai seorang anak, saya tidak pernah diberikan tugas. Ibu saya bersikeras mengerjakan semua tugas dan tanggung jawab di sekitar rumah. Tetapi sekarang, hidup sendiri, saya benar-benar berharap saya diberikan tugas rumah tangga waktu saya masih kanak-kanak. Pergumulan antara memberikan tugas rumah tangga kepada anak dengan hasrat jangka panjang orang tua terhadap anaknya terkadang dapat membutakan mata orang tua.

  • Mengharapkan

  • Orang dewasa yang tidak pernah diberikan tugas rumah tangga sewaktu kanak-kanak menyatakan mereka berharap orang tua mereka memberikan tugas rumah tangga kepada mereka. Mereka mengeluhkan keterampilan yang tidak pernah diajarkan kepada mereka. Tugas rumah tangga menolong pengembangan keterampilan sehari-hari dan karakteristik yang penting. Berhentilah sejenak dan bayangkan anak Anda sebagai seorang dewasa. Apakah dia sudah belajar keterampilan yang diperlukan untuk hidup sendiri secara efisien atau merawat pasangan atau anak-anaknya? Apakah yang sedang Anda lakukan sekarang – atau apa yang dapat Anda mulai lakukan – yang dapat menolong anak Anda?

  • Tanggung jawab jangka panjang

  • Kebanyakan orang tua ingin membesarkan anak-anaknya menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab, bahagia dan percaya diri. Tanggung jawab dibina melalui pengalaman. Ini mencakup membuat keputusan dan kesalahan. Mengajarkan tanggung jawab kepada anak-anak dapat dimulai dengan tugas rumah tangga.

  • Sebuah buku karangan Foster Cline dan Jim Fay, berfokus pada orang tua untuk menetapkan batasan yang tegas dan penuh kasih serta memungkinkan anak-anak membuat keputusan dan kesalahan untuk mengajarkan keterampilan tanggung jawab yang penting. Tanggung jawab berkembang sewaktu anak-anak diminta untuk berpartisipasi dalam tugas rumah tangga, dan sewaktu orang tua membiarkan konsekuensi pilihan baik atau buruk terjadi. Orang tua hendaknya menanggapi konsekuensi itu dengan empati.

  • Anak-anak belajar apa artinya menjadi orang yang bertanggung jawab sewaktu orang tua membiarkan anak-anak membuat keputusan dan membiarkan konsekuensi dari keputusan itu menjadi bagian dari pengajaran. Tanggung jawab adalah proses untuk menjadi, dan dengan tugas rumah tangga, pengerjaannya hendaknya hanya menjadi satu bagian dari fokusnya. Memberikan anak-anak peluang dan momen pembuatan keputusan melalui tugas rumah tangga akan memungkinkan mereka untuk bertindak dan memulai proses menjadi orang yang bertanggung jawab.

  • Advertisement
  • Ketika saya berusia 13 tahun, saya ingat duduk di kamar pada suatu Sabtu sore sambil membaca sementara ibu saya mencuci, menjemur dan melipat cucian sepanjang hari. Ibu saya, pada saat itu, seharusnya memberikan saya peluang belajar yang berharga.

  • Mengembangkan konsep diri yang positif

  • Sama seperti orang tua ingin anak-anak yang bertanggung jawab, kita juga ingin anak-anak menjadi percaya diri dan melihat diri mereka sebagai orang yang mampu dan berharga. Dalam bukunya, Dr. Jane Nelson membahas dorongan sewaktu memberikan peluang bagi anak-anak untuk memperoleh pandangan bahwa mereka mampu dan berpengaruh. Membiarkan anak-anak berpartisipasi dalam tugas rumah tangga memberikan mereka peluang untuk mengembangkan persepsi positif bahwa mereka mampu menolong dan dihargai sebagai bagian yang berkontribusi dalam keluarga.

  • Sebuah contoh dorongan misalnya, “Clark, kamu memoles keran berkarat itu sampai mengkilap. Kamu tahu cara menyelesaikan tugas yang sulit. Saya senang ketika kamu mengerjakan tugasmu dengan tekad dan ketekunan. Kamu benar-benar telah membantu keluarga kita sewaktu kamu mengerjakan tugasmu dengan penuh keikhlasan.” Terlibat dalam tugas rumah tangga akan menolong anak-anak mengembangkan pandangan positif mengenai kemampuan mereka yang akan berlanjut ke masa dewasa.

  • Tentu saja akan ada kesulitan ketika melibatkan anak-anak dalam mengerjakan tugas rumah tangga. Ingatlah perspektif jangka panjangnya. Pikirkan ketika mereka menjadi orang dewasa kelak dan keterampilan yang akan mereka perlukan dan inginkan. Ingatlah sewaktu anak-anak berpartisipasi dalam tugas rumah tangga bahwa mereka akan belajar keterampilan hidup yang berharga, mendorong rasa tanggung jawab, dan mengembangkan pandangan positif mengenai kemampuan mereka.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Natalia Sagita dari artikel asli "Children and chores Remembering to think long-term" karya Rachel Paul.

Bagikan pada teman dan keluarga..

I am currently attending Brigham Young University-Idaho. I am a senior majoring in Child Development, planning to graduate December 2013. I love learning about family life and children. After I graduate, I plan to either open my own preschool or attend graduate school. I am from a small mountain town in the beautiful state of colorful Colorado. I enjoy hiking, nature photography, walking in the rain, and spending time laughing with my siblings and parents.

Anak-Anak dan Tugas: Mengingat untuk Berpikir Jangka Panjang

Ingatlah sewaktu anak-anak berpartisipasi dalam tugas rumah tangga bahwa mereka akan belajar keterampilan hidup yang berharga, mendorong rasa tanggung jawab, dan mengembangkan pandangan positif mengenai kemampuan mereka.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr