Fenomena Awkarin di tengah remaja masa kini dan cara bijak menyikapinya

Fenomena selebgram Awkarin sontak membuat ketar-ketir para orang tua Indonesia. Akankah buah hati Anda terpengaruh oleh pemberontakan Karin? Sebagai orang tua, Anda dapat bijak menyikapinya dengan 5 cara ini.

1,623 views   |   2 shares
  • Teknologi internet dan media sosial menghapus batas-batas kasat mata dalam sosialisasi serta komunikasi. Namun, selain kemudahan yang ditawarkannya, tersimpan juga potensi berbahaya yang mengancam, termasuk bagi generasi muda.

  • Saat media sosial digunakan tanpa dasar norma, dampak buruk siap mengintai. Tak hanya membuat kaum muda mengalamimasalah pergaulan, mereka pun rawan menjadi korban kejahatan.

  • Fenomena lain yang juga membuat orang tua ketar-ketir adalah munculnya "idola" baru yang sering disebut sebagai selebgram alias selebriti dariInstagram. Para selebgram ini menampilkan sisi duniawi yang "wah" dalam akun Instagram mereka. Seringkali identik dengan hedonisme, atau menampilkan hal-hal yang tidak pantas di mata norma-norma.

  • Salah satu selebgram yang sedang naik daun di Indonesia adalah gadis ini, Karin Novilda. Populer dengan nama dunia mayanya, Awkarin, gadis remaja ini menantang dunia dengan sepak terjangnya yang membuat banyak orang tua mengurut dada.

  • Di akun Instagram dan saluran vlog Youtube miliknya, Awkarin menampilkan citra gadis pemberontak. Sumpah serapah, berpose berani (baik sendirian, dengan kawan, atau kekasihnya), seolah menafsirkan "begini lho caranya jadi anak muda keren masa kini".

  • Ironis, dalam beberapa tahun, sang peraih NEM tertinggi ketiga di sebuah daerah di Sumatera ini, bertransformasi 180 derajat menjadi mimpi buruk setiap orang tua.

  • Miris memang, banyak anak muda mengelukan Awkarin. Menjadikan Karin dan kekasihnya sebagai pasangan yang patut ditiru. Belum lagi melihat Karin mendapat banyakendorse dari sponsor untuk mendukung gaya hidupnya. Membuat ngiler para remaja yang mendambakan hidup bergelimang popularitas dengan cepat dan mudah.

  • Advertisement
  • Sebagai orang tua, Anda tentu berpikir keras. Bagaimana supaya buah hati Anda terhindar dari efek negatif fenomena Awkarin dan sejenisnya? Ini beberapa langkah yang perlu Anda terapkan.

  • 1. Benteng agama paling utama

  • Tak ada perisai diri yang lebih kuat dari ajaran agama. Di sinilah amanat diberikan dari orang tua untuk memberi tuntunan kepada anak. Tak terbatas pada merapalkan ayat suci dan ibadah rutin, namun yang terpenting adalah mengamalkannya dalam kehidupan. Tekankan bahwa sekecil apapun kebaikan akan mendatangkan hal baik bagi hidup, begitupun sebaliknya. Niscaya, anak pun akan berpikir seribu langkah sebelum berbuat hal-hal yang tak pantas.

  • 2. Berikan perhatian dan jadilah teladan

  • Kurangnya perhatian yang semestinya dari orang tua menjadikan anak mencoba mencarinya dari pihak lain. Salah satunya, dengan membuat sensasi atau melakukan pemberontakan. Apalagi godaan masa kini semakin berat. Kesibukan kerja, gadget, televisi, dan lingkaran sosial menciptakan distraksi orang tua untuk berinteraksi akrab dengan anak. Luangkan waktu berkualitas dengan keluarga dengan kegiatan bermanfaat dan menyenangkan. Singkirkan segala distraksi untuk memastikan waktu terpakai dengan sempurna. Anda ingin anak Anda tidak selalu terpaku dengan gadget? Mulai dari diri Anda dahulu dan jadikanteladan yang baik untuknya.

  • 3. Dampingi anak saat menjelajahi media sosial

  • Sebuah saran menarik diungkapkan oleh Dokter Wendy Rice dalam artikelnya. Sebagai orang tua, Anda perlu membangun komunikasi yang terbuka, jauh dari kritik pedas yang menghakimi, dan memberikan anak kesempatan untuk turut berpendapat. Terkait dengan media sosial, ajak anak untuk menjelajahi media sosial bersama Anda. Biarkan ia menunjukkan hal-hal yang menarik perhatiannya di Internet dan hargai pilihannya, sepanjang hal tersebut masih bersifat positif.

  • Setelah mengenali kegemarannya, selipkan pesan-pesan mengenai rambu-rambu menggunakan media sosial, di antaranya :

  • Advertisement
  • a. Apa yang diunggah di dunia maya, akan tetap tersimpan di sana. Suatu hari, siapapun dapat melihat dan menilainya, seperti atasan kerja atau bahkan anak-cucu kelak. Unggahlah hal-hal yang pantas dan sesuai norma.

  • b. Hindari memberikan identitas lengkap di dunia maya, seperti alamat rumah, nomor telepon, nama lengkap orang tua, dan lain-lain, pada data profil maya.

  • c. Di dunia maya, banyak orang asing yang berniat tidak baik. Mereka bahkan dapat bersembunyi di balik identitas palsu. Minta anak agar selalu informasikan kepada orang tua tentang orang-orang yang berinteraksi dengan mereka, dunia maya dan nyata.

  • d. Perbuatan tidak menyenangkan di media sosial dapat mendatangkan berbagai konsekuensi, baik sanksi sosial maupun hukum.

  • Anda dapat membuat aturan dasar, kesepakatan atau "kontrak" dengan anak Anda mengenai penggunaan Internet dan media sosial. Pengawasan dapat Anda lakukan dengan menjadi "teman" dalam lingkaran media sosialnya. Namun, hargai privasinya dengan tidak memberikan komentar atau unggahan "mengganggu" yang menunjukkan proteksi berlebihan.

  • Banyak media sosial populer mensyaratkan usia 13 tahun sebagai batas usia minimal pengguna. Sebaiknya, Anda mematuhi aturan ini dan hindari memalsukan umur anak hanya demi memuluskan rasa ingin tahunya untuk menggunakan media sosial. Sementara itu, kuatkan dulu "fondasi" dirinya supaya menjadi pengguna media sosial yang bijak.

  • 4. Selalu berlakukan prinsip "Internet Sehat" dalam penggunaan gadget

  • Dalam edukasi Internet Sehat, orang tua dapat meminimalkan dampak negatif dari Internet dan media sosial dengan berdiskusi dengan anak mengenai tiga hal utama. Pertama, diskusikan kebutuhan, yaitu Internet digunakan karena kebutuhan untuk menambah wawasan dan ilmu, bukan untuk ikut tren atau gaya-gayaan. Kedua, diskusikan tanggung jawabnya, dimana ada aturan dan norma yang mengingatkan anak untuk bijak menggunakan Internet. Ketiga, diskusikan risikonya. Ungkapkan apa yang mungkin atau pasti terjadi saat Internet digunakan sembarangan. Anda juga dapat menegaskan konsekuensi yang diterima anak, baik dari Anda, guru. atau bahkan penegak hukum, jika mereka melanggar.

  • Advertisement
  • Anda juga perlu melengkapi diri dengan perangkat keamanan gadget seperti aplikasi penyaring situs dan konten, atau fitur pengatur waktu pemakaian gadget. Dengan demikian, anak dan Anda juga terlindungi dari ancaman bahaya dunia maya.

  • 5. Perkenalkan anak dengan tokoh muda inspiratif dan kegiatan bermanfaat

  • Alih-alih terpukau dengan Awkarin, tunjukkan contoh generasi muda berprestasi yang menjadi idola baru anak. Berikan semangat kepada anak untuk mengeluarkan kelebihan mereka. Salurkan hobi dan minat anak kepada kegiatan bermanfaat, untuk mengalihkan perhatian berlebih pada gadget dan media sosial. Katakan pada mereka, sosok seperti Awkarin memang nyata dan ada di luar sana. Namun, mereka punya pilihan untuk menjadi inspirasi bagi orang lain dengan cara yang lebih terpuji.

  • Suka atau tidak suka, Awkarin tercipta karena lemahnya peran orang tua dalam membangun karakter anak yang tidak mudah goyah terhadap tantangan, dalam hal ini godaan pergaulan dan teknologi. Keberadaan Anda dengan sempurna di samping buah hati, akan menciptakan kepercayaan dirinya untuk menjadi seseorang yang baik secara sejati, bukan sekadar pencitraan belaka.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Fenomena Awkarin di tengah remaja masa kini dan cara bijak menyikapinya

Fenomena selebgram Awkarin sontak membuat ketar-ketir para orang tua Indonesia. Akankah buah hati Anda terpengaruh oleh pemberontakan Karin? Sebagai orang tua, Anda dapat bijak menyikapinya dengan 5 cara ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr