Mengatasi 'gap' pola pikir dalam pergaulan

Si A temanku tapi kalau Si B bukan temanku. Sikap memberikan jarak dengan orang lain ini kerap terjadi dalam pergaulan. Benarkah demikian?

424 views   |   3 shares
  • Gap atau jarak sering terjadi dalam pergaulan masa kini. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan ego, standar hidup, bahkan ada yang menyebutkan karena perbedaan jaman. Terlebih dari semuanya, dapat disimpulkan gap dapat terjadi karena perbedaan pola pikir satu dengan yang lainnya. Dalam kehidupan bersosialisasi, gap sulit untuk dihilangkan. Adanya gap dapat menyebabkan terputusnya komunikasi dan membuat hubungan menjadi rusak.

  • Adapun gap yang seringkali terjadi adalah dalam ruang lingkup pergaulan:

  • 1. Orang tua dan anak

  • Seorang Ibu biasanya dekat dengan anak-anaknya. Anak dapat mencurahkan segala isi hati dan pikirannya kepada Ibu. Namun bagaimana dengan Ayah? Biasanya sering terjadi gap antara Ayah dan anak. Ayah yang terlau diktator, mengatur ketat anak-anak, kurang perhatian karena sibuk dengan pekerjaan, atau berbeda pandangan tentang masa depan biasanya tanpa disadari membuat gap dengan anak-anaknya. Sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya gap antara orang tua dan anak ini diselesaikan. Perlu adanya komunikasi yang baik dan sikap saling mengalah dan menghargai satu dengan yang lainnya. Contoh sederhana misalnya persoalan anak yang sering bermain gadget. Ketika orang tua melihat anak terlalu sering bermain gadget hingga di anggap lupa segala-galanya maka orang tua akan marah sedangkan anak akan merasa semua yang dilakukannya wajar saja. Dalam hal ini perlu adanya sikap saling mengerti dan mengalah, misalnya anak dapat belajar meninggalkan gadget ketika makan atau kumpul keluarga.

  • 2. Teman sebaya

  • Gap juga dapat terjadi dengan teman sebaya, misalnya dengan teman sekolah atau teman sekantor. Hal ini terjadi dikarenakan perbedaan status atau standar kehidupan. Misalnya dalam lingkungan sekolah terjadi gap dalam pergaulan anak-anak dikarenakan perbedaan tingkat kecerdasan. Anak-anak yang merasa pandai akan hidup berkelompok dan menjauhi anak-anak yang dipandang kurang pandai. Hal ini tidaklah baik. Pergaulan dengan teman tidak seharusnya dipandang dari perbedaan nilai atau tingkat kecerdasan. Bukankah akan lebih baik jika satu dengan yang lain dapat saling menghargai dan melengkapi, misalnya dengan belajar berkelompok. Setiap orang pasti diberikan kelebihan dan kekurangan, untuk itu jangan menganggap rendah orang lain.

  • 3. Sesama/masyarakat umum

  • Dalam bermasyarakat, seringkali gap terjadi karena perbedaan status sosial dan tingkat ekonomi. Misalnya dalam kehidupan bertetangga, akan ada gap antara keluarga dengan tingkat ekonomi yang tinggi dengan keluarga dengan tingkat ekonomi yang rendah. Hal ini bahkan dapat menimbulkan kesombongan atau kecemburuan sosial. Perlunya sikap menghargai dan tidak membeda-bedakan satu sama lain.

  • Advertisement
  • Bukankah kita sebaiknya mencari teman sebanyak-banyaknya dan menghindari mencari lawan? Seseorang yang mempunyai pola pikir yang baik akan bertindak baik, sedangkan orang yang mempunyai pola pikir yang buruk akan bertindak buruk. Untuk itu sangatlah penting bagi Anda untuk mendidik dan membimbing anak-anak menjadi seorang yang berpola pikir baik guna menjadikannya sebagai pribadi yang mampu bermasyarakat di masa yang akan datang. Biasakan untuk membangun komunikasi yang baik dengan siapapun. Jangan dahulukan ego di atas pikiran dalam pergaulan dengan orang lain. Belajarlah untuk memberikan sikap yang positif dengan mengerti dan menghargai sehingga dapat berbaur dengan orang lain dimanapun kita berada.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Andreas Kurniawan lulus sarjana S1 Teknik Informatika tahun 2009 di STMIK MDP. Memulai karir sebagai IT officer di sebuah Bank selama 1 tahun sebelum akhirnya bekerja di PT. Thamrin Brothers sebagai analis sampai saat ini. Email:

Mengatasi 'gap' pola pikir dalam pergaulan

Si A temanku tapi kalau Si B bukan temanku. Sikap memberikan jarak dengan orang lain ini kerap terjadi dalam pergaulan. Benarkah demikian?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr