Membatasi konsumsi gadget pada anak? Mulai dari orangtua dulu dong

Orang tua adalah teladan bagi anak. Jadi, jika ingin anak Anda tidak tergantung pada gadget, mulai dari Anda dulu dong.

357 views   |   2 shares
  • "Bangun tidur ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigi,..." penggalan lirik lagu masa kecil kita ini sepertinya tidak lagi dapat dibenarkan pada masa sekarang ini, mengapa demikian? Pertanyaannya adalah apa yang pertama kali Anda lakukan ketika terbangun dari tidur di pagi hari? Mencari gadget dan melihat update terbarukah? Dengan alih-alih takut ada pesan penting yang masuk sewaktu tidur, hal ini secara sadar atau tidak sadar menjadi kebiasaan yang sulit untuk dilepaskan.

  • Pernahkah Anda pergi dengan gadget yang tertinggal di rumah? Apa yang Anda rasakan saat itu? Seperti kehilangan sesuatu yang berharga atau bahkan ada yang menyebutnya suatu keadaan yang membuat Anda "mati gaya". Hal ini sulit dipungkiri karena gadget bukan lagi termasuk dalam kategori kebutuhan sekunder. Nah, bayangkan jika ini menjadi kebutuhan primer bagi anak-anak Anda. Di masa-masa keemasan yang seharusnya anak dapat berkembang maksimal melalui berbagai kegiatannya bersama Anda sebagai orangtua dan bersama orang sekitarnya namun justru tergantikan dengan gadget. Hal ini tentu kurang baik.

  • Seperti pada laman berikut ini, gadget dapat mulai diperkenalkan pada anak usia 5 tahun keatas. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa perkembangan otak anak sudah optimal pada usia ini. Berbeda dengan anak di bawah 5 tahun yang akan menyebabkan dampak berkelanjutan dan kurangnya interaksi dengan lingkungannya. Anak akan asik sendiri dengan gadgetnya sehingga kurang peduli dengan keadaan sekitarnya. Sekalipun anak diperbolehkan untuk bermain gadget namun tetap perlu untuk membatasi penggunaannya. Menurut Dr. Dyah Novita Anggraini pada rubrik spesialisnya, ada 6 cara membatasi anak bermain gadget, yaitu:

  • 1. Membatasi waktu penggunaan gadget bagi anak

  • Waktu normal bagi anak untuk bermain gadget adalah dua jam per hari, usahakan untuk tidak lebih dari itu.

  • 2. Jangan meninggalkan gadget Anda di sembarang tempat

  • Simpanlah gadget Anda di tempat yang tidak diketahui oleh anak untuk menghindari anak bermain gadget tanpa sepengetahuan Anda.

  • 3. Cari kegiatan yang lain

  • Advertisement
  • Untuk mengalihkan perhatian anak dari gadget, ajak anak bermain yang lain untuk perkembangan motoriknya. Menggambar, membaca, bermain bola, atau bernyanyi merupakan kegiatan yang baik untuk dilakukan disamping masih banyak lagi kegiatan lainnya yang bermanfaat untuk dilakukan bersama anak.

  • 4. Berikan password di gadget Anda

  • Penggunaan password pada gadget Anda perlu dilakukan untuk menjaga supaya anak tidak langsung dapat bermain ketika berhasil mendapatkannya.

  • 5. Bermain bersama anak

  • Ketika anak bermain gadget, sangatlah baik jika Anda damping. Hal ini bermanfaat untuk meningkatkan hubungan orangtua-anak dan Anda juga sekaligus dapat memperhatikan apa yang anak mainkan guna mewaspadai permainan yang tidak cocok untuk anak seusianya.

  • 6. Olahraga di luar rumah bersama anak

  • Ajaklah anak untuk berolahraga bersama. Hal ini bermanfaat untuk melatih fisik, meningkatkan kecerdasan, dan meningkatkan jiwa sportivitasnya.

  • Gadget yang dimanfaatkan dengan baik dapat memberikan pengaruh positif bagi anak sebagai media pembelajaran yang menyenangkan. Namun sebaliknya penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan ketergantungan dan akan membuatnya menjadi anak yang anti sosial, cenderung tertutup, dan kurang mampu beradaptasi dengan lingkungan. Sangatlah penting untuk membatasi anak bermain gadget tapi hal ini perlu dimulai dari Anda sebagai orangtua karena orangtua adalah model bagi anak. Anda adalah teladan bagi anak. Anak cenderung meniru apa yang dilakukan orangtuanya. Luangkan waktu Anda bagi anak, misalnya disaat anak hendak tidur, Anda dapat menemani anak sambil membacakan cerita untuknya. Jadi, jika ingin anak Anda tidak tergantung dengan gadget, mulailah dari diri Anda terlebih dahulu.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Andreas Kurniawan lulus sarjana S1 Teknik Informatika tahun 2009 di STMIK MDP. Memulai karir sebagai IT officer di sebuah Bank selama 1 tahun sebelum akhirnya bekerja di PT. Thamrin Brothers sebagai analis sampai saat ini. Email:

Membatasi konsumsi gadget pada anak? Mulai dari orangtua dulu dong

Orang tua adalah teladan bagi anak. Jadi, jika ingin anak Anda tidak tergantung pada gadget, mulai dari Anda dulu dong.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr