Apakah saya termasuk orangtua yang paranoid?

"Mengapa dia belum pulang?" "Apakah dia baik-baik saja?" "Mungkin terjadi sesuatu padanya." Apakah kalimat-kalimat ini sering muncul dalam pikiran Anda sebagai orangtua?

195 views   |   1 shares
  • Seperti yang ditulis dalam artikel ini, paranoid (Yunani Kuno:paranoia) adalah gangguan mental yang diderita seseorang yang meyakini bahwa orang lain ingin membahayakan dirinya. Paranoid ditandai dengan pikiran yang terganggu dengan gejala berupa ketakutan atau kecemasan yang berlebihan secara tidak rasional.

  • Saya tinggal dengan Ibu dan adik perempuan di rumah kami yang sederhana. Ayah saya bekerja di luar kota sejak saya masih kecil hingga sekarang ini. Ibu yang sangat menyayangi saya terkadang pun saya rasakan sering merasa cemas yang terlalu berlebihan. Misalnya sewaktu saya mempunyai kesempatan untuk memiliki motor dan belajar mengendarainya, suatu hari tanpa disengaja saya terjatuh dan mengalami memar di perut. Ibu yang panik langsung mendoktrin saya untuk tidak lagi belajar mengendarai motor. Oleh karena itu, saya pun segera mengembalikan motor fasilitas kantor tersebut. Teman dekat saya sempat menasehati untuk tidak menyerah dan melepas kesempatan tersebut namun saya lebih memilih untuk tidak membuat Ibu cemas lagi.

  • Nah, seringkali kita bertemu dengan orangtua yang paranoid terhadap anak-anaknya. Adapun ciri-ciri dari orangtua paranoid antara lain:

  • 1. Memiliki rasa curiga dan cemas yang berlebihan

  • 2. Tidak mampu bekerjasama dengan anak

  • 3. Memiliki gambar diri yang rusak

  • 4. Memiliki rasa permusuhan

  • 5. Sulit memaafkan kesalahan anak

  • 6. Kurang mempunyai rasa humor

  • 7. Tidak percaya kepada anak

  • Apakah Anda termasuk orangtua yang paranoid? Jika ya, mulailah untuk melepaskannya. Apakah bermanfaat jika Anda memiliki rasa cemas yang berlebihan terhadap anak-anak? Tentu saja tidak. Jangan berasalan karena rasa sayang maka Anda bersikap paranoid terhadap anak, karena hal ini justru akan mengganggu perkembangannya. Bahkan lebih buruk lagi, anak akan mengikuti Anda untuk bersikap paranoid juga dalam kesehariannya. Anak akan mudah cemas dalam menghadapi apapun dalam kehidupannya. Sebaliknya, jika Anda dapat lebih percaya dan menghargai privasi anak, tentu ia akan berkembang menjadi anak yang bertanggung jawab dan mandiri. Alangkah lebih baik bagi orangtua untuk fokus memperhatikan hal lain dalam perkembangan anak dibanding fokus terhadap kondisi yang mencemaskan Anda. Terkadang juga baik apabila Anda sebagai orangtua dapat sekaligus menjadi sahabat bagi anak. Berpikir positif dan rasakanlah manfaatnya!

  • Advertisement
Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Andreas Kurniawan lulus sarjana S1 Teknik Informatika tahun 2009 di STMIK MDP. Memulai karir sebagai IT officer di sebuah Bank selama 1 tahun sebelum akhirnya bekerja di PT. Thamrin Brothers sebagai analis sampai saat ini. Email:

Apakah saya termasuk orangtua yang paranoid?

"Mengapa dia belum pulang?" "Apakah dia baik-baik saja?" "Mungkin terjadi sesuatu padanya." Apakah kalimat-kalimat ini sering muncul dalam pikiran Anda sebagai orangtua?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr